Apa Sih Itu Sebenernya Pengertian Perbuatan Hukum? : #ArtiIstilahHukum4

Sumber gambar: ulah-go.blogspot.co.id

Sumber gambar: ulah-go.blogspot.co.id

Asal Usul dan Sejarah Pengertian Perbuatan Hukum di Indonesia
Perkembangan Perbuatan Hukum di Indonesia

Apa sih itu sebenernya pengertinya
Istilah perbuatan hukum sering denger
Ga perlu bingung cari jawabannya
Disini kita obrolin artinya yang bener

Salam Mas Bro dan Mbak Bro

Kalo anak hukum udah akrab sama istilah ini ya?

Tapi obrolan kita kali ini untuk semua orang ya. Ga cuma buat orang hukum aja.

Banyak kasus hukum yang masuk media sekarang ini. Belakangan kita jadi udah pasti sering dengar istilah perbuatan hukum. Istilah yang satu ini sering kita dengar kalo kita liat berita-berita di tv, baca-baca buku, apalagi liat-liat dan baca-baca berita di internet. Biasanya berita-berita disana bakal nampilin tentang sisi negatif dari perbuatan hukum, misalnya tentang perbuatan melawan ketaatan hukum dan negara.

Sebenenernya juga, perbuatan hukum ini lambat laun juga bakalan kita rasakan dalam menjalani aktifitas kita sebagai warga negara dan tinggal di negara hukum. Kalo mbak bro ato mas bro lagi naik motor trus tiba-tiba berhenti sembarangan di pinggir jalan raya, itu juga masuk kedalam kategori perbuatan hukum, dan itu perbuatan hukum dalam sisi negatif.

Ato saat mbak bro dan mas bro mau jalan-jalan sama pasangannya keliling kota naik motor. Mbak bro dan mas bro pakai helm, cek kelengkapan surat-surat, dan saat dijalan tetap mentaati peraturan lalu lintas, seperti berhenti saat lampu merah. Itu artinya mbak bro dan mas bro juga sedang melaukan perbatan hukum, tapi kali ini perbuatan hukum yang bersifat positif.

Ini juga bisa disamakan saat kalian membuat KTP di umur sudah cukup, membayar pajak tepat waktu, membuat SKCK untuk melamar kerja, dan segala perbuatan yang ada kaitannya dalam hukum ato ketatanegaraan.

Secara umum sebenarnya kita bisa tarik kesimpulan kalau perbuatan hukum itu adalah tindakan yang dilandasi oleh hukum dan menganggap kalau subjek hukum yang mengerjakannya, sudah memahami akibat dari timbulnya akibat hukum yang bersangkutan.

Gimana Mas Bro dan Mbak Bro?

Masih binggung sama pengertian diatas?

Baca Juga : Apa Sih Itu Sebenernya Pengertian Peristiwa Hukum?

Sumber Gambar andalawinstitute.blogspot.co.id

Sumber Gambar andalawinstitute.blogspot.co.id

Asal Usul Perbuatan Hukum

Dari masa ke masa sebenarnya hukum selalu berubah, malah pasti berubah sesuai keadaan di zaman itu. Kaitannya ke perbuatan hukum juga sama seiring berkembangnya teknologi dan informasi ini, perbuatan hukum juga bisa berkembang dan berubah mengikuti arus teknologi dan informasi.

Jadi, kalo dulu Mas Bro dan Mbak Bro ngetweet ato bikin status di facebook ato media lain yang isinya kritikan untuk para pejabat, eselon-eselon Negara, parta politik, pemuka agama, artis, dan banyak yang lain; itu sah-sah aja dan jadi hak mbak bro dan mas bro untuk melakukan hal itu.

Tapi akan lain cerita kalo Mas Bro dan Mbak Bro  melakukan hal tersebut di masa kini. Kini tweet, status, dan lain sebagainya itu bisa jadi perbuatan hukum, malah dalam beberapa kasus bisa jadi perbuatan hukum yang bersifat negatif dan bisa diperkarakan ke meja hijau loh.

Konteks perbuatan hukum juga sebenarnya sudah bisa kita ketahui di zaman-zaman dahulu. Contohnya pada masa sebelum kemerdekaan. Pada masa itu Pemerintah sedang giat-giatnya membuat berbagai peraturan tatakenegaraan. Pada masa itu PPKI ga Cuma memilih Presiden dan wakilnya, tapi juga ditugaskan untuk membuat berbagai peraturan dan undang-undang negara Indonesia setelah merdeka nanti.

Barulah setelah Indonesia merdeka, Pemerintah secara resmi membentuk badan-badan hukum yang dikhususkan untuk membuat undang-undang dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan tata Negara Indonesia dan seluruh elemen-elemen yang ada sangkut-pautnya.

Mulai masa ini juga masyarakat diajar supaya lebih memahami tentang hukum. Pemerintah mulai menggalakan kepada setiap warga negaranya, bahwa ada batasan-batasan dalam berwarganegara. Batasan itu juga tidak boleh dilanggar, sebab bila dilanggar, akan dikenakan sanksi. Entah itu berupa pembayaran denda, atopun pengurungan.

Saat itu pula sebenarnya Indonesia masih mengadopsi sebagian peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh para penjajah, baik Belanda atopun Jepang. Dimasa itu juga peraturan-peraturanya masih sangat sederhana sehingga mudah dipahami dan dijalani. Peraturan saat itu jelas berbeda dengan peraturan-peraturan sekarang yang lebih ribet.

Mengenai Perbuatan hukum ini juga sudah di masukkan kedalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Yang bisa kita baca “Setiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karna kesalahannya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”.

Kita juga biasanya bisa menemukan warga negara yang membuat perbuatan hukum tapi dalam konteks negatif. Ini sebenernya biasa kita sebut perbuatan melanggar hukum. Perbuatan melawan hukum boleh kita katakan melawan hukum apabila kegiatan ato aktivitas yang dilakukannya melenceng dan betentangan dengan hukum yang berlaku saat itu.

Di perbuatan melawan hukum juga biasanya akan ada kerugian-kerugian yang ditimbulkan karna melawan hukum tadi. Kerugian yang ada disini biasanya berupa kerugian yang diterima salah satu individu, yang disebabkan oleh orang lain yang orang tersebut melakukannya secara sengaja atopun tidak.

Sebenarnya juga perbuatan hukum bisa terjadi ga Cuma saat  kita melawan hukum. Di beberap kasus juga bisa kejadian walupun kita ga melakukan hal-hal yang melawan hukum. Di masalah ini maksundnya adalah setiap orang tidak akan bertanggung jawab dengan kerugian-kerigian yang disebabkan oleh perbuatan diri sendiritapi juga atas kerugian yang penyebapnya oleh orang-orang yang ditanggungnya.

Binggung sama penjelasan diatas? Kita kasih contoh deh

  1. Orang tua akan ikut bertanggung jawab kalo anaknya melakukan berbagai pelanggaran hukum, baik itu disengaja atopun lalai,
  2. Seorang guru juga bakalan bertanggung jawab kalo anak didik (muridnya) berbuat onar di lingkungan sekolah. Karna, disekolah guru akan menjadi orang tua baru sang murid.
  3. Jika seorang pembantu berkelahi, mencuri, membunuh, ato melakukan berbagai pelanggaran dan penyelewengan hukum. Maka, secara otomatis sang majikan akan ikut terlibat dan bertanggung jawab atas perbuatan pembantunnya

Biasanya kerugian-kerugian yang ditimbulkan dari pelanggaran hukum diatas itu berbentuk harta benda dan menurunnya kesehatan ato penghasilan. Disini kita ambil contoh ada seorang tukang ojek yang membawa penumpang. Namun, di tengah jalan, tukang ojek tersebut mengalami kecelakaan karna kurang berhati-hati dijalan. Penumpang tukang ojek tersebut mengalami luka-luka dan harus dilarikan ker rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut. Disini tukang ojek tersebut haruslah membayar perawatan, obat dan tenaga medis yang ada disitu untuk ganti rugi akibat kelalaiannya.

Dan jika penumpang tersebut sampai meninggal dunia, keluarga korban berhak menuntut tukang ojek tersebut dan seluruh keluarga korban menjadi tanggungannya. Hal ini sesuai dengan KUHP perdata di pasal 1370.

Perbuatan hukum disini juga bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni:

1. Perbuatan Hukum Sepihak

Perbuatan hukum bisa disebut perbuatan hukum yang sepihak apabila perbuatan hukum itu akibatnya disebabkan oleh satu pihak. Perbuatan hukum ini akan menimbulkan hak dan kewajiban pada stu pihak, karna penyebabnya juga satu pihak. Contoh seperti ini pada pembuatan surat wasiat dan tertuang dalam KUHP pasal 875 di hukum perdata ato tentang .

2. Perbuatan Hukum Dua Pihak

Sama seperti namanya, perbuatan hukum disini diperbuat oleh kedua belah pihak.hak-hak dan kewajiban disini juga ditimbulkan dari kedua pihak. Dalam istilah hukum, hal ini biasa disebut hubungan timbal balik perbuatan hukum. Hal ini juga tertuang dalam KUHP pasal 1548 juga di hukum perdata.

Sejarah Perbuatan Hukum

Di Indonesia sejarah perbuatan hukum pasti akan di hubung-hubungkan kepada perbuatan melanggar hukum. Karna dalam sejarahnya, kita memang disuguhkan kepada hal-hal negatif tentang perbuatan hukum itu. Apalagi kalo kita pelajari tentang peristiwa-peristiwa di zaman keruntuhan orde baru.

Pada masa itu hukum seperti khayalan dan ga ada artinya sama- sekali. Saat itu jangan harap ada yang matuhin rambu-rambu lalu lintas. Buat matuhin supaya jangan ribut ke sesama warga negara aja bakal susah banget. Penjarahan meraja rela, perampokan sudah biasa, dan penculikan jadi berita utama.

Kejadian-kejadian di masa lalu inilah yang membuat masyarakat kita saat ini seperti menganggap bahwa perbuatan hukum adalah perbuatan yang melawan, melenceng, dan menyalahi hukum. Pada kenyataannya, perbuatan hukum tidaklah semuanya berbentuk negatif. Ketika kita mentaati berbagai persoalan tentang hukum, itu juga bisa disebut perbuatan hukum kok.

Perbatan hukum tidak bisa dipisahkan dari pernyataan kehendak. Pernyataan kehendak ini akan disampaikan oleh yang melakukan perbuatan hukum tersebut. Pernyataan kehendak ini tidak bisa terikat dengan bentuk-bentuk tertentu dan pernyataan kehendak ini juga tidak ada pengecualiannya. Secara umum, pernyataan kehendak dapat dilakukan dengan dua cara ini:

1. Penyataan kehandak secara tegas

Pernyataan kehendak disini biasanya dilakukan oleh para pejabat yang memiliki wilayah kekuasaan yang luas. Pernyataan kehendak disini dapat ditulis sendiri ato bisa juga diwakilkan orang lain yang nantinya akan ditanda tangani oleh pejabat yang bersangkutan. Penyataan kehendak disini juga memerlukan akte otentik ato akte resmi. Contoh dalam hal ini seperti mendirikan PT ato sejenisnya.

2. Penyataan kehendak secara diam-diam

Pernyataan kehendak yang seperti ini tidak dapat kita lihat secara nyata. Namun pernyataan kehendak disini akan nampak dari sikap ato perbuatan yang dilakukan. Misalnya untuk memperoleh jawaban setuju dari orang lain, kita bisa dengan hanya mengaggukan kepala ato memberikan jempol yang diangkat keatas.

Ketika kita melihat ada seseorang yang meninggal secara wajar, itu juga bisa masuk dalam konteks perbuatan hukum juga loh. Dalam hukum perdata seseorang yang meninggal secara wajar akan menimbulkan berbagai akibat yang akan diatur oleh dan dari hukum. Kita ambil contoh kayapenetapan warisan dan ahli warisnya. Ini bisa mbak bro dan mas bro lihat di Kitab Undang undang Hukum Pidana pada pasal 830 yang berbunyi “Pewarisan hanya akan berlangsung karna kemetian”.

Ato lebih jauhnya ketika seseorang itu meninggal secara tidak wajar –seperti dibunuh- maka akan lain lagi ceritanya. Pidana-pun akan timbul akibat hukum bagi si pembunuh, dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Ini juga berbanding lurus kaya pasal 338 di Kitab Undang-undang Hukum Pidana “Barang siapa yang menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja, mka akan terancam hukuman penjara maksimal lima belas tahun”.

Perbuatan hukum yang memiliki segala kerumitan itu juga memiliki berbagai hak dan kewajiban yang harus dijalankan. Karan hak dan kewajiban merupakan dua perkara yang tidak bisa dipisahkan, dan memiliki keterkaitan yang erat.

1. Hak

Secara pengertian dalam konteks hukum, hak merupakan wewenang yang diberikan oleh objek hukum kepada subyek hukum. Contoh hak –ato wewenang dalam bahasa hukum- adalah saat objek hukum memberika barang kepada subyek hukum. Dan untuk seterusnya ia dapat melakukan apa saja dengan barang tersebut, asalkan tidak melanggar hukum yang berlaku. Dan hak juga biasanya dibagi menjadi 2 bagian, yakni hak mutlak dan hak relatif.

1. Hak Mutlak

Kaitan disini, hak mutlak merupakan kekuasaan mutlak yang diberikan kepada subyek hukum untuk dapat bertindak sesuai dengan kemauan dan kepentingannya.

2. Hak Relatif

hak relatif disini adalah setiap wewenang yang diberikan oleh objek hukum, dan hak tersebut hanya boleh dilakukan oleh persetujuan subjek hukum.

2. Kewajiban

Kewajiban disini adalah suatu beban yang diberikan oleh badan hukum kepada setiap individu atopun badan-badan yang terkait. Sebagai contoh kita diwajibkan membayar pajak tepat waktu dan badan hukum juga perlu memberikan sarana dan prasarana yang menunjang untuk aktifitas kita sebagai warga negara. Biasanya kewajiban akan timbul dari beberapa sebab, seperti:

  1. Memperoleh suatu hak, haruslah menyelesaikan kewajibannya dahulu
  2. Ada perjanjian yang sebelumnya telah disepekati dan disetujui bersama
  3. Memperoleh hak tertentu harus diimbangi dengan kewajiban tertentu pula
  4. Masa berlakunya yang telah habis.

Jadi, mbak bro dan mas bro sekalian, jika kita menelaan lebih jauh mengenai perbuatan hukum, maka kita bisa menjelaskan secara singkat dan rinci. Kalo perbuatan hukum adalah setiap perbuatan keseharian kita yang penyebab dan akibatnya dilandaskan oleh hukum yang berlaku.

Jika kita ingin mengenal istilah-istilah yang berkaitan dengan hukum, itu artinya secara tidk langsung kita juga harus terjun keduan yang berkaitan dengan hukum. Setidaknya untuk dapat mengerti dasar-dasar terkait hukum dan segala jenisnya, dan jika tidak kita hanya akan mengaburkan presepsi mengenai istilah-istilah yang berkaitan dengan hukum tadi.

Supaya ga makin bingung, mending kita lihat pengertian perbuatan hukum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan para ahli hukumnya.

Baca Juga : Apa Sih Itu Sebenernya Pengertian Restitusi?

Sumber Gambar www.adheb.inf

Sumber Gambar www.adheb.inf

Pengertian Perbuatan Hukum Menurut KBBI dan Para Ahli

Kalo kita buka Kamus ini, kita ga akan temukan pengertian perbuatan hukum yang spesifik. Tapi kalo kita mau cari tau, dan kita gabungkan beberapa poin-poinnya, maka kita akan menemukan arti dari perbuatan hukum menurut KBBI adalah perbuatan keseharian kita yang berkaitan dengan adat ato peraturan di suatu Negara yang bersifat mengikat.

Dalam sisi lain kita juga bisa menerik kesimpulan, kalau perbuatan hukum menurut KBBI disini adalah kegiatan sehari-hari kita yang ada dalam patokan ato keputusan yang dibuat oleh Pemerintah suatu Negara.

Nah, setelah kita bahas pengertian perbuatan hukum yang versi Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekarang saatnya kita lihat pengertian perbuatan hukum menurut para ahli.

1. Perbuatan Hukum Menurut R. Soeroso

Beliau disini berpendapat bahwa perbuatan hukum adalah “setiap perbuatan subjek hukum, yang dilakukan oleh warga negara ato badan hukum terkait; yang akibatnya akan diatur oleh hukum. Karna, akibat disini dapat menjadi kehendak dari yang melakukan perbuatan hukum tersebut”.

2. Perbuatan Hukum Menurut Chainur Arrasjid

Menurut beliau perbuatan hukum ialah “setiap aktivitas yang akibatnya akan di atur dan di urus oleh hukum. Serta akibat itu akan dikehendaki oleh yang melakukan hukum”.

3. Pebuatan Hukam Menurut Sudarsono

Disini beliau berpendapat bahwa perbuatan hukum sebenarnya adalah “setiap perbuatan yang akibatnya diatur oleh hukum dan peraturan yang berlaku di Negara tersebut. Akibat dari perbuatan hukum disini juga dikehendaki oleh yang melakukan”.

4. Perbuatan Hukum Menurut Marwan Mas

“Perbuatan hukum disini adalah setiap tindakan dari subjek hukum yang mempunyai akibat hukum, dan akibatnya disini sudah dikehendaki oleh subjek hukum tersebut”.

Kalo Mas Bro dan mbak Bro liat diatas. Sebenernya para ahli disitu mengupas definisi perbuatan hukum dengan pengertian yang sama aja. Kalo kita mau mengambil poin-poinnya trus dibuat lebih ringkas, maka kita bisa tau kalo perbuatan hukum adalah tindakan yang dilakukan oleh warga negara yang dilandasi oleh hukum ato peraturan-peraturan yang berlaku.

Gimana Mas bro dan mbak bro?

Udah paham belum?

Obrolan  kali ini berat sih ya. Tapi semoga membantu ya. Jangan ragu klik tombol “share” buat sebarkan di media sosial ya. Buat temen-temen yang masih bingung. Tinggalin  pertanyaan dikolom komentar dibawah ya.

Semoga berguna.

Seneng bisa berbagi.

Setelah banyak penjelasan dirangkum
Akhirnya ketemu apa jawabannya
Kalo udah tau arti perbuatan hukum
Jadinya hati-hati lakukan sesuatu ya

Sumber Tulisan:
Asmana Abi, 2015, Pengertian Perbuatan Hukum, legalstudies71.blogspot.co.id/2015/06/pengertian-perbuatan-hukum.html diakses pukul 01.33 WIB pada hari Kamis, 20 Oktober 2016.
Erzal M, 2014, Pengertian Dasar Hukum, bloganakjahat.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-peristiwa-akibat-dan.html diakses pukul 01.30 WIB pada hari Kamis, 20 Oktober 2016.
Syarifin, SH., 1999, Pengantar Ilmu Hukum, CV Pustaka Setia, Bandung

Sumber Gambar:
andalawinstitute.blogspot.co.id diakses pukul 01.35 WIB pada hari Kamis, 20 Oktober 2016
ulah-go.blogspot.co.id diakses pukul 01.35 WIB pada hari Kamis, 20 Oktober 2016
www.adheb.inf diakses pukul 01.35 WIB pada hari Kamis, 20 Oktober 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *