Kalo Mau Bebas Jangan Mau Diperbudak : #BelajarHidup

Karya Alexander Krivitskiy

Kita Ga Sadar Kalo Kita Diperbudak
Bebas Itu adalah Proses Bukan Tujuan Akhir

Banyak cewek pake bedak
Jangan yang terlalu tebal
Kalo merasa diperbudak
Jangan jadi orang bebal

Salam Mas Bro dan Mbak Bro

Apa kelemahan terbesar mu?

Pernah ga Mas Bro dan Mbak Bro denger kalimat-kalimat ini?

  1. “Aku orangnya gitu”;
  2. “Aku itu paling ga bisa diginiin”;
  3. Kalo aku diganggu ya aku ganggu balik”;
  4. Kalo dia baik samaku aku lebih baik lagi dan kalo dia jahat samaku aku lebih jahat lagi”;
  5. “Bukan urusanku”;
  6. “Masalah mu urus sendiri, jangan bikin ribet orang lain”;

Mas Bro dan Mbak Bro ada pengalaman lain?

Baca Juga : Ga Cukup Lakuin Kebiasaan Baik Kebiasan Buruk Juga Harus Keluar Dari Kita

Karya Zulmaury Saavedra

Kita Ga Sadar Kalo Kita Diperbudak

Setiap orang datang dari setiap tempat yang berbeda-beda. Ada yang datang dari kota ada yang dari desa. Ada yang berasal dari keluarga berkecukupan dan sebalik. Darimanapun kita berasal mempengaruhi setiap karakter. Ga ada orang-orang yang sama persis sifatnya. Meski datang dari daerah yang sama. Bahkan kalo pun anak kembar mereka punya sifat yang berbeda.

Karna setiap perbedaan itu, setiap orang punya masalah yang beda-beda pastinya. Setiap orang punya kelemahan yang berbeda-beda.

Ada yang lemah sama duit, mobil, motor, gadget, lawan jenis, penampilan, keluarga, dan apa aja. Banyak yang kalo sudah hubungannya sama duit gampang emosi. Ada yang kalo mobil atau motornya ga bisa dipinjam tapi suka pinjam barang orang lain. Ada yang suka simpan hal-hal buruknya dan bersifat pribadi dalam gadgetnya. Ada yang suka ga tahan liat lawan jenis yang bening-bening. Ada yang ga pede kemana-mana kalo penampilannya ga maksimal dan ada justru sebaliknya ga peduli sama penampilan. Ada yang ga terima kalo keluarganya diejek apalagi dihina. Banyak yang lainnya.

Kita ga sadar kalo kita diperbudak, sama kelemahan kita sendiri. Padahal banyak dalam berbagai keadaan justru kelemahan itu jadi masalah dan penghambat.

Baca Juga : Menolong Bukan Karna Ditolong

Karya Nik Shuliahin

Diperbudak Gimana Maksudnya?

Zaman dulu budak itu dibeli sama majikannya. Dia ga berhak atas dirinya sendiri. Apapun kata majikan ya harus dikerjain. Bahkan kalo pun budak tersiksa karna majikannya. Orang lain pun ga bisa apa-apa.

Duit misalnya, banyak orang yang mau lakuin apa aja demi duit. Itu kenapa kriminal karna duit masih banyak terjadi. Ga peduli apapun alasannya bahkan meski alasannya baik. Tetep aja namanya diperbudak sama duit.

Nah, banyak juga yang sebaliknya. Ga mau kerja kalo ga ada duitnya. Dikantor misalnya, lembur asal-asalan karna ga ada duit lemburnya. Ga mau bantu orang lain karna ga ada duitnya.

Masih banyak contoh-contoh lain. Itu semua contoh diatas bukan kisah omong kosong ya. Itu berdasarkan kisah nyata yang terjadi disekitar penulis. Sebut aja namanya mawar.

Apa yang menjadi masalah Mas Bro dan Mbak Bro?

Isi dalam kolom komentar dibawah ya.

Baca Juga : Pergaulan yang Buruk Merusak Kebiasaan Baik

Karya Julian Paul

Bebas Itu adalah Proses Bukan Tujuan Akhir

Sebaik apapun kehidupannya, mau kaya miskin, terkenal dan ga dikenal, dan tua muda, ga ada jaminan  dia lepas dari kelemahan-kelemahan diatas.

Semuanya ingin bebas dari kelemahan-kelemahan itu. Sayangnya ga semua memusat pikiran, tenaga, dan hatinya untuk itu.

Misalnya yang lemah sama duit, masih tetep aja sibuk dengan kerja kerasnya untuk dapatin duit. Bukannya cari mentor, cari komunitas, berdoa, dan bermeditasi untuk membantu biar ga kalah sama “lemahnya”.

Ambil keputusan untuk lepas dari lemahnya kita itu memang ga mudah. Lebih sulit lagi untuk lakuinnya. Setiap orang pasti punya pertimbangan masing-masing. Tapi 1 alasan sederhana untukmendorong kita buat ambil keputusan adalah “mau terus-terusan kayak gitu ato lebih baik?”.

Hidup itu adalah berproses menjadi lebih baik.

Kalo hidup kita ga jadi lebih baik, berarti ada yang salah sama hidup kita Mas Bro dan Mbak Bro.

Setiap waktu adalah awalan baru. Setiap detik bisa jadi awalan baru. Setiap menit, jam adalah awalan baru. Setiap hari, bulan, dan tahun adalah kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik. Jadi ga usah menunggu nanti. Setiap waktu itu baik.

Tuhan ciptain setiap waktu itu baik.
Jadi kapan pun baik untuk lakuin hal baik.

#KataKita

Kalo mau lepas dan bebas dari lemahnya kita. Silahkan merenung dan berdoa. Cerita sama orang yang kita percaya, sama mentoring kita, sama teman, sama orangtua. Siapapun. Tapi setelah itu segera ambil keputusan.

Karna bebas itu adalah proses bukan tujuan akhir. Lepas dari masalah itu bukan tujuan akhir.

Kalo kita sunggguh-sungguh mau merdeka, kita harus teguh ambil keputusan dan jalani prosesnya. Jangan mau trus-trusan gendong “lemah”nya kita kemana-mana.

Ga capek apa?

Sekarang adalah bagian kita. Ga usah bingung bisa ato ga. Ga bisa usah mikirin bakal ada orang yang bakal mau bantu ato ga. Ga takut juga sama prosesnya. Memang akan berat dan sulit. Tapi, berat bukan berarti ga bisa kan? Sulit bukan berarti ga bisa kan?

Pertanyaan sebenernya adalah kitanya mau ga?

Ambil keputusan, merelakan diri ngalamin perjalanan berat dan sulit ini. Perjalanan buat nanggalin cara hidup, pola pikir, budaya, bahasa, karakter, sikap kita yang lama untuk perlahan dirubah jadi baru.

Orang yang ambil keputusan untuk satu tujuan dan menjalaninya sampe selesai. Pasti akan mendapatkannya dan sampe ke tujuannya.

Contoh, kita perjalanan bus dari Jakarta ke Semarang. Meski bakal mogok2 dijalan kalo kita bener-bener niat ke Semarang ya bakal sampe juga kan?

Nah, sejak awal kita yang harus tentuin mau naik apa. Mau dengan cara apa kita selesaiin masalah kita. Kalo mau cepet ya naik pesawat, bayar lebih mahal. Kalo masalah mau cepet selesai, ya mau bayar harga lebih mahal. Mau berkorban lebih besar. Kalo santai dan lancar ya naik kereta. Kalo ga terlalu maksa masalah selesai, ya bayar harga yang berat-berat amat. Kita memang santai tapi jangan salah beban akan lama juga kita gendong kemana-mana.

Baca Juga : Pengorbanan Ngalahin Segalanya

Karya novia wu

Kalo Mau Bebas Jangan Mau Diperbudak

Setiap orang itu sebenernya tercipta kuat dan teguh. Cuma kekuatan dan keteguhan itu tergantung sama keputusan kita.

Ada orang yang kuat meski digoda sama duit. Karna dia “ambil keputusan” untuk kuat. Tapi ada yang ga kuat sama duit, apalagi kalo udah liat gambar Soekarno Hatta tersenyum berwarna merah.

Coba kita berhenti sebentar.

Keputusan apapun yang kita ambil. Itu tanggung jawab pribadi kita loh. Karna meski dipaksa sama orang lain dan keadaan. Kan tetap kita sendiri yang ambil keputusan. Bukan orang lain.

Jadi jangan cari kambing hitam.

Jadi gimana, berani ambil keputusan?

#

Kuat dan teguhkanlah hatimu.
Ga ada yang bisa kalahin kuat dan teguh.

#

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.

Mauliate

Bolehlah kita pakai otak berpikir
Apalagi disaat-saat yang genting
Bebas itu bukan tujuan akhir
Berguna setelahnya itu penting

#BelajarHidup
#TulisanKita
20180326 1227WIB Senin
Setiabudi One, Rasuna Said

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis

Sumber Gambar
unsplash.com dibuka pukul 23:27 WIB pada hari Senin tanggal 26 Maret 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *