Merdeka Itu Pilihan vs Budak Itu Pasti : #BelajarHidup

karya eberhard grossgasteiger

Pengertian Kemerdekaan dan Perbudakan?
Apa yang Harus Kita Lakuin Agar Merdeka?

Salam Mas Bro dan Mbak Bro

Gimana cara menghilangkan rasa takut?

Gimana cara mangatasi masalah?

Secara sederhana pengertian budak sama dengan takut. Saat kita berada dalam suatu ketakutan, ga disadari kita ada dibawah suatu perbudakan. Selama hidup ada banyak perbudakan yang kita alami. Seperti tadi kita sebut. Kita ga sadari ada banyak ketakutan yang memperbudak kita. Mulai dari takut gagal, takut dimarahi, takut ketinggian, takut kecoa, takut ular, dan takut-takut lainnya.

Apa ketakutanmu?

Silahkan isi dalam kolom komentar dibawah ya.

Nah, …

Pada dasarnya punya rasa takut itu wajar. Tapi jangan menjadi budak rasa takut. Kita sama-sama tau takut yang berlebihan itu salah. Lalu bagaimana caranya biar bisa lepas dari perbudakan? Bagaimana caranya menjadi pribadi yang merdeka dalam segala hal?

Baca Juga : Kaya Itu Udah Pasti Tinggal Siapa yang Mau Ambil Tanggung Jawab Untuk Itu

karya nick agus arya

Pengertian Kemerdekaan dan Perbudakan?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Persamaan arti merdeka adalah bebas, berdiri sendiri, ga terkena ato lepas dari tuntutan, ga terikat, ga bergantung sama orang ato pihak lain, dan leluasa. Sedangkan pengertian merdeka adalah bebas dari segala perbudakan, perhambaan, penjajahan, dan ketakutan, dan hal buruk lainnya.

Pengertian kemerdekaan adalah keadaan yang bisa berdiri sendiri dimana kita bebas, lepas, ga terjajah lagi, dan ga berada dibawah pengaruh hal buruk apapun. Untuk permasamaan katanya, kemerdekaan itu sama dengan kebebasan.

Masih menurut KBBI, persamaan kata sekaligus pengertian budak adalah anak, kanak-kanak, hamba, jongos, dan orang gajian. Sedangkan perbudakan adalah kelompok orang yang dirampas kebebasan hidupnya untuk bekerja guna kepentingan orang lain.

Kita bahas dulu dari permasalahannya ya. Ketakutan itu adalah kesalahan. Ketakutan akan sesuatu adalah bukti nyata dari perbudakan. Saat berada dalam ketakutan itu sakit. Bagaimana caranya lepas dari rasa sakit ini?

Sebanyak apapun kutipan kata-kata kemerdekaan yang kita tau ga akan lepasin kita dari perbudakan apapun. Kita perlu tindakan nyata atas kata-kata kemerdekaan itu. Jangan biarin sekedar kata-kata aja.

Seperti kita pernah bahas sebelumnya bahwa langkah pertama kalahin ketakutan adalah mengakui dan lakuin perubahan pelan-pelan. Sama juga halnya dengan kemerdekaan. Kita harus mengakui mau merdeka dan lakuin perubahan. Lalu sama seperti perbudakan juga, kemerdekaan itu juga harus ada bukti nyatanya.

Pengakuan itu penting. Itu kenapa makna proklamasi sangat penting untuk Indonesia. Kita perlu menyatakan kemerdekaan kita. Bukan sekedar pernyataan aja tapi ada makna proklamasi yang dalam dibaliknya.

Setelah kita mau mengakui, perubahan pelan-pelan seperti apa yang harus kita lakuin?

Baca Juga : Kadang Kita Lupa, Bukan. Sering Kita Lupa Bukan Karna Kuat dan Hebat Kita

karya pierrick van troost

Apa yang Harus Kita Lakuin Agar Merdeka?

Ada 2 cara menjadi pribadi yang merdeka. Ada 2 cara menghilangkan rasa takut. Cara pertama adalah dengan menghindari dan cara kedua adalah menghadapi.

Kita ambil contoh takut ular ya.

Dengan menghindari kontak sama ular seumur hidup. Maka kita ga akan pernah takut lagi sama ular. Gampang kan?

Kita akan berbeda pendapat dalam hal ini pasti. Hipnoterapi adalah salah satu cara yang menghindari rasa takut. Hipnoterapi membantu kita hadapi rasa takut. Tapi dengan hipnoterapi kita ga secara sadar menghadapi rasa takutnya kita.

Karna itu sayang cara pertama ini ga ada garansinya. Kita bisa aja merasa merdeka hari ini saat selesai hipnoterapi. Tapi masalah ga terjamin selesai 100%. Kita ga bisa menjamin ga pernah ketemu sama ular lagi. Saat tiba-tiba kita harus berhadapan sama ular. Maka rasa takut itu akan muncul lagi. Kita merasa masuk lagi dalam perbudakan rasa takut sama ular. Padahal selama ini kita ga pernah keluar sama sekali.

Cara kedua adalah cara paling ampuh. Berat tapi ampuh. Siapapun kalo disuruh berhadapan sama ketakutannya ga mudah. Tapi alasan ga mudah bukan alibi biar ga menghadapi rasa takut itu. Takut dingin ya tetep harus mandi. Kalo paksain mau mandi bisa sih pake air panas. Tapi permasalahan mandi beda dengan takut. Ga ada jalan alternatif. Ibarat sakit ya harus diobati, ga ada jalan lain.

Makna kemerdekaan disini ga ada tawar-menawar. Makna kemerdekaan disini hanya akan bisa kita dapat kalo kita mau hadapi ketakutan terbesar kita. Jatuh bangun itu wajar justru yang akan membuat makna kemerdekaan nya jadi lebih bermakna.

Sampe pada titik pembahasan ini Mas Bro dan Mbak Bro. Pasti banyak penolakan dan perdebatan dari Mas Bro dan Mbak Bro. Jadi cukuplah kita jawab dengan bercerita ya. Ini kisah nyata.

#

Ada senior dikampus dulu yang super duper galak. Wajah petaknya dan logatnya yang keras dan tegas untuk menjawab kalo dia datang darimana. Sebagai junior kita harus hormat sama senior. Ditambah lagi kalo seniornya adalah orang Batak. Maka kita hormatnya harus dua kali.

Pernah ada lomba di Bali. Dalam agenda lomba ada waktu untuk main ke Bali Zoo. Setelah keliling-keliling dan main-main sama banyak binatang. Rombongan kita tibalah disuatu tempat foto. Ada kesempatan untuk foto sama ular hijau yang panjangnya sekitar 1 meter. Kita cowok-cowok yang beradu Macho didepan cewek-cewek langsung antri.

Saat semua asik memfoto dan difoto. Ada senior lain yang lagi giliran pegang ularnya dan tiba-tiba berlari ke arah si Abang muka petak itu. Rasa hormat kita yang 2 kali lipat itu seketika hilang. Saat muka petaknya dilecehkan sama teriakan feminimnya.

Singkat cerita selang beberapa waktu.

Ada kesempatan si Abang senior itu kembali main lagi ke Bali. Pulang dari Bali dia cerita dan nunjukin hasil foto-fotonya.

Wow…

Coba tebak apa?

Dia foto sama ular hijau itu. Meski sedikit ragu. Tapi dimomen itu harus kita akui kalo rasa hormat dua kali lipat itu muncul lagi. Begini deskripsi dalam fotonya sama ular itu. Mukanya ceria, senyumnya iklas, senyumnya ular hijau itu juga ikhlas, dan muka ular itu juga ikhlas. Ga ada pemaksaan diantara mereka. Keliatan kalo hubungan mereka itu atas dasar suka sama suka.

Lalu dengan sombong dia cerita, dia dikerjain ternyata sama temen-temennya. Ada temennya yang suka piara reptil. Salah satu peliharaannya adalah ular piton. Temen-temennya pernah bawa ular piton itu ke kosnya dan dia dikunciin. Selama kurang lebih 1 jam Abang si muka petak kencan paksaan sama ular piton dalam ruangan 2X2 meter. “Aku diam dan dia diam aja“, itu kata Abang muka petak. Setelah lewat kurang lebih 1 jam temen-temennya datang. Si Abang muka petak udah akrab sama ularnya. Meski mereka masih diem-dieman. Wajarlah hubungan baru masih kaku. Kedunya masih perlu untuk lebih pendekatan satu sama lain. Sejak itu dia tau ketakutannya selama ini ga beralasan.

Sejak itu harus kita akui hormat kita naik berkali-kali lipat dari sebelumnya.

#

Seperti ular tadi. Selama menghadapi ular apapun pasti suara merdeka muncul dalam hati dan pikirannya. Tapi karna ga berani menghadapi takutnya Si Abang muka petak ga bisa apa-apa.

Si Abang muka petak sebenernya ga secara langsung berada dalam kendali si ular. Tapi dalam pikirannya dia dikendaliin sehingga perasaan takutnya muncul. Sampe akhirnya dia harus berhadapan sama rasa takutnya itu. Dia akhirnya punya pengertian merdeka dari ular. Suara merdeka nya ga cuma sekedar suara lagi.

Ga cuma sebatas perbudakan dan ketakutan. Apapun yang kita harus lakuin dalam hidup. Kita harus punya pengertian tentang kemerdekaan terlebih dahulu. Pemgertian itu menjadi dasar untuk bertindak. Biar gampang dipahami, pengertian yang dimaksud disini adalah prinsip, ideologi, dan tujuan.

Jadi dengan pengertian yang bener kita akan kuat dimanapun kita kerja dan berkarya. Arti kemerdekaan ga akan kita salah artiin. Didunia politik kita ga akan ikut-ikutan asal ngomong, asal oposisi salah. Didunia usaha kita ga ikut-ikutan asal dapat untung. Didunia media kita ga ikut-ikutan asal bahas apa yang lagi rame aja. Arti kemerdekaan dari perbudakan lebih dalam dari itu. Karna arti kemerdekaan bukan sekedar lepas dari rasa takut aja tapi juga kesalahan. Kita bahas lain kali ya.

Jangan tunggu besok, merdeka hari ini. Sebagai pribadi kita harus merdeka dari apapun. Setiap apapun yang kita lakuin kita perlu mengerti apa, kenapa, dan untuk apanya. Kita harus menjadi pribadi berbeda. Kita menjadi berbeda bukan asal berbeda juga. Tapi karna kita memang berani lakuin hal yang baik dan bener. Saat yang lainnya ga.

Baca Juga : Apa yang Kita Percaya Itu yang Akan Terjadi Sama Kita

karya hybrid

Merdeka Itu Pilihan vs Budak Itu Pasti

Merdeka hari ini ato besok?

Merdeka itu adalah pilihan. Sedangkan menjadi budak itu pasti.

Kita mau memilih ato ga?

Banyak orang mencari cara menghilangkan rasa takut. Banyak orang yang mencari cara mangatasi masalah nya masing-masing. Setiap hari ada suara merdeka muncul dalam hati dan pikiran mereka.

Tapi …

Itu semua tergantung sama kita masing-masing. Banyak orang percaya kalo merdeka adalah jawaban. Tapi ga banyak orang percaya yang mengerti masuk dalam kemerdekaan itu sendiri. Ga banyak orang mau mengakui dan lakuin perubahan pelan-pelan. Ga banyak orang mau menghadapi perbudakannya.

Pada akhirnya …

Liat Si Joni Sepemanjat Tiang Bendera, Yohanes Ande Kala Macal. Dia bisa punya banyak alasan ketakutan untuk ga memanjat.

Tapi …

Saat dasar hidup kita udah tepat. Kita akan hidup seperti magnet. Maka semua hal baik akan mendekat. Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya. Kita mendapatkan sesuatu yang ga perlu kita usahain.

Cukup dengan memanjat tiang bedera diwaktu yang tepat. Semua hak baik mendekat untuk dia dan keluarganya tanpa perlu untuk bersusah payah. Diluar sana pasti banyak orang yang lebih berani dan lebih jago memanjat dari Joni. Tapi mereka ga dapat apa yang Joni dapat.

#

Ga perlu dibeda-bedain.
Mental merdeka dan mental budak keliatan jelas bedanya.

#

Seneng bisa berbagi.

Semoga bermanfaat.

Mauliate

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis

Sumber Gambar
unsplash.com dibuka pukul 02:32 WIB pada Hari Minggu tanggal 12 Agustus 2018

2 Responses to “Merdeka Itu Pilihan vs Budak Itu Pasti : #BelajarHidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *