Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya

 

Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya

Pratiwi Nur Zamzani

Semarang, kota asal dengan identitas Jawa Tengah. Sedangkan Surabaya, kota asal dengan identitas Jawa Timu. Dua kota yang memiliki ciri khas masing-masing hingga membentuk judul Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya. Tentu saja, ciri khas itu adalah salah satu perbedaan yang bisa menjadi titik pusat keunikan kedua tempat ini.

Nah itu nih masalahnya, kira-kira perbedaannya apaan ya? Ya jelas beda lah men, orang dari namanya aja udah beda. Tulisannya juga bakalan beda. Yakin lah ya, kalau lo pernah TK. Maksud gue, kenapa judulnya jadi Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya? Lo pikir maen sepak bola?

Santai men, gue akan jelasin kenapa gue bikin judul kayak sepak bola. Karena memang sebetulnya, kedua kota ini lagi maen sepak bola. Uniknya, permainan sepak bola kedua kota ini bukan di atas lapangan. Tapi, di atas lidah para pengunjung di kota Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Tahu lah men maksud gue? Apa? Bingung? Masih Bingung? Ok, gue bakal jadiin lo pinter dengan topik Tembalang Semarang Vs Bangil, Surabaya. Khusus itu ya! Lainnya belajar sendiri. Baca sendiri, cermati sendiri, dan coba apa yang pengen lo coba. Termasuk keunikan dari kedua kota itu.

Semarang, Jawa Tengah. Terkenal dengan julukan kota hujan, apabila lo berhadapan dengan orang Bangil, Surabaya, Jawa Timur. Terutama pada kota Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Karena, mereka menganggap, kota Tembalang, Jawa Tengah adalah kota yang hampir mirip dengan Bangil, Surabaya, Jawa Timur. Sama-sama memiliki curah hujan tinggi, hawa yang dingin, dan juga udara yang sejuk, sekaligus pemandangan kotanya yang indah. Tak hanya itu keduanya , juga sama-sama ada di wilayah perbukitan. Tak heran, jika lingkungannya sangat bersahabat sebagai iklim yang tropis. Satu titik persamaan antara Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Selain tipe kotanya yang sama, Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya memiliki sedikit perbedaan dalam tarif penginapan yang fasilitasnya hampir sama. Tembalang, Semarang menyediakan berbagai macam tempat penginapan yang mudah ditemui di pinggiran jalan dengan tarif yang sangat murah. Tarif yang biasa dtawarkan permalam untuk tipe guest house senilai Rp. 200.000. Berbeda dengan Bangil, Surabaya yang memiliki tarif sedikit di atas Tembalang, Semarang. Dengan fasilitas yang sama, hanya nama yang berbeda, Bangil, Surabaya mematok harga hotel berkisar sekitar Rp. 250.000.

Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya memiliki nama yang berbeda dalam segi penginapan. Jika di Tembalang, Semarang menamakan sebuah penginapannya dengan guest house yang memiliki arti sebagai penginapan harian bernuansa rumah sendiri, Bangil, Surabaya menamakan penginapan mereka dengan nama hotel. Di Tembalang, Semarang, hotel adalah suatu tempat penginapan yang sudah masuk di dalan taraf mewah. Berbeda dengan Bangil, Surabaya. Hotel, sama halnya dengan guest house (kos hariannya), Tembalang, Semarang.

Dalan perbedaan konteks ini, gue bakalan kasih ulasan yang lebih detail lagi mengenai Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya. Kalau di Tembalang, Sembarang. Lo nggak perlu susah-susah cari taxi untuk ganterin lo men. Lo turun dari stasiun, jaminan lo bakalan langsung dapet para tukang sopir taxi dengan berbagai macam kesatuan, yang siapkasih harga murah dibandingkan dengan wilayah-wilayah besar di kota, Jawa Timur. Kalau di Bangil, lo mau ke hotel, lo bakalan di terima indah dengan para tukang becak, atau tukang ojek yang siap anterin lo dengan tarif harga yang bisa lo nego sesuai dengan ketentuannya, Men. Bahkan, para tukang ojek dan juga para tukang becak itu, siap buat ngelayani lo buat keliling kota Bangil, Surabaya.

Masalah makanannya gimana? Lo dari tadi ngejelasin masalah tempat-tempatnya mulu. Gue bosen kali. Oh, lo bosen? Jangan-jangan, lo lagi kelaparan, Men? Kalau lo tahu dari tadi  kenapa masih nanya, Bro? Ok, makanan. Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya. Kalau dibayangin, rasanya laper nih! Apalagi, kalau kondisinya puasa ramadhan. Pengen-pengen buka sekarang. Eh tapi jangan, gue jelasin bukan buat lo maksiat, Men. Awas aja lo sampai buka sekarang. Pesen pecel sama nasi goreng. Pecel? Apaan itu pecel? Ok pecel. Baca di bawah ini, baik-baik dan gue jamin lo bakalan laper, hahaha.

Pecel. Mungkin beberapa orang nggak asing dengan nama itu. Makanan. Yak bener! Pecel adalah salah satu makanan khas Jawa Timur yang lebih identik di kawasan Bangil, Surabaya. Dari jejeran seperti soto, rawon, nasi kuning, sate, dan juga punel. Pecel adalah salah satu makanan yang menjadi favorit untuk para pengunjung kota Bangil, Jawa Timur.

Jpg pecel.

Makanan dengan saos kacang dan juga gula merah yang dicampur menjadi satu, menjadi satu titik kenikmataan saat dimakan bersama dengan sayur mayur seperti kangkung rebus, kecambah, kubis, dan juga beberapa sayuran lainnya. Apabila rawon menggunakan kerupuk udang, pecel menggunakan kerupuk yang biasa disebut dengan rempeyek. Kerupuk yang adonannya tuh Men dibuat dari beberapa racikan rempah-rempah. Di dalam rempah-rempah itu, ditambah dengan terigu kemudian kacang yang diiris kacang. Barulah digoreng. Uniknya nih, penggorengannya tuh nggak full harus dituangkan ke dalam minyak goreng, tapi justru separuh harus ada posisi dinding wajan, barulah tetesannya ada di minyak goreng panasnya. Gimana? Keren kan Men bahasan gue kali ini mengenai Tembalang Semarang Vs Bangil, Surabaya?

Buat yang penggemar pedes nih, bumbu pecel yang kental dan kriuknya rempeyek bisa ditambahkan cabe saat mengaduk adonan sebelum dogoreng atau dituangkan sebagai bumbu alias saos makanannya. Dan paling enak nih Men, itu pecel dimakan pakek ikan tempe goreng atau menjeng. Itu apaan lagi sih Bro, menjeng? Lo ada-ada aja namanya. Lah emang orang Bangil, kasih namanya menjeng. Mau gimana lagi? Udah turun temurun. Mau gue bah bisa bonyok gue di geruduk pedagang pecel. Lah tapi gue kagak ngerti Bro sama itu menjeng. Ntar gue mau maen ke Bangil bisa salah makan gara-gara menjeng. Ok, untuk di topik bahasa kita mengenai Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya gue akan jelasin tentang menjeng.

Menjeng adalah salah satu lauk yang menjadi favorit masyarakat lokal. Mengapa? Karena itu lauk adalah olahan detail dari tempe. Tempe yang biasa hanya digoreng, atau digunakan keripik, diolah dengan cara di parut halus. Di remas hingga lembut, kemudian diberi beberapa rempah-rempah. Kemudian, dibentuk lonjong, lalu di goreng. Gimana? Simpel, kan? Lo mau coba, Men. Monggo! (Silahkan dalam bahasa Indonesia). Satu segi menarik dari topik Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Gini, Bro. Kan tadi makanan dari Bangil, Surabaya udah noh. Kalau Tembalang, Semarang sendiri gimana? Gue dengen nih, di sana kulinernya enak-enak. Tepat! Kuliner yang ada di Semarang emang enak-enak. Terutama kawasan Tembalang, Semarang. Di sana, paling enak adalah nasi gorengnya. Lo tahu kenapa? Enggak. Nasi goreng di sana dari warnanya aja beda dengan nasi goreng yang ada di Bangil, Surabaya. Jadi intinya, di sini Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya karena nasi goreng doang? Dan Cuma masalah warna? Jangan-jangan ntar malah rasanya juga sama. Ngawur lu, Men kalau ngomong. Ntar dulu!

Kalau dari warna aja udah beda, secara nggak langsung rasa juga bakalan beda. Pengolahannyapun juga bakalan beda. Ok. Kita mulai dari Tembalang, Semarang. Di tempat itu, nasi goreng warnanya coklat. Kagak tahu di kasih apaan, yang pasti rasanya lebih enak daripada Bangil, Surabaya yang warna nasi gorengnya merah karena saosnya yang banyak. Tembalang, Semarang memberikan patokan kisaran harga Rp. 8.000. Itu nasi goreng udah ada lauknya kayak pentol, campur ayam suwir, udah ada sayurnya, dan kerupuknya. Uniknya nih, setiap nasi goreng kubisnya di pisahing dan gk digoreng bareng sayur sawi dan para lauknya. Kalau Bangil, Surabaya, harganya sama Rp. 8000. Tapi… ada tapinya nih. Itu nasi goreng hanya ada ayam suwirnya doang. Kagak ada daun bawangnya yang bikin aroma sedep banget. Pentolpun tak ada. Dan sayurnya, antara kubis dan juga sawi, dicampur jadi satu. Tahulah gimana titik inti antara Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Uniknya lagi nih, Men. Rata-rata koki yang bakalan ngeladenin (melayani dalam bahasa Indonesia) di Tembalang, Semarang adalah laki-laki. Dan mereka semua, gak bakalan enggan buat ngejelasin kepada para pendatang mengenai makanan yang ada, cara buatnya gimana, resepnya apa, dan sampai cara menikmatinya gimana mereka gak bakalan pelit untuk itu. Kagak percaya? Cobain dah dateng ke Tembalang, Semarang. Gue yakin banget, Lu bakalan kepincut sama mereka, Men. Ups! Maksud gue, sama makanannya, bukan sama kokinya. Keren banget Bro topik lo masalah Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Eh bentar, kalau Bangil, Surabaya siapa yang ngeladenin, Bro? Kucing! Enggaklah becanda. Kalau di Bangil, Surabaya nih, rata-rata yang bakalan ngeladenin adalah cowok cewek. Terkadang, mereka adalah sepasang suami istri. Atau salah satunya. Uniknya nih, kalau nyokap bokapnya bukak dagang di jalan A, kemungkinan anaknya bakalan bukak di jalan selanjutnya. Pada paragraf sebelumnya, gue kan udah jelasin nih kalau masalahan kuliner, Bangil menerapkan turun-temurun. Jadi, kedua orangtuanya, punya anak harus bisa mewarisi ilmu kedua orang tuanya dan menjadi penerusnya. Jangan kaget ya, kalau Bangil, Surabaya termasuk kawasan yang padat penduduknya. Karena memang, salah satu faktornya adalah itu. Itulah perbedaan dan persamaan antara Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Udah itu aja? Garing lah Bro. Oh iya, gue lupa. Pisang. Kenapa sama pisang Bro? Ada satu keunikan lagi mengenai pisang di Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya. Masak sih? Perasaan pisang ya gitu-gitu aja. Kata siapa, Men. Adalah perbedaannya. Lonya aja kudet! Makanya, Yuk main-main dikedua tempat ini! Gue yakin, lu bakalan puas, Men!

 

Sama halnya dengan nasi goreng, pisang Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya memiliki perbedaan masing-masing. Entah pisang model dan jenis apa yang diolah oleh Tembalang, Semarang dan bagaimana cara pengolahannya, ituu udah bikin gue jatuh cinta, Me. Lo tahu kenapa? Kepana, Bro? Karena rasanya beda walau tampilannya kagak bikin selera. Kalau tampilannya aja udah bikin kagak selera, gimana lo bisa jadi jatuh cinta dengan pisang itu? Sejak kapan pula lo bisa jadi jatuh cinta dengan mereka, Bro? Oke, gue jelasin dikin di sini kenapa gue lebih love ke pisang Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Sedikit denger dari beberapa orang di sana, apapu jenis pisangnya, kalau udah ada di Tembalang, Semarang itu pisang nggak bakalan jauh proses pengolahannya dari panggangan. Jadi nih Men, sebelum itu pisang di olah ke arah panggangan, kemudian diberikan bumbu, dll. Itu pisang di panggang dulu. Dan, hal ini udah menjadi suatu kewajiban, Men. Termasuk, dalam satu tradisi tersendiri dari Tembalang, Semarang. Berbeda dengan Bangil, Surabaya. Kalau di tempat yang satu ini nih, pisang akan diolah sesuai dengan jenis makanan yang akan disajikan. Jadi gitu, Men pisang ala Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Yaelah, gitu doang, Bro. Gue cari di google juga bakalan ketemu. Gue mah butuh curhatan lo yang lebih mendalam mengenai pisang. Nah, kenapa sekarang jadi lo yang gilain pisang, Men? Perasaan tadi lo kelihatan ogah begitu denger namanya pisang? Lo kelamaan sih ceritanya, gue jadi laper nih, Bro. Jadi, sambil nunggu makanan mateng, dengerin lo curhat pisang ala Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya nggak ada salahnya, kan? Iye-iye, gue dongengin lagi.

Kuliner, emang dah jadi jadonya kalau sampek di Indonesia. Nggak ada yang bisa kalahin makanan kuliner nusantara, yang beragam macamnya. Satu bahan dasar makanan, bakalan bisa berkembang jadi ribuan macam makanan. Dengan cita rasa masing-masing daerah, berdasarkan pengolahannya. Kayak pisang yang satu ini nih, Men. Dari tampilannya emang jelek, kagak ada selera buat makan. Tapi bakalan berhasisl bikin lo penasaran, hingga lo jadinya makan. Namana pisang selimut. Sama aja namanya kayak Bangil, Surabaya. Tapi rasanya, endes banget, Men. Pisangnya kagak lembek, padet, crispy. Kagak tahu di apain, tahu-tahunya udah jadi makanan yang enak. Sedikit nanya ke warga sekitar, pisang yang lembek bisa jadi padat dengan cara dikukus, kemudian di masukin kulkas biar padet, dan tambah padet lagi di panggang kering. Okelah, aromanya emang enak. Uniknya, pisang yang abis dipanggang itu, kagak bau panggangan, Men. Coba dah lo bayangin sendiri gimana uniknya pisang Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya.

Lah kok, aneh begitu ya, Bro? Jadi penasaran gue gimana rasanya pisang Tembalang, Semarang Vs Bangil, Surabaya. Nah, lo penasaran juga kan? Makanya, dateng ke Tembalang Semarang dan nikmatin kota itu layaknya lo nikmatin hubungan cinta lo, Men. Kok sekarang lo jadi bahas cinta? Lo mau cerita masalah cinta? Iyalah, gue mau dongeng masalah cinta gue dengan Bangil, Surabaya. Di situ ada apaan, Bro sampek lo dibikin jatu cinta, hah? Perasaan, dari tadi lo lebih suka dengan Tembalang, Semarang? Kata siapa, Men. Gue justru sayang amat tuh sama si Bangil, Surabaya. Lo tahu kenapa gue sayang banget dengan si Bangil, Surabaya? Apaan cobak? Cielah, ternyata lo kepo juga ya orangnya, hahaha. Udah ah, capek gue lo suruh dongeng muluk dari tadi. Tungguin episode berikutnya aja nih, Men. Gue janji bakalan dongengin lo sampek lo puas gimana pesona indahnya kota Bangil, Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *