Hari Kartini : Kisah Nyata – Ucapan Terimakasih dari Orangtua Tunggal Kepada Internet

Hari Kartini - Sumber Gambar - www,indahislam,com

Perjuangan Seorang Mama untuk Seorang Anak

Perjuangan seorang Mama memang luar biasa
Kadang sulit untuk diterima secara logika
Mama akan melakukan apa saja yang dia bisa
Seolah pikiran mereka melayang kealam baka

Halo Mas Bro dan Mbak Bro.

Udah ucapin Hari Kartini ke Mama hari ini?

 Segera ya.

Supaya Hari Kartini, Kamis 21 April 2016 ini bermakna kita perlu saling berbagi cerita tentang sebuah kisah nyata. Ucapan terimakasih dari orangtua tunggal kepada internet.

#

Ada seorang Mama di Jawa Tengah dan sesuai kesepakatan dengan Orangtua Tunggal ini sebut aja namanya Ibu Mawar.

Ibu Mawar menikah pada tahun 2006 setelah di PHK dari tempat kerjanya. Sejak itu dia ga bekerja sama sekali sampai akhirnya menikah. Ibu Mawar menikah tanpa harus melewati masa-masa indahnya pacaran. Menikah karena dijodohkan. Akibatnya pertengkaran sering terjadi.

Pada tahun 2008 Ibu Mawar melahirkan seorang anak laki-laki. Keindahan anugerah Tuhan dengan memiliki anak ga dinikmati lama oleh suami Ibu Mawar. Pada 2011 setelah didiagnosa kena kanker darah. Suami Ibu Mawa meninggal 1minggu kemudian.

Setelah meninggal suaminya Ibu Mawar, selalu sedih tinggal dirumah yang mereka pernah tinggali bersama dengan suaminya. Sampai akhirnya Ibu Mawar memutuskan untuk kembali kerumah orangtuanya.

Sayangnya Ibu Mawar mendapat penolakan. Kerja kerasnya dulu waktu masih bekerja untuk menghidupi Ibunya harus berbalas sebelah tangan. Pada awalnya hanya sang Adik, suami, dan kedua anaknya yang menolak keberadaannya. Sampai perlahan tapi pasti Ibunya memperlihatkan sikap ga senang dengan kehadiran Ibu Mawar.

Supaya ga memberatkan orang lain dan demi anak semata wayangnya. Ibu Mawar akhirnya memutuskan untuk membuat usaha makanan. Setelah 3 kali mengalami kegagalan di tahun 2011. Akhirnya pada September 2012 makanan buatannya mulai banyak disukai orang. Meski awalnya pada 2011 cuma bisa berkeliling dari rumah ke rumah. Berkat promosi dari mulut ke mulut. Jualan Ibu Mawar ternyata banyak peminatnya. Ibu Mawar pun bisa menghidupi jagoan kecilnya. Sebut aja namanya Tunggal.

“Pernah Mas, anak saya ada tugas. Saya ga bisa bantu karena harus membuat pesanan makanan untuk ratusan orang”, Ibu Mawar bercerita dengan muka yang seneng banget.

“…”, saya cuma menganggung mendengarkan ceritanya.

“Dia ada tugas gambar-gambar”

“Trus Bu?”, saya penasaran.

“Dia bilang, “Ma, minta 1000 dong, Aku mau ke internet”. Ga mikir panjang saya kasih aja”

Baca Juga
5 Alasan Kenapa Bahasa Daerah Itu Penting : Hari Pendidikan Nasional 2016
Hari Buruh Internasional : 10 Fakta Unik Tentang Buruh dan Asal Usul Hari Buruh

Saya setia mendengarkan.

Trus besoknya Dia cerita, “Ma, temen-temenku tugas gambar-gambarnya ternyata beli ke mall sama orangtuanya. Padahal aku cuma ke internet”. Kok iso yo Mas?”

“Anak Ibu pintar dong”, saya kasih komentar positif.

“Padahal kata orang internet bisa merusak. Anak ga tuh”, dengan bangga Ibu Mawar melanjutkan ceritanya.

Ketika Ibu Mawar bercerita seperti itu. Saya sempat terdiam sejenak dan masuk dalam pikiran sendiri. Kalau internet ternyata bisa mengurangi tanggung jawab seorang orangtua tunggal.

“Ini bukan sekali dua kali loh Mas”

“…”, saya kembali mendengarkan.

“Pernah anak saya tanya “Ma, 5 Pandawa itu siapa aja?”. Saya ga bisa jawab Mas”.

“Trus Bu?”

“Minta 1000 aja kalo gitu Ma, kata anak saya Mas”

Saya tetap menjadi pendengar setia. Melihat wajahnya Ibunya dari tadi berkaca-kaca dengan cerita sedihnya. Berubah seneng banget saat cerita soal anaknya.

“Pulang dari internet, tugas anak saya udah selesai”

“Anak Ibu pintar ya”, saya membalas dengan singkat.

“Kamu pernah bantu Ibu ga?”, saya penasaran sama anak Ibu Mawar yang duduk mendekat ke saya.

“Pernah, banyak pesanan. Kalo ndak banyak pesanan ndak bantu. hehhe”, Tunggal membalas dengan seyuman.

Melihat tingkah laku anaknya dan mendengar cerita Ibu Mawar. Membuat saya bersyukur. Masih memiliki keluarga yang lengkap dan punya penghasilan tetap.

Hari Kartini - Sumber Gambar - www,online-instagram,com

Ada dua hal paling luar biasa dari cerita Ibu Mawar. Pertama anaknya pernah meminta untuk kuliah.

“Ma, aku nanti harus kuliah ya”

“…”, kening saya mengkerut dan bertanya masa sih?

“Kalau Mas ndak percaya tanya aja ini sama anaknya”, kata Ibu Mawar seolah tau apa yang saya pikirkan.

“Kamu nanti mau kuliah dimana?”

Ga tau”, Tunggal menjawab dengan polos.

“Itu bacanya apa?”, saya bertanya lagi.

“UNI … KA”, jawabnya.

“Tunggal mau kuliah di UNIKA, UNDIP, atau UNNES?”, saya penasaran.

“Ya ndak tau toh”, Ibu Mawar berusaha membantu anaknya.

“Cuma pengen kuliah aja”, Tunggal menutup pertanyaan saya.

Kedua adalah anaknya pernah melarang Mamanya untup pacaran. “Haa, anak SD bilang kayak gitu?”, tanyaku dalam hati.

“Dia sekarang Mas, sering periksa kotak masuk, kotak keluar, telpon masuk sama telpon keluar saya”, Ibu Mawar dengan semangat bercerita.

“Dia bilang, “Mama ngapain telpon-telponan?”. Trus dia deketin telinganya ke hape saya Mas”

Saya tetap mendengarkan.

“”Mama jangan nikah lagi ya. Nanti kalau kalian berantem nanti Mama dipukuli”, katanya gitu Mas.”, Ibu bercerita sangat semangat.

“Dia bilang gitu Bu?”, saya penasaran.

“”Nanti Mama kalau nikah lagi pasti cerai”, katanya Mas”, Ibu Mawar melanjutkan.

“Kamu kepikiran gitu darimana”, saya sambil pegang kepala Tunggal. Tapi dia diam aja.

“Dari tipi, internet?”, saya semakin penasaran.

Jawaban bocah kecil ini bener-bener buat saya kaget.

“Dari otak aja”.

Ga mungkin anak sekecil ini bisa berpikiran seperti itu. Pasti ada stimulus informasi dari internet yang menjadi sumber informasinya setiap hari. Saya yakin internet. Karena memang dirumahnya ga ada tipi.

#

Dari cerita perjuangan Ibu Mawar, internet memang banyak membantu perannya sebagai Mama. Tapi dia tetep sediakan waktu setiap sore untuk menemani anaknya. Walau cuma  sekedar ngobrol bisa. Tapi paling ga ada waktu yang berkualitas untuk mereka habiskan berdua. Sesibuk apapun orangtua, sediakan waktu untuk anak.

 Anak butuh uang hasil kerja keras orangtua tapi anak jauh lebih butuh perhatian orangtua

@kekitaan_

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi cerita dengan kalian.

Anak butuh uang anak butuh perhatian
Orangtua butuh balasan dari anaknya
Lalu aku, kamu, kita, mereka, dan kalian
Bagaimana kita akan balas semuanya?

Hari Kartini - Sumber Gambar - www,inspirasi,co

Suka tulisannya?
Jangan lupa berbagi sama temen di sosial media ya
Ada yang mau didiskusiin?
Kasih komentar dibawah aja Mas Bro / Mbak Bro

Tembalang, Semarang
14:12 WIB 21 April 2016
2016/04/21/5-109

Tulisan Kita

Sumber Gambar:
45.55.7.155 diakses pada pukul 14:39 WIB hari Kamis 21 April 2016

citizen6.liputan6.com diakses pada pukul 14:39 WIB hari Kamis 21 April 2016
plus.google.com diakses pada pukul 14:39 WIB hari Kamis 21 April 2016

Tentang Kita
Twitter : kekitaan_
Line : @jat6583f
Facebook : Kekitaan Kita
Google+ : Kekitaan Kita
Youtube : Kita/
Instagram : kekitaan_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *