6 Syarat Kota Ramah Lingkungan Impian Kita : #GramediaBloggerCompetition

20160430 1024 WIB - 61 - Putih Hitam - #GramediaBloggerCompetition Ide itu seperti mesin

#GramediaBloggerCompetition

Tema : Kota Ramah Lingkungan Impianku

Ga usah lah kita gembor-gembor
Dengan masalah yang besar
Perhatian ke sikecil malah kendor
Jangan sampai mereka gusar

Halo Mas Bro dan Mbak Bro

Punya impian kota yang ramah lingkungan?

Kita ada dong. Kota yang ramah lingkungan hanya akan menjadi impian kalau ga disertai dengan tindakan nyata. Jadi daripada kita ngomongin soal omong kosong dan basa basi. Coba kita mulai “10 Syarat Kota Ramah Lingkungan” ini dengan tanya jawab.

Pernah liat iklan di pohon? Kalau di tiang listrik, tiang telepon, tiang lampu merah?

Kalau liat foto calon kepala daerah narsis pernah?

Pernah ikutan pasang iklan disana ga?

Pernah melanggar lampu merah?

Pernah buang sampah sembarangan?

Kalau Mas Bro dan Mbak Bro menjawab ya dari salah satu pertanyaan itu. Berarti kota ramah lingkungan masih menjadi impian kita.

Jadi apa aja 10 syarat kota ramah lingkungan?

Gramedia Blogger Competition - 6 Syarat Kota Ramah Lingkungan - Sumber Gambar ketikketik,com

1. Buanglah Sampah dan Masyakatnya

Hahah, dari judulnya kejam ya. Tapi memang begitulah adanya. Buat apa ada masyarakat kalau memang nyatanya malah merusak.

Meski masalah sampah hanya sering digembor-gemborkan di Jakarta sana. Tapi sebenarnya sampah adalah masalah sejuta umat. Jakarta sebagai etalase Indonesia sebanarnya udah cukup menjadi contoh buat kita.

“Kalau masih membuang sampah sembarangan. Jangan menuntut pemerintah agar banjir diatasi”

@kekitaan

Yap, setuju dengan kalimat bijak diatas. Itu kayak maling teriak maling. Pengen bersih tapi kelakuan belum bersih.

Membuang sampah ke kali bukan jadi masalah utama ya. Justru mulai dari kebiasaan kecil. Buang puntung rokok ditempat tongkrongan, buang bungkus makanan dari jendela mobil, dan buang dahak dijalan. Hahah, yap dahak termasuk. Jangan sepele dengan dahak karena flu dan TBC bisa tersebar hanya dari sekedar buang dahak dijalan. Ini paling penting buat cowok-cowok ya. Dahak itu sampah organik.

Gramedia Blogger Competition - 6 Syarat Kota Ramah Lingkungan - www,kompasiana,com

2. Warga Taat Etika Promosi & Iklan

  • Iklan Salah Tempat
    Untuk permasalahan yang satu ini bakal panjang banget tapi kita coba untuk omongin sesingkat mungkin.

    Kita mulai dari pemasangan iklan sembarangan. Kalau iklan sedot WC, les privat, dan badut ulang tahun naik kelas karena terpampang di pohon, tiang listrik, tiang telpon, dan tiang lampu merah. Sekarang giliran iklan perumahan, promosi event, dan promosi job fair yang turun kelas.
    Persamaannya dan kedua jenis iklan diatas adalah sama-sama merusak “kota ramah lingkungan impian kita”. Beberapa kali saya sendiri mencabutnya, sayangnya ga banyak yang bisa dicabut. Terkadang saya berpikir, ini kan tugas PNS tata kota ya. Pasti kalau mereka berangkat ke kantor, minimal melihat satu iklan yang salah tempat. Dan, mereka tau harus melakukan apa. Sayangnya kok masih banyak kayak gini ya?
    Yah, mencabutnya adalah pekerjaan memadamkan api. Cara mencegah adanya apinya kembali kepada kita semua Mas Bro dan Mbak Bro. Stop pasang iklan disembrang tempat.
  • Pemimpin Salah Tempat
    Bingung sama judulnya?

    Pernah liat foto narsis calon kepala daerah dan calon anggota DPR di pohon, tiang listrik, tiang telpon, dan tiang lampu merah?
    Pernah pasti, bahkan lumrah kalau masa-masa kampanye?
    Betul?
    Kalau Mas Bro dan Mbak Bro jawab betul maka “Kota Ramah Lingkungan” kembali hanya menjadi impian kita. Termasuk pemimpin yang benar dalah impian kita.

“Kalau masa kampanye ada foto narsis calon kepala daerah dan calon legislatif terpampang di pohon, tiang listrik, tiang telepon, dan tiang lampu merah. Maka mereka bukan pemimpin yang baik.”

@kekitaan_

Kok bisa?
Hahaha. Sederhana aja Mas Bro dan Mbak Bro. Menjadi pemimpin dan wakil rakyat itu bukan pekerjaan mudah. Butuh kasih perhatian sama semua orang, bukan cuma orang penting aja. Kalau masa kampanye aja dia ga memperhatikan foto narsisnya yang salah tempat dan merusak lingkungan. Apalagi nanti saat udah terpilih.
Cukuplah kita ngomelngomel ga waktu liat pemimpin kita ditangkap KPK. Cukuplah kita ngomel-ngomel dengan kerjaan pemimpin yang makan gaji buta. Cuma gembor-gembor buat perbaikan kalau mau mencalon untuk periode kedua.
Hahaha. Betul?
Soal foto narsis di pohon, tiang listrik, tiang telpon, dan tiang lampu merah. Saya pernah laporkan langsung ke seorang Gubernur di Semarang. Lewat kicauan burung biru. Betul ada balasan di dunia maya. Sayangnya ga ada respon di dunia nyata. Bahkan sampai videonya saya pampang di youtube tetep aja ga ada respon. Dengan alamat berikut https://www.youtube.com/watch?v=b5KaKCyZ21E. Kalau kata Sonya Depari “Ku tandai kau ya”.
Jadi tau kan harus melakukan apa?

Gramedia Blogger Competition - 6 Syarat Kota Ramah Lingkungan - Sumber Gambar jurnalotaku,com

3. Hilangkan Persepsi Salah “Merah Tanda Berani”

Sesuai dengan arti dari warna merah pada bendera kebanggan Indonesia merah tanda berani. Sayangnya filosofi ini disalah artikan juga dijalan raya. Apalagi kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Semarang.

Saya ga sebut kota-kota lain bukan karena kota lain aman ya. Tapi karena saya ga pernah liat kejadiannya secara nyata.

Baca Juga
Kenapa Kita Harus Panik Menghadapi Masalah? : #SosialKita27
7 Sikap Hati yang Benar Terhadap Kekayaan – #TipsKita7

Kalau lampu merah udah nyala dan didukung oleh 2 faktor ekternal maka merah artinya adalah berani. 2 Faktor dari luar ini adalah buru-buru dan jalan sepi. Terkadang salah satu faktor aja udah cukup. Kalau buru-buru aja udah cukup dan begitu juga dengan jalan yang sepi udah cukup. Untuk membuat kita menerobos lampu merah.

Setuju?

Ga perlu dikasih tau mau ngapain ya?

Ide itu seperti mesin. Kalau ga ada yang menghidupkan maka ga akan berguna.

@kekitaan

4. Hentikan Perusakan Jalan Secara Massal

Pernah sadari ga Mas Bro dan Mbak Bro, kalau kita ikutan berperan dalam merusak jalan raya secara massal.

Pertama, pemerintah membuat jalan yang mudah rusak. Melakukan perbaikan ringan trus beberapa minggu kemudian. Jalan yang baru diperbaiki udah rusak lagi. Entah kualitasnya yang kurang bagus atau dananya yang ke makan sama tikus.

Kedua, kondisi jalan yang udah rusak dan jalan raya yang macet membuat kita kadang mau ga mau harus melewati lobang dijalan yang rusak itu. Dan, bukan cuma yang melakukan itu yang lain juga. Hasil dari “prestasi” kita adalah lobang yang kecil semakin besar dan jalan yang rusak semakin rusak. Sayangnya kita ga punya “aplikasi ngadu” ke pemerintah. Pejabat pemerintah bisa duduk tenang dikursi empuk dan diruangan adem pake ase. Padahal jalanan rusak.

Mereka perlu dikasih tau.

JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha JALAN RUSAK--Pengendara mobil dan motor melintasi jalan berlubang di Jalan Adisumarmo, Colomadu, Karanganyar, Kamis (8/3). Jalan yang menghubungkan Colomadu dan Kartasura, Sukoharjo tersebut kondisinya rusak dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan.

5. Orang Khusus Perlu Perhatian Khusus

Ga bisa dipungkiri kalau kota Indonesia cuma memperhatikan manusia yang berbadan “mandiri”. Sayangnya temen-temen dengan “kemampuan berbeda” masih belum mendapatkan perhatian khususnya. Patutnya mereka ngambek, sayangnya kalaupun mereka ngambek pemerintah belum tentu melakukan sesuatu.

Setuju?

Ada baiknya kita ga setuju. Tapi dengan catatan kita kasih gambaran dan solusinya.

Pernah liat ada orang dengan kemampuan berbeda bisa pulang pergi dari rumah ke tempat umum tanpa bantuan orang lain?

Kalau di Indonesia saya belum pernah liat. Sayangnya dalam film Indonesia pun hal ini belum pernah diangkat.

Kalau di film bule ga perlu disebut ya.

Lalu Indonesia kapan?

Gramedia Blogger Competition - 6 Syarat Kota Ramah Lingkungan - Sumber Gambar www.konfrontasi,com

6. Orang Hukum Taat Hukum

Setiap orang yang sudah dewasa adalah subjek hukum. Kalau anak-anak dan remaja masih perlu belajar dari yang udah dewasa.

Kita mulai dari jalan raya lagi ya Mas Bro dan Mbak Bro.

 Apa alasan orang ga pake helm? Karena deket, ribet, dan merusak tatanan rambut.

Apalasan orang pake helm? Karena takut ditilang, bukan karen melindungi keras kepalanya.

Betul atau setuju?

Kalau untuk peraturan keselamatan diri sendiri aja kita belum taat Mas Bro dan Mbak Bro. Lalu bagaimana dengan dengan peraturan agar terwujudnya “Kota Ramah Lingkungan Impian Kita”?

Gramedia Blogger Competition - 6 Syarat Kota Ramah Lingkungan - Sumber Gambar yogaprianugraha,blogspot,com

Huh, banyak ternyata yang perlu kita mulai ya Mas Bro dan Mbak Bro agar tercipta Kota ramah lingkungan impian kita. Ayo kita mulai dari diri sendiri dulu.

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.

Langkah besar perlu dimulai dari hal kecil
Jangan tuntut banyak kalau ga berkontribusi
Awali setiap solusi bisa dengan mencicil
Tetap jangan lupa pada akhirnya evaluasi

Suka tulisannya?
Jangan lupa berbagi sama temen di sosial media ya
Ada yang mau didiskusiin?
Kasih komentar dibawah aja Mas Bro / Mbak Bro

Tembalang, Semarang
10:19 WIB 30 April 2016
2016/04/30/7-125
Tulisan Kita

Sumber Gambar:
Karya Kita
jurnalotaku.com diakses pada pukul 11:39 WIB hari Sabtu 30 April 2016
ketikketik.com  diakses pada pukul 11:39 WIB hari Sabtu 30 April 2016
www.kabarseputarsukabumi.com diakses pada pukul 11:39 WIB hari Sabtu 30 April 2016
www.kompasiana.com diakses pada pukul 11:39 WIB hari Sabtu 30 April 2016
www.konfrontasi.com diakses pada pukul 11:39 WIB hari Sabtu 30 April 2016
yogaprianugraha.blogspot.com diakses pada pukul 11:39 WIB hari Sabtu 30 April 2016

Tentang Kita
Twitter : kekitaan_
Line : @jat6583f
Facebook : Kekitaan Kita
Google+ : Kekitaan Kita
Youtube : Kita/
Instagram : kekitaan_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *