Cerpen Sedih Anak Pertama : Sampe Akhirnya : #CeritaKita

karya warren wong

Cerita Sedih Anak Pertama
Cerita Cinta

Sampe Akhirnya  . . .

Namaku Haruna, aku adalah anak pertama dari Ibu dan Ayahku.

Aku sungguh bahagia, karna sebentar lagi aku akan punya seorang adik. Umurku 10 tahun, aku tinggal dipinggiran kota dan aku lagi sibuk buat menghadapi ujian disekolah.

#

“Haruna….” suara ibu memanggilku dengan suara yang nyaring

Segera aku berlari hampirin kamar Ibu, ternyata Ibu udah terbaring lemas, sepertinya adikku ga lama lagi akan lahir. Lalu Ibu berkata: “Haruna, cepat panggil ayahmu”. Ga mikir panjang, aku langsung berlari mencari Ayah. Ayahku bekerja sebagai tukang kayu di salah satu toko kecil yang letaknya ga jauh dari rumah. Setelah sampe ditoko tempat Ayahku biasanya bekerja, aku liat ayah lagi motong kayu untuk membuat kursi bagi pelanggan nya. Aku berteriak dengan keras: “Ayah…..”

Seketika Ayah kaget denger suaraku, lalu dengan wajah cemas Ayah menghampiriku sambil nanya: “Ada apa, Haruna?

Lalu aku menjawab dengan gembira: “Ayah cepat pulang, Ibu akan melahirkan”. Lalu Ayah tersenyum denger kabar itu, dan kami pulang bersama kerumah. Sesampainya dirumah Ayah langsung membawa Ibu ke Rumah Bersalin buat melakukan proses persalinan. Setelah mereka pergi, aku langsung pergi kamar buat belajar. Saat membuka buku aku liat nilaiku diselembar kertas ulangan beberapa bulan lalu. Nilaiku sangat rendah dan akupun memang ga terlalu pintar dikelas apalagi saat ulangan, tetapi Ayah selalu memberikan nasehat, bahwa aku harus tetap belajar agar mampu mendapat hasil yang bagus. Setelah aku selesai belajar, aku denger suara datang dari pintu rumah, dan terdengar suara “Haruna?“. Lalu aku langsung keluar kamar dan ternyata Ayah udah pulang dari Rumah Bersalin, tetapi aku ga  liat Ibu, padahal mereka pergi bersama.

Lalu aku bertanya kepada Ayah, “ Ayah, Ibu dimana ? “

Dan ayah menjawab “Ibumu sedang dirawat, mungkin besok adikkmu udah lahir”. Denger kabar itu entah kenapa aku langsung tergerak memeluk Ayah dan berbisik: “Akhirnya aku punya adik, ayah.” Denger bisikan itu, Ayah netesin air matanya dan membalas bisikkan ku: “Ya Haruna, kau akan punya adik, tolong jaga dengan baik adikmu dan mainlah bersamanya”. Kami berdua berpelukan sambil menangis karna bahagia.

Baca Juga : Cerita Hot Indonesia : Sombong Itu Di Hati Bukan Di Mulut 

karya carlos arthur

#

Pagi menjelang, aku bangun dan siap buat pergi kesekolah dan menghapi ujian. Sebelum aku pergi, Ayah berpamitan denganku dan akan pergi ke Rumah Bersalin buat liat keadaan Ibu. Hari menjelang siang, matahari yang bersinar terang mulai menunjukkan cahayanya. Aku pulang kerumah dan ternyata ada tetanggaku yang menunggu didepan rumah. Dengan penasaran aku bertanya: “ Permisi, ada yang bisa saya bantu ?”

Lalu ia menjawab: “Haruna. Ayahmu nyuruh aku buat nemuin kamu, dan minta ngajak kamu pergi ke Rumah Bersalin”.

Aku mikir mungkin adikku udah lahir, dan aku segera pergi ke Rumah Bersalin itu. Sampe disana, aku liat Ayah duduk diruang tunggu sambil menangis, lalu aku datang dan bertanya: “Ayah kenapa menangis ? Apakah adikku udah lahir ? Tolong antarkan aku ke Ibu, agar aku bisa liat adikku. Dengan penuh air mata, Ayah malah memelukku dengan erat sambil berbisik dengan tangisan kecil:

“Haruna, adikmu udah lahir dan sekarang sedang bersama dokter yang merawat. Namun Ibumu ga bisa memeluk adikmu, saat melahirkan Ibumu meninggal”. Denger bisikan itu, aku terdiam sambil meneteskan air mata, seolah ga percaya apa yang telah terjadi. Aku denger suara tangisan bayi dari dalam ruangan. Aku langsung lari ke ruangan itu. Aku buka pintu ruangannya dan bener tangisan bayi itu adalah adikku yang udah lama aku nanti.

Lalu aku liat tempat tidur yang ada diujung ruangan, seorang wanita sedang tertidur pulas. Lalu Ayah datang meluk aku dari belakang, sambil memalingkan wajahku dari tempat tidur itu. Dengan berbisik lembut Ayah bilang: “ Haruna, kau udah liat adikmu ? Lihat dia menangis karna bahagia, bahwa dirimu udah hadir. Seketika aku ga mementingkan tentang adikku, tetapi aku penasaran dengan wanita yang tertidur diujung ruangan tersebut. Aku mulai balas bisikkan Ayahku: “Ayah, wanita yang tertidur disana itu siapa ?”

Baca Juga : Ceritain Kejelekan Orang Lain Itu Ga Membuatnya Berubah Lebih Baik

Denger bisikan itu, Ayah teriak dan mulai nangis dengan keras. Ayah ngomong dengan gemeter: “Hhhhhhaaruuunnaa… kau udah liat Ibumu ? Itulah Ibumu, ia udah tenang bersama Tuhan sekarang. Kini ia memberimu adik, yang akan menemanimu. Ibumu meminta satu permintaan kepada Ayah, sebelum ia tertidur. Ibumu mau kau selalu jagain adikmu baik apapun yang terjadi. Saat adikmu nangis, saat adikmu tidur, bahkan saat adikmu ketawa ceria. Ibumu mau kau selalu ada buat dia dan berada disampingnya menjaganya setiap waktu diperluin. Sebenernya Ibumu sekarang ada bersama kita saat ini, mungkin dia ga terlihat, tetapi dia tahu bahwa ia memiliki seorang anak yang baik dan mau menyayangi adiknya.

Baca Juga : Cerita Hot : Jangan Biarin Takut & Ragu Bullying Masa Depan Kita

karya kelly sikkema

Aku langsung lepasin pelukan itu dari Ayahku, dan aku hampirin tabung kecil dan liat bayi kecil yang lucu yang lagi tertidur pulas. Ayah mengatakan bahwa adikku adalah perempuan, dan namanya adalah Gadis Imharuna. Denger namanya aku langsung menangis, karna diakhir namanya ternyata terdapat namaku, aku mulai tersadar bahwa Ibuku benar-benar memberikan hadiah terbaik yang pernah aku dapatkan didunia ini. Ayah menghampiriku dan berkata: “Ibumu yang memberikan nama adikmu, dia berharap kelak bahwa adikmu akan menjadi pribadi yang baik seperti kakaknya, itulah alasan mengapa Ibumu memberikan namamu pada nama adikmu. Aku mulai memeluk Ayah sambil menangis dan mencium tabung kecil itu. Mulai saat itu aku berjanji pada hati kecilku, bahwa aku akan menjaga adikku dan selalu bersamanya. Seperti yang Ibu katakan kepada Ayah, sebelum ia pergi ketempat yang lebih tenang, yaitu ketempat Tuhan yang baik. Dan tiap malam aku selalu berdoa kepada Tuhan, agar tetap menjaga Ibuku dalam tidurnya dan menjaganya setiap hari.

Bersambung  . . .

#

Perpisahan bukan akhir tapi awal.

#

Semoga bermanfaat

Seneng bisa berbagi

Mauliate

Rumah Syahdan, Kemanggisan
20180724 0850WIB Senin
Cerita MatLevine 😊
Tukang Sunting kita

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis

Sumber Gambar
unsplash.com dibuka pukul 02:30 WIB pada Hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018

4 Responses to “Cerpen Sedih Anak Pertama : Sampe Akhirnya : #CeritaKita

  • keren gan cerpen nya,, ditunggu kelanjutan nya.
    visit balik gan hehehe

    • kekitaan
      6 hari ago

      Salam Mas Bro
      Wow, kerennya kenapa nih?
      Mauliate
      Terimakasih

  • keren ditunggu kelanjutannya, mampir juga blog ane elysetiawan.com

    • kekitaan
      5 hari ago

      Salam Mas Bro Ely Setiawan
      Udah 2 orang nih yang muji.
      Menurut Mas Bro kerennya kenapa nih?
      Mauliate
      Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *