Mengakhiri Bukan Jalan Selesaiin Masalah : #BelajarHidup

karya samuel zeller

Mengakhiri Bukan Jalan Selesaiin Masalah
Berharap Cara Hadapi Masalah Apapun

Buat jadi pribadi yang berharap
Itu memang ga gampang ya
Tapi masa depan indah ditatap
Daripada kita putus asa jalaninya

Salam Mas Bro dan Mbak Bro

Lagi ada masalah?

Biasanya kalo lagi ada masalah, apa yang Mas Bro dan Mbak Bro lakuin?

Diam, cerita sama temen, cerita sama orangtua, ato curhat di media sosial?

Apapun cara yang Mas Bro dan Mbak Bro biasa lakuin. Ibarat perjalanan, masalah itu adalah beban. Jangan paksain bawa sendiri kalo bisa dibantu sama yang lainnya. Yah, memang sih. Sayangnya ga semua orang mau menerima beban yang kita punya. Kita harus punya orang-orang terdekat yang bisa kita percaya. Bahkan bukan rahasia lagi, kalo banyak anak ga percaya sama orangtuanya untuk ceritain hal-hal pribadi.

Lalu apa yang harus kita lakuin?

Baca Juga : Kaya Itu Udah Pasti Tinggal Siapa yang Mau Ambil Tanggung Jawab Untuk Itu

karya cristian newman

Mengakhiri Bukan Jalan Selesaiin Masalah

Ibarat dunia ini adalah manusia, sebenernya kita udah disuntik dengan imun harapan. Imun  itu disuntik sejak awal agar secara ga langsung dan secara otomatis kita kuat hadapi masalah dan tekanan apapun. Kita kuat meski keliatannya ga ada jalan keluar. Kita kuat karna berharap ada “harapan” hidup lebih baik kedepannya.

Dengan berharap kita ga berfikir mengakhiri. Mengakhiri masalah kita dengan ikut mengakhiri hidup. Mengakhiri masalah keluarga dengan perceraian. Mengakhiri hubungan asmara dengan putus. Karna mengakhiri bukan jalan selesaiin masalah.

Dalam sehari bisa 2-3 orang bunuh diri di Indonesia. Ada 812 kasus bunuh diri di  Indonesia tahun 2015. Ini 3 tahun lalu loh. Belum tau tahun 2018 ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data ini dari yang tercatat dan terlapor di kepolisian. Bisa aja di lapangan lebih tinggi kan. Tapi bayangin, tiap hari 2-3 orang bunuh diri, mengakhiri bukan jalan selesaiin masalah.

Kesannya dikit gitu ya. Karna cuma ratusan. Data lebih lengkapnya dari World Health Organization (WHO) lebih berat lagi. Buat yang belum tau jelasnya, WHO itu adalah badan di bawah PBB, WHO punya tugas sebagai koordinator kesehatan umum di bumi. WHO punya data kalo bunuh diri di Indonesia tahun 2012 adalah 10.000 kasus. Padahal tahun 2010 awalnya 5.000 kasus.

Perbandingan ke total penduduk Indonesia yang 150jt, ditahun itu memang cuma 0,0067. Tapi bayangin kalo dari angka 0,0067 itu ada keluarga / temen kita.

Jangan putus asa kalo ada masalah. Sekali lagi. Mengakhiri bukan jalan selesaiin masalah. Bunuh diri, perceraian, dan putus asmara bukan jalan selesaiin masalah. Angka bunuh diri aja udah segitu banyak. Belum lagi angka perceraian, apalagi angka putus kan?

Mas Bro dan Mbak Bro termasuk dalam yang mana?

Hidup ini kalo masalah jangan langsung memandang ga ada masa depan yang bisa diharapin. Disinilah pentingnya harapan tadi.

Baca Juga : 10 Bukti Kenapa Kita Ga Perlu Kuatir Dalam Hidup

karya yousef al nasser

Berharap Cara Hadapi Masalah Apapun

Semua orang memang harus saling menolong. Tapi sebelum ditolong orang lain kita harus bisa menolong diri sendiri. Kita ga bisa selalu harus menunggu orang lain. Kita harus bisa ambil keputusan, kita harus punya sikap hati, dan pola pikir yang penuh harapan.

Ga segampang itu ngomongnya Mas Bro dan Mbak Bro?

Ener uga.

Tapi lebih mending mana, putus asa ato berharap?

Bukannya lebih sakit kalo terus tertekan?

Berharap cara hadapi masalah apapun. Ga peduli masalah apapun yang Mas Bro dan Mbak Bro alami. Harapan adalah bahan bakar agar mesinnya tubuh kita kuat hadapi jalan-jalan berlubang. Harapan memungkinkan kita untuk liat masa depan tanpa kuatir. Harapan buat rasa ragu kita berkurang. Kalo ada rasa takut dan ragu itu wajar. Itu justru yang jadi pemicu untuk kita mau berharap. Kalo ga ada masalah apapun kan kita ga takut. Justru saat takut, muncullah harapan itu. Ga usah langsung mikir aneh-aneh. Hidup ini ga seserem film horor. Hidup ini juga ga segampang film final destination.

Nonton film yang membangun harapan deh. Daripada nonton film horor mending nonton komedi. Jangan komedi horor juga.

Tuhan itu ga egois. Tuhan ga kasih ujian lebih berat dari kemampuan kita. Meski dosen suka bersikap lebih hebat dari Tuhan. Atasan juga kan, apalagi komandan kan?

Udah seberapa banyak masalah yang pernah kita hadapi?

Masih aman-aman aja kita sekarang kan?

Jelas dong ada jaminan untuk masa depan kita. Tinggal gimana sikap hati dan pola pikir kita hadapin hidup ini aja dong. Dulu dan sekarang Tuhan mah sama-sama aja. Tuhan ga pernah iseng kasih kita masalah. Sadarin dong kalo kita yang sekarang justru lebih kuat dari yang dulu. Kita lebih kuat saat lewatin masalah kan?

Jadi ga usah kecewa sama temen dan keluarga. Ga perlu kecewa sama keadaan. Apalagi kalo kecewa sama Tuhan. Berat tuh Mas Bro dan Mbak Bro. Berharap emang cara paling ampuh deh.

#

Tuhan itu ga egois.

Selalu nemenin saat ada dan ga masalah.

#

Seneng bisa berbagi.

Semoga bermanfaat.

Tuhan itu ga iseng
kasih kita masalah
Kita jangan oneng
Dan hanya pasrah

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis
Priyambodo, Utomo & Ismail, Rachmadin. 2017. Tren Bunuh Diri di Indonesia dan Mancanegarakumparan.com/@kumparansains/tren-bunuh-diri-di-indonesia-dan-mancanegara dibuka pada

Sumber Gambar
unsplash.com dibuka pukul 09:06 WIB pada Hari Senin tanggal 02 Juli 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *