Apa Aja Contoh Peristiwa Hukum? : #HukumKita

Apa Itu Peristiwa Hukum?
Apa Hubungan Peristiwa Hukum dan Perbuatan Hukum?

Tatanan hidup lebih tertib dan aman
Apabila diberlakukan sebuah hukum
Udah tau pengertian hukum apaan?
Baca disini kalo mau paham hukum

Salam Mas Bro dan Mbak Bro!

Pernah dihukum ga?

Interaksi antara anggota masyarakat yang satu dan lainnya akan selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi antar anggota masyarakat dalam berbagai bidang dapat memunculkan berbagai peristiwa kemasyarakatan. Peristiwa hukum ato kejadian hukum ato rechtsfeit ini adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat dan menimbulkan akibat hukum. Akibat hukum ini bisa bermacam-macam dan akan dikenai sanksi yang berbeda.

Nah, pada ulasan kali ini kita akan membahas mengenai hukum, mulai dari peristiwa hukum, akibat hukum, subjek hukum dan objek hukum dan lain sebagainya. Penasaran kan? Yuk, simak ulasannya di bawah ini supaya wawasan Mas Bro dan Mbak Bro tentang hukum menjadi semakin bertambah.

Apa Itu Peristiwa Hukum?

Peristiwa hukum adalah semua kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan akibat hukum, hal tersebut terjadi pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan hukum. Ada sebuah contoh misalnya, terjadi perkawinan antara pria dan wanita yang akan membawa peristiwa itu bersama hak-hak maupun kewajiban baik bagi pihak pria sebagai suami dengan serangkaian hak-hak dan kewajibannya. Sedangkan pihak wanita sebagai istri juga memiliki serangkaian hak dan kewajibannya.

Oleh sebab itu, pada hakikatnya perkawinan ini disebut sebagai suatu peristiwa hukum, meskipun begitu jika dilihat dari sisi lain dapat dinamakan lembaga-hukum ato institusi hukum.

Apa yang Dimaksud dengan Akibat Hukum?

Setelah mengetahui apa itu peristiwa hukum, selanjutnya adalah akibat hukum. Pengertian akibat hukum ini dapat diartikan sebagai suatu akibat yang ditimbulkan oleh suatu hubungan hukum. Hal inilah akan memberikan hak dan kewajiban yang sudah ditetapkan oleh undang-undang, sehingga kalo dilanggar akan menimbulkan akibat. Lalu, orang yang melanggar tersebut dapat dikenai tuntutan di muka pengadilan.

Misalnya, Mas Bro ato Mbak Bro telah membuat janji dengan sahabat untuk nonton bioskop, namun salah satu dari kalian ada yang ingkar janji. Maka peristiwa tersebut ga akan membawa akibat hukum. Tetapi secara non-hukum mungkin akan ada ganjalan ato perasaan gak enak dari yang dijanjikan bisa saja terjadi.

Apa yang Dimaksud dengan Subjek Hukum?

Pengertian subjek hukum merupakan segala sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban untuk bertindak dalam hukum. Subjek hukum dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Orang dan Badan Hukum.

Pertama yaitu subjek hukum manusia atau orang, merupakan kedudukan yang sama dimiliki oleh setiap orang selaku pendukung hak dan kewajiban. Subjek hukum ini pada prinsipnya dimulai sejak lahir sampai meninggal dunia. Selain itu, orang statusnya belum menikah, belum memasuki usia dewasa dan orang yang dibawah pengampunan.

Lalu, orang yang telah dinyatakan gak cakap untuk melakukan sendiri perbuatan hukum menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1330, yaitu orang yang belum dewasa dan  dibawah pengampunan atau curatele, seperti orang yang dungu, boros dan sakit ingatan serta wanita yang berstatus dibawah pernikahan.

Kedua, subjek hukum badan usaha adalah suatu lembaga atau perkumpulan yang mempunyai tujuan tertentu dan dibuat oleh hukum. Berperan sebagai subjek hukum, badan usah mempunyai syarat-syarat hukum yang telah ditentukan, antara lain: Memiliki kekayaan terpisah dari kekayaan milik anggotanya dan hak dan kewajiban yang terpisah baik badan hukum maupun anggotanya.

Badan hukum sebagai subjek hukum dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu: badan hukum publik, seperti propinsi, kabupaten dan negara serta badan hukum perdata, seperti yayasan, koperasi, dan perseroan terbatas atau PT.

Apa yang Dimaksud dengan Objek Hukum?

Pengertian objek hukum adalah segala sesuatu yang memiliki manfaat untuk subjek hukum dan dapat menjadi objek dalam suatu hubungan hukum. Objek hukum ini bisa berupa hak yang dapat dimiliki dan bernilai ekonomis maupun benda ato barang. Menurut pasal 503-504 KUH Perdata disebutkan bahwa objek hukum dapat dibedakan menjadi 2, antara lain:

Pertama, benda bergerak yang merupakan benda dengan sifatnya yang dapat dilihat, diraba ato dirasakan dengan panca indera, seperti benda berubah ato berwujud. Sedangkan, benda bergerak adalah benda yang hanya dapat dirasakan oleh panca indera saja ato gak dapat dilihat dan dapat direalisasikan menjadi suatu kenyataan. Misalnya lagu ato merk perusahaan.

Apa Hubungan Peristiwa Hukum dan Perbuatan Hukum?

Seperti yang udah Mas Bro dan Mbak Bro ketahui sebelumnya, kalo pengertian peristiwa hukum adalah peristiwa ato kejadian yang muncul di masyarakat yang dapat menimbulkan akibat hukum. Peristiwa hukum ato kejadian hukum ini juga disebut Rechtsfeit. Ada dua macam Rechtsfeit dalam hukum, yaitu perbuatan subjek hukum orang dan badan hukum serta bukan perbuatan subjek hukum.

Lalu, perbuatan subjek hukum yang akan menjadi peristiwa hukum ini masih dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu: Perbuatan hukum dan perbuatan lain yang bukan perbuatan hukum.

Dikatakan perbuatan hukum jika perbuatan yang telah dilakukan tersebut diberi akibat atau mempunyai akibat hukum, dan sebagai akibat hukum akan diberikan  oleh yang bertindak. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia akan melakukan suatu perbuatan untuk memenuhi keinginannya. Perbuatan hukum adalah  perbuatan yang dilakukan oleh seseorang secara sengaja untuk menimbulkan hak dan kewajiban.

Perbuatan hukum sendiri terdiri dari: perbuatan hukum sepihak, yaitu perbuatan hukum yang dapat dilakukan hanya satu pihak dan menimbulkan hak dan kewajiban di satu pihak saja. Misalnya, pembuatan surat hibah dan wasiat. Dalam perbuatan hukum dua pihak, yaitu perbuatan hukum yang akan dilakukan oleh dua pihak dan menimbulkan hak dan kewajiban di kedua belah pihak ato hubungan timbal balik. Misalnya, perjanjian jual beli ato sewa menyewa, dan sebagainya.

Sedangkan untuk perbuatan lain yang bukan perbuatan hukum, terdiri dari: perbuatan yang diatur oleh hukum, yaitu akibat yang tidak diberikan oleh pelaku perbuatan yang diatur oleh hukun namun perbuatan tersebut bukan perbuatan hukum. Untuk perbuatan yang bertentangan dengan hukum ato yang disebut onrechtmatige daad, yaitu sebagai akibat suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan diatur oleh hukum, akibat tersebut tidak dikehendaki oleh pelaku perbuatan.

Ragam Macam Contoh Peristiwa Hukum

Berikut ini adalah macam-macam contoh peristiwa hukum, antara lain: Pertama, peristiwa transaksi jual beli barang. Hal ini terdapat akibat diatur oleh hukum, yaitu terdapat hak dan kewajiban seperti pada pasal 1457 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, yang menyatakan “Jual beli adalah suatu persetujuan, dengan mana pihak uang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan, dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan”.

Kedua, peristiwa kematian seseorang. Hukum perdata akan menimbulkan akibat yang telah diatur oleh hukum pada peristiwa kematian seseorang secara wajar, seperti penetapan pewaris dan ahli waris. Menurut pasal 830 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, yaitu menyatakan bahwa Pewarisan hanya berlangsung karna kematian. Namun, kalo kematian tersebut karna pembunuhan, maka akibat hukum yang timbul bagi pembunuh harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Itulah ulasan mengenai hukum, mulai dari peristiwa hukum, akibat hukum, subjek dan objek hukum, macam-macam peristiwa hukum dan lain sebagainya.

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.

Mauliate.

Hukum itu bersifat memaksa
Dapat hukuman bila dilanggar
Kalo pada gak mau dipaksa
Hormati hukum, gak langgar

#HukumKita
20180831 0601 WIB Jumat
Rumah Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *