Usaha Untuk Mimpi : Bisa Melawan Orangtua Tapi dengan Karya : #BelajarHidup

karya patrick tomasso

Bukan Panduan Untuk Melawan Orangtua

Jujur kita ga mau melawanmu
Bapak Mamak kalian nomor satu
Yah anakmu ini cuma mampu
Bermimpi dan juga wujudin itu

Salam Mas Bro dan Mbak Bro

Pernah melawan orangtua?

Kenapa?

Tulisan ini kita dedikasiin buat semua orang yang lagi berjuang wujudin mimpinya. Buat yang cari pelajaran kejar cita-cita dunia. Buat yang mau ada perubahan.  Mas Bro dan Mbak Bro yang lagi berusaha tapi malah beda pendapat sama orangtuanya. Itu kenapa judulnya usaha untuk mimpi : bisa melawan orangtua tapi dengan karya. Berjuang harus jadi budaya.

Sebagai manusia normal yah Mas Bro dan Mbak Bro. Mulai dari kecil kita masing-masing udah diajarin buat bermimpi agar berhasil kalau sudah dewasa nanti. Masih ingat kan dengan pertanyaan, “Kalo gede nanti mau jadi apa?”. Entah datang dari mana tetapi pekerjaan tertentu akan melayang kepikiran Kita. Dan muka polos itu pun menjawab, Polisi Om, Astronot Tante, Pilot Oppung dan Tentara Kaka’ dan bla bla bla. Setiap anak punya jawaban masing-masing. Mulai dari pekerjaan formal biasa sampai yang aneh-aneh.

Pernah denger ga anak-anak kalo ditanya soal cita-cita lalu jawab mau jadi “copet” ato “koruptor”?

Entah mereka belajar darimana?

Saat ditanya apa alasannya simpel aja jawabannya. Dengan polos dijawab si Adenya jawab, “Liat di-tv mereka enak bisa ambil uang orang tapi ga dihukum. Kalo “ade” aja Bapak Mama langsung nyubitin.”

Dan ini bukan fiksi. Ini kisah nyata. Apa yang harus kita lakuin untuk atasi masalah ini?

Ini gambaran pertama soal melawan orangtua. Ini gambaran pertama sebelum ber prestasi. Ini gambaran “sekolah” dirumah kita.

Tapi kalo yang ini kita bahas itu dilain waktu aja.

Saat dewasa sering kali impian indah kita saat kecil ada yang gagal dan berhasil. Ada yang berusaha wujudin dan ada yang harus menunda bahkan menguburnya. Ada yang didukung orangtua dan ada yang menolak. Nah, ini nih yang mau kita obrolin. Melawan orang tua dengan karya.

Impian untuk menjadi sesuatu itu ga didapatin dengan mudah. Ga segampang masuk warteg. Tunjuk sana tunjuk sini, bungkus, dan bayar.

Entah datang darimana “pikiran soal ilustrasi warteg ini” tapi itu yang mungkin orang bilang ilham. Bisa datang karna liat, denger, rasain, dan ngalamin. Seperti seorang temen yang cita-citanya beda sama permintaan orangtuanya. Kerjaan yang dia pengen berlawanan sama pendidikan dan budaya keluarga.

Ada yang akhirnya jadi penyanyi karna sering berkumandang di kamar mandi. Ada yang jadi PNS karna memang bapaknya PNS.  Ada yang jadi polisi karena memang bapaknya polisi. Ada yang jadi dokter karena orangtuanya meninggal karna sakit parah. Nah, buat kita yang orangtuanya bukan siapa-siapa. Ada saja sosok orang tertentu, sosok idola yang menjadikan Kita menjadi “seseorang”. Impian-Impian itu begitu yakin akan kita wujudin.

Kita suka duduk-duduk termenung sambil senyum-senyum bayangin kalo udah berhasil. Sampai Kita ga sadar ternyata sedang jongkok ditoilet. Indah membayangkan saja sudah luar biasa. Apalagi menjadi …

Apa impianmu?

Kita pasti ingin menjadi sesuatu kan?

Ingin menjadi seseorang kan?

Mau belajar diluar negeri, lakuin perubahan sama dunia, punya uang banyak?

Apapun itu. Wujudin itu. Apapun halangannya wujudin itu.

Akhirnya dalam hati Kita berteriak keras.

“Apapun halangannya akan ku terjang. Impianku harus terwujud.”

#KataKita

Kata-kata motivasi itu sangat kuat tertanam dalam hati. Langkah pertama wujudin impian ini mudah. Sampein aja dulu sama keluarga. Khususnya kepada dua sosok pria dan wanita yang sejak kecil memupuk mimpi kita agar terwujud. Bapak dan Mama.

karya sandrachile

Bukan Panduan Untuk Melawan Orangtua

Seperti kita sebut diatas ini bukan ilmu melawan orangtua ya. Ini bukan pelajaran melawan orangtua di dunia. Ini adalah awal perubahan lahir kembali.

Ini langkah pertama yang berat. Buat yang didukung orangtua bersyukurlah. Langkah pertama udah berhasil. Prediksi kecil adalah masa depan kita cerah. Kita tinggal belajar dan dapat ilmu dari pengalaman.

Gimana dengan yang ditolak orangtua?

Mau buat prestasi eh ditolak duluan. Seharusnya dapat dukungan uang. Eh malah ditolak. Seolah penolakan jadi budaya. Seolah mereka bisa prediksi masa depan.

Ini nih yang perlu “bantai” untuk dicari solusinya.

“Pa, Ma “ade” kan sudah besar. Sudah bisa nentuin keinginan sendiri. Ade mau jadi pemain bola.” Dan Bapak dengan suara keras menjawab “Apa!!?” “Memang bisa makan apa dengan main bola?. Mau makan rumput?”.

Siapa yang alami?

Ternyata wujudin mimpi ga mudah. Orangtua aja udah jadi lawan pertama.

Apapun teriakan hati Mas Bro dan Mbak Bro.

Buktiin teriakan hati tadi. Apapun halangannya maju aja.

Pokoknya mimpi harus terwujud.Jangan malah lakuin hal yang salah. Jangan sampe keinginan orangtua menjadi penghalang. Jangan sampai berbelok arah. Kasih mereka pengertian atas mimpi kita. Sampaein apa alasan, kenapa, dan untuk apa itu semua.Minta dukungan dan doa restu.

Tapi kalo akhirnya ga dapat ….

Apa daya.

Lakuin dengan cara kita sendiri. Cuma mimpi namanya kalo ga diwujudin. Kita harus berjuang untuk karya. Kita harus ngerti kalo “anak bukan pelampiasan atas impian masa muda orangtua yang ga tercapai”. Jadi dari awal kalimat diawal diatas Mas Bro dan Mbak Bro, kita nekeninnya adalah berjuang. Ga pernah disaranin buat lunakin hati. Ga pernah. Tapi akhirnya jika hati Kita melunak dan mengikuti orangtua. Itu keinginanmu dan berjuanglah juga dengan itu. Jangan pernah sesali itu “nanti”. Jangan pernah sesali. Karna udah ga ada lagi gunanya.

karya gaelle marcel

Usaha Untuk Mimpi : Bisa Melawan Orangtua Tapi dengan Karya

Hidup ini adalah sekolah. Dunia adalah panggung pelajaran untuk berubah. Kita adalah generasi tiap angkatan tahun pelajaran. Dalam hidup kita adalah generasi yang dilahirin dari kebenaran. Kebenaran itu butuh keterbukaan. Jadi kalo punya mimpi dan mau buat prestasi. Eh beda sama keinginan orangtua. Kita harus saling terbuka. Kita harus dilahirin kembali. Sambil tetep kerjain sedikit demi sedikit mimpi kita. Kita juga perlu buat koreksi diri. Kenapa orangtua ga kasih dukungan?

Coba mulai dengan ambil hati orangtua kita. Mulai dengan ninggalin kejahatan lama kita. Kesannya kayak penjahat ya. Ubah pola pikir, cara ngomong, dan kebiasaan-kebiasaan buruk. Kalo kita ternyata jadi lebih baik dengan mimpi kita. Orangtua pasti dukung kok.

Orangtua mana yang kalo anaknya minta telor buat lauk malah dikasih kalajengking?

Orangtua mana yang kalo anaknya minta uang malah dikasih daun?

Identitas baru kita harus berubah lebih baik dan lebih kuat.

Kita ga bisa minta orang lainberubah berbuat baik kalo kita ga bisa nunjukin baiknya kita sama mereka. Mimpi kita itu juga ga akan dapat dukungan kalo berbuah baik sama orangtua kita.

Satu-satunya dan hanya satu alasan Bapak dan Mama membesarkan anak-anaknya. Orangtua hanya ingin liat anaknya bahagia. Itu aja. Ga kurang dan ga lebih. Mereka ga ingin saat tua nanti liat anaknya hidup susah. Numpang dirumah mertua.

Itu kenapa orangtua menuntut kita harus ngikutin keinginan mereka. Semata-mata hanya karna sayang Kita, dengan cara mereka sendiri. Sayangnya cara mereka kasih motivasi salah.

Buat yang memilih berjuang dengan impiannya. SELAMAT, itu motivasi penting. Kita sudah lolos dengan “ujian berat” pertama. Masih banyak ujian yang lebih berat lainnya. Lawanlah orangtua dengan karya kita nanti. Perubahan atas penolakan harus lahir kembali. Kita budaya penolakan adalah cara mendukung yang terbalik. Penolakan jadi pendidikan buat kita. Lingkungan yang ga dukung jadi sekolah kita. Respon dan omongan mereka jadi bahan belajar dan ilmu untuk kita.

Berjuanglah untuk itu.

Berjuang jadi budaya kita.

Jangan percaya sama prediksi kosong mereka.

Justru buat menjadi spirit booster Kita. Setiap terjatuh dan gagal. Bangkit lagi. Lakukan itu terus berulang-ulang.

Saat ada yang lecehin dan ngejekin. Kalahin bisikan itu. Jangan jadi rumah untuk kegagalan. Ambil itu jadi proses pendidikan  Karna ada aja, bisikan “Kenapa dulu ga ikut kata Bapak Mama aja ya jadi polisi ya, jadi dokter ya, jadi PNS”.”Kenapa ga kerja aja sesuai permintaan orang lain ya”. “Kenapa ga usaha aja nerusin punya keluarga ya?”

Jangan lemah dengan bisikan itu. Karna Mas Bro dan Mbak Bro cuma ada satu jawaban dan jalan keluar buat“bencinya” Bapak sama impian kita. Cuma berhasil dengan impian kita ini yang akan nenangin Bapak Mama. Karna untuk pertama kalinya atau mungkin kesekian kalinya. Anak kesayangannya melawan perintahnya karena “impian konyol” bocah. Saat sukses nanti kerasnya hati Bapak Mama akan hancur. Doa kita selama puluhan tahun akan terjawab saat Bapak berusaha tegar. Padahal matanya sudah berkaca-kaca dan akhirnya air matanya mengalir. Hatinya yang hancur berkata, “Anakku sudah sukses dengan impiannya. Kenapa selama ini Aku tidak mendukungnya.”

Apapun impian kita, apapun prestasi  yang mau kita cetak, apapun ilmu untuk jadi pelajaran berusahalah untuk itu. Mendapatkan impian itu aja ga mudah. Banyak orang diluar sana yang hidupnya ga jelas. Banyak orang diluar sana yang hidupnya lebih berat daripada kita. Bahkan bermimpi aja mereka ga bisa. Karna harus memikirkan perutnya terisi dulu.

Ini motivasi terakhir. Berubah sejak sekarang. Perubahan harus lahir kembali.

Mulailah dengan percaya. Dan lakuin dengan percaya. Biarin sikap hati, pola pikir, omongan, dan perbuatan kita sepakat percaya. Supaya hasilnya bisa dipercaya orang lain bisa terjadi. Saat kita sepakat maka kita akan mengalami perubahan secara perlahan. Masa depan bisa di prediksi cerah.

#

Sesungguhnya ga seorang bisa dapat hal baru kalo ga lahir baru.

#

Selamat berjuang.

Seneng bisa berbagi.

Mungkin impian kita dianggap murahan
Jangan lemah dengan semua halangan
Anak muda 
teruslah berjuang hai teman
Sampai akhirnya semua jadi beneran

Tembalang, Semarang
18:51 WIB 09 Oktober 2015
Tulisan Kita

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis
kita

. 2016. Melawan Orangtua dengan Karyawww.kompasiana.com dibuka pukul 23:49 WIB pada Hari Sabtu tanggal 21 Juli 2018

Sumber Gambar
unsplash.com dibuka pukul 23:49 WIB pada Hari Sabtu tanggal 21 Juli 2018

3 Responses to “Usaha Untuk Mimpi : Bisa Melawan Orangtua Tapi dengan Karya : #BelajarHidup

Trackbacks & Pings

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *