Lakuin Dengan Segenap Hati Ga Cukup, Lakuin Seperti Buat Tuhan Bukan Manusia : #BelajarHidup

karya brianna santellan

Malas Bukan Alasan Marah Bukan Pembenaran

Ada artis zaman dulu namanya Jaja Miharja
“Apaan tuh” sering dia sebut dilayar kaca
Emosi boleh dan memang itu manusiawi aja
Tapi jangan dikendaliin sama manusianya kita

Salam Mas Bro dan Mbak Bro

Pernah malas dong?

Marah apalagi ya. Sering kali sepenting apapun kerjaan dan kegiatan yang harus kita lakuin. Saat kita tiba-tiba marah dan malas. Kita seolah punya alasan kuat untuk menghindar. Bahkan meski sampe akhirnya kita dapat ganjaran Kita biasa aja. Hukuman yang kita dapat kurang cukup untuk membuat kita sadar. Kalo kita ga sadar udah dikendaliin sama sifat manusiawinya kita.

Kenapa kita bisa cerita seperti ini, karna ada temen yang seperti itu. Kita berusaha untuk jelasin tapi tetep bandel aja. Diingetin eh malah pergi dan menyendiri. Sampe akhirnya lewat beberapa hari, dia datang sendiri dan ngakuin kesalahannya.

Lalu mau apalagi, bisanya tinggal belajar aja dari kesalahan. Karna kerjaan udah melayang. Untung ga datang.

Baca Juga : Jadilah Ahli dan Pakar di Bidang yang Paling Ga Dikuasai Orang Lain

karya patrick brinksma

Malas Bukan Alasan Marah Bukan Pembenaran

Ini #KisahNyata, jadi pernah kita diundang makan malam. Pada waktu makan ternyata ada orangtua yang gabung makan sama kita anak-anak muda. Sebelum mulai makan, ada kata sambutan dari mereka. Kata sambutannya sederhana tapi dalam. “Terimakasih untuk pelayanan kalian ya.”, katanya. “Saya jadi ingat temen-temen yang dulu kerja bareng sama saya dalam sebuah kepanitiaan seperti kalian ini. Sekarang mereka adalah pemimpin dibidangnya masing-masing. Ada yang jadi kepala dinas apa, jadi direktur perusahaan, dan jabatan-jabatan pemimpin lainnya”. Begitu kurang lebih sambutannya dan kita makan malam.

Wow, buat kita itu dalam.

Kenapa?

Pertama, karna yang ngomong memang buktiin omongannya. Dia punya jabatan sebagai pemimpin. Kedua, berarti masing-masing kita tuh punya potensi untuk memegang jabatan tertentu dimasa depan. Kalo kita memang bekerja dengan segenap hati dibidang kita masing-masing.

Dalam kepanitiaan itu ga ada yang dibayar 1 orang pun. Itu kenapa perkataan itu semakin dalam.

Orang-orang yang menjadi pemimpin kita sekarang. Mereka adalah orang-orang yang waktu muda lakuin kerjaannya meski belum ada gajinya. Tapi melayani dengan segenap hati.

Meski selama dalam kepantiaan, ada aja alasan untuk malas dan marah. Tapi malas dan marah bukan pilihan. Ibarat makanan itu hanya bumbu penyedap. Kalo ga ada garam dan cabe, makan tuh hambar. Memang kalo garam dan cabe doang ga bisa dinikmati. Harus bareng sama makanan lain.

Malas dan marah doang ga ada guna. Jadi nikmati aja proses dalam kegiatan apapun yang kita lakuin.

Baca Juga : Pergaulan yang Buruk Merusak Kebiasaan Baik

karya ricky kharawala

Lakuin Dengan Segenap Hati Ga Cukup, Lakuin Seperti Buat Tuhan Bukan Manusia

Manusiawi nya manusia, meski udah komitmen. Ada aja alasan yang bisa ngendorin komitmen itu. Tinggal kitanya aja yang harus bangkit lagi kalo sempet kendor.

Kalo sungguh-sungguh hormati dan hargaiin sesuatu. Kita pasti bakal mati-matian untuk itu. Kita bakal ngerjain tugas dan tanggung jawab kita dengan tanpa kasih kendor. Belum cukup kalo kerjaannya memang kita sukai. Apalagi kalo keuntungan yang kita dapat bakal gede. Lebih gas pollll lagi kita kerjainnya. Buat “untung gede” kita mau kerja mati-matian.

Gimana kalo kita kerjainnya untuk orang biasa dan ga dapat apa-apa sama sekali. Apa kita bakal kerjain biasa-biasa juga?

Silahkan Mas Bro dan Mbak Bro jawab sendiri.

Kalo kita kerjain maksimal saat ada untung gede. Kita lebih menghormati uang daripada manusia.

Hmm, jadi gimana kalo kerjaan kita diminta sama orang yang kita idolakan, hormatin, dan/ato takuti?

Apa baru kita kerjain maksimal juga?

Ada yang pernah bilang, lakuin dengan segenap hati seperti buat Tuhan bukan manusia. Saat denger kata-kata ini terus terang ga masuk akal. Tapi ada benernya. Bener 1000% malah. Kita harus kerjain segala sesuatu dengan sebaik-baiknya seperti untuk Tuhan. Tuhan adalah pribadi yang paling dihormati. Jadi ga ada kasih kendor.

Kalo kita terapin itu, segala sesuatu pasti berjalan BAIK. Mulai dari keluarga kita, sekolah, tempat kerja, lingkungan tempat kita tinggal, dan sampe akhirnya masyarakat luas, semuanya pasti berjalan dengan BAIK. Semua hal akan saling menguntungkan sama lain. Ga cuma yang ada duitnya doang. Karna kalo kita bener-bener hormatin Tuhan. Kita pasti sadar kalo seluruh apapun yang ada dalam hidup ini, seharusnya kita pertanggungjawabin sama Tuhan.

Bener dong?

Untung bukan alasan untuk berbuat sesuatu. karna hanya orang-orang yang bisa kasih untung yang akan tertolong.

Gimana nasib yang lainnya?

Apapun yang harus kita kerjain, lakuin dengan segenap hati ga cukup, lakuin seperti buat Tuhan bukan manusia.

Apapun yang saat ini sama kita. Bukan semata-mata karna kerja keras kita aja. Ada bantuan dari orangtua kita, temen, dan lingkungan kita. Kita harus sadari itu.

#

Ada yang pernah bilang, lakuin dengan segenap hati seperti buat Tuhan bukan manusia.

#

Semoga bermanfaat.

Seneng bisa berbagi.

Lakuin yang terbaik bukan karna untung
Kalo ga untung jadi ga dilakuin dong?
Hidup kita terkurung dan akan buntung
Karna untung bisa juga buat kita bolong

Sumber Tulisan
Pengalaman penulis

Sumber Gambar
unsplash.com dibuka pukul 10:27 WIB pada Hari Sabtu tanggal 30 Juni 2018

Trackbacks & Pings

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *