Mau Menaikkan Peringkat SEO, Udah Bebas Dari Penalti Google Belum?

Salam #MasBro dan #MbakBro

Lagi naikkin peringkat websitePake SEO?

Uda tau belum kalo website bisa kena pinalti?

Nah, bagi pemilik website dan pemilik bisnis online, ga ada yang lebih mengerikan selain tiba-tiba, pada suatu hari, kita nemuin trafik web turun hingga ke dasar garis. Trafik memang bukan segalanya. Jelas bukan parameter utama untuk ngukur kesuksesan sebuah bisnis. Tapi, turunnya trafik secara mencolok cuma bisa berarti satu hal: website kita dipenalti sama Google!

Dan, kena penalti ini fix mimpi buruk buat para online marketer. Selain turunnya trafik, Google juga bisa ngasih penalti untuk web-web “nakal” berupa banned dan sandoboxing.

Ngomongin soal hukuman Google, seringnya kita nganggep itu cuma kejadian sama situs-situs penuh malware, yang punya konten ilegal (misalnya pornografi, judi, dan bajakan), atau situs penebar spam. Sayangnya, hukuman pun bisa diberikan sama “anak baik-baik”, sama website yang uda berusaha ada di jalur yang bener, tapi ga paham sama karakter algoritma. Jadinya, yah, ikut tersapu bersih juga.

Google ga salah? Khilaf, kali

Well, mesin pencari ga sepenuhnya hitam dan putih. Artinya, Google memperlakukan semua website yang ada tanpa pilih kasih, biar kata produk mereka sendiri. Contoh kasus yang sempat heboh tahun 2012 lalu, Google pernah ngasih penalti, loh, buat Google Chrome karna memanipulasi PageRank.

Pertanyaannya, apa itu Google penalty? Apa aja jenisnya dan seberapa parah akibatnya? Trus, gimana cara ngindarinnyaCus, kita kupas tuntas.

Baca Juga Belajar SEO untuk Pemula : 127++ Pertanyaan tentang Apa Itu SEO dan Jawabannya (10)

 

Mau Menaikkan Peringkat SEO, Udah Bebas Dari Penalti Google Belum 2

Apa Itu Google Penalty?

Gampangnya, Google penalty adalah “hukuman” yang diberikan Google kepada setiap web yang ngelanggar Google’s quality guidelines. Penalti bisa menyebabkan ranking sebuah situs terjun bebas alias menurun secara drastis. Situs kita ga bakal dapet trafik dari organic search. Bahkan, di beberapa kasus, situs kita bahkan ga akan nongol di mesin pencari.

Emang, apa sih pentingnya trafik dan ranking? Kalo website kita kena penalti, kenapa emangWell, it depends.

Kalo kita pemilik blog yang cuma mau curhat-curhat asyik, trafik dan ranking mah mungkin ga bakal ngaruh banyak, yah. Tapi, kalo kita pemilik bisnis online atau blogger yang lagi semangat-semangatnya memonetisasi blog, trafik dan ranking sih salah satu faktor yang memengaruhi kesuksesan bisnis kita.

Tenang dulu, turunnya trafik dan peringkat ga selalu berarti situs kita terkena penalti. Bisa aja itu disebabkan hal lain. Jadi, sebelum panik, nih, beberapa penyebab turunnya trafik, selain penalti:

  • Masalah-masalah teknis kayak beberapa laman yang diblokir robots.txt, masalah sama Google crawler, ato gangguan server.
  • Website kita baru dan belum diindeks oleh Google. Untuk ngasih tau Google biar mengindeks situs baru kita, bisa langsung submit URL di Google.
  • Ganti domain. Misal ketika kita mengganti domain dari domain gratis ke TLD, biasanya bakal ngaruh terhadap trafik meski perubahannya ga dramatis.
  • Ganti template. Perubahan struktur web biasanya juga ngaruh ke trafik, karna Google kudu re-cached tampilan baru website kita.

Macam-Macam Hukuman yang Diberikan Google

Dari yang sedikit parah sampe yang parah banget. Dari mulai penalti yang bersifat temporari sampe penalti “tiada maaf bagimu”. Apa aja itu? Sok, dicek.

1.Sandboxing

Sanboxing emang masih jadi perdebatan di dunia SEO. Ada yang bilang kalo sanboxing ini bener-bener ada, tapi ada juga yang berpendapat kalo ini imajinasi belaka. Apa pun, tapi rasanya tetep penting buat kita tau ini supaya stay alert. 

Sandboxing bisa diartikan sebagai masa percobaan yang diterapkan Google untuk web-web baru dan web yang lagi masa pemulihan dari penalti. Sanboxing mulai diberlakukan pada Maret 2004. Jadi, web yang dibuat setelah itu biasanya akan masuk ke masa percobaan sebelum bisa mulai kiprahnya di mesin pencari.

Tanda-tanda Sanboxing

Gimana kita tau kalo web kita berada dalam masa sandboxing? Nih tanda-tandanya:

  • Kalo kita ga dapet trafik yang memuaskan dari kata kunci utama website kita, meskipun PageRank-nya bagus, kontennya berkualitas, ato meskipun kita punya jumlah backlink yang banyak. 
  • Kita tetep dapet trafik dari organic search, tapi bukan dari kata kunci utama. 
  • Website kita adalah situs baik-baik yang ga pernah ngelanggar peraturan, slalu pake rel=”no-follow” untuk sponsored post, punya tampilan yang user & mobile friendly, melakukan white hat SEO, rajin nge-share ke media sosial, tapi, trafiknya sangat rendah.

Penyebab Sandboxing

  • Website kita baru, tapi kita nekat nimbrung di keyword yang tingkat kompetisinya tinggi. Google perlu waktu untuk percaya sama website kita sebelum munculin di hasil pencarian.
  • Lagi recovery mode dari penalti. Kali-kali kita pernah khilaf, trus mempraktikkan teknik-teknik black SEO, ehh, kemudian dipenalti. Kalo uda gitu, situs web kita bakal tetep dalam masa sanboxing alias diawasi hingga mesin pencari mempercayai situs kita lagi.
  • Pake domain yang uda pernah dipake dan ternyata domain itu uda pernah kena penalti. 
  • Website kita uda lama (berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun) ga aktif, sehingga mesin pencari berpikir bahwa mungkin kita uda nyerah sama idup. Eh, maksudnya nyerah untuk ngebuat konten berkualitas.

Periode sanboxing: 1-6 bulan. Rata-rata 3 bulan.

Cara Keluar dari Sandboxing

Solusinya mungkin terdengar klise, tapi tetep layak untuk dilakukan kalo emang bener kita serius mengelola sebuah website. Ini juga berlaku kalo kita uda telanjur beli nama domain bermasalah.

  • High quality content. Tetap buat konten yang informatif dan bermanfaat sesuai dengan niche website kita.
  • Jadi anak baik. Patuhi semua peraturan Google dan mesin pencari lain. Kalo kita melakukan mal-praktik SEO karna emang ndak tau, coba baca berbagai referensi, dan mulai lakuin perbaikan.
  • Saatnya bersih-bersih. Kalo kita uda lebih teredukasi soal mal-praktik SEO, sekarang saatnya untuk bebersih.
  • Tobat. Teknik black SEO, tuh, uda ketinggalan zaman. Berentiin keyword stuffing, unnatural link, cloaking, dan lain-lain.

Tip lain: Sebelum mutusin untuk beli domain, coba cari dulu nama domain yang sesuai dan “bersih”.

2. Penalized

Terkena penalized ibarat disuruh berdiri di depan kelas, trus satu kaki keangkat dan tangan megang daun telinga. Website kita bakal diturunin peringkatnya di hasil pencarian. Beberapa bahkan ga tampil samsek. Ini jenis penalti yang sering terjadi dan punya dampak yang beda-beda.

Ada 2 tipe pinalti: manual dan algoritma.

Penalti manual artinya, jenis penalti yang langsung diberikan Google kepada website yang ngelanggar Google’s quality guidlines, sedangkan Penalti algoritma berlaku buat semua website karna terjadi perubahan algoritma Google.

Tanda-Tanda Penalti:

  • Trafik turun drastis di beberapa laman.
  • Trafik turun drastis untuk beberapa kata kunci.
  • Trafik turun secara keseluruhan.
  • Website tidak tampil di hasil pencarian untuk kata kunci tertentu.
  • Website tidak tampil di hasil pencarian untuk semua kata kunci.

Penyebab Google Penalty

  • Melanggar Google’s quality guidelines.
  • Terkena dampak algoritma seperti Google Panda, Penguin, atau Hummbingbird.
  • Mengandung konten bajakan.

Cara Mengatasinya:

  • Ketahui dengan pasti penyebab penalti.
  • Lakukan perbaikan.
  • Ajukan review ulang ke Google.
3. Banned/Deindexed

Nah, kalo yang ini, website kita ga lagi disuruh berdiri di depan kelas, tapi diusir keluar dari kelas. Dengan kata lain, website kita sama sekali “dilengserkan” dari mesin pencari. Serem, yak! Kita ga akan bisa nemu website kita di mana pun. Kita dan website kita, menghilang dari dunia.

Cara ngecek apakah situs kita di-banned ato ndak, ketikkan frasa berikut di Google Search ==> site:URL website

Kalo emang di-banned, hasil pencarian akan tampak seperti ini:

GOOGLE-BANNED

Baca Juga Mau Website tampil di halaman 1 Google? Pake Jasa SEO Jakarta Aja

 

Penyebab Web di-banned:

  • Bertentangan dengan hukum, baik itu hukum internasional maupun hukum di negara kita.
  • Website kita di-hack.
  • Website berisi malware dan spam (Google Penguin).
  • Melanggar Google’s quality guidlines.
  • Diblokir oleh Google atas permintaan pihak yang berwajib seperti negara atau kepolisian.
  • Melanggar copyright website atau produk tertentu.
  • Menggunakan domain yang pernah di-banned sebelumnya.

Cara mengatasinya:

  • Pastikan bahwa situs kita bener-bener di-banned, bukan karena situs kita masih baru.
  • Cari tahu penyebab pasti mengapa situs kita di-banned.
  • Kalo di-banned karna alesan hukum, ga yakin, sih, punya saran yang bermanfaat, tapi kalo situs kita di-banned karna melanggar quality guidelines, segera perbaiki terlebih dahulu.
  • Ajukan permintaan review ulang kepada Google atau reconsideration requests.

Selain langkah kuratif di atas, ada baiknya kita juga melakukan langkah-langkah preventif (pencegahan). Pastiin website kita dipercayakan kepada penyedia jasa web cloud hosting yang memiliki tingkat keamanan server paling tinggi. Ato kalo curiga sama website kita, apakah terkena malware  ato ga, sehingga khawatir di-banned, kita bisa manfaatin jasa pembersihan malware.

Iyak, buat yang panik abis baca artikel ini, boleh silakan di cek dulu website-nya, apakah terkena penalti atau ndak. Usaha pengecekan bisa dilakukan dengan tools yang disediakan oleh pihak ketiga. Ya, memang banyak yang nyediain tools, dari mulai yang gratis sampe yang berbayar. Tapi tetep, cara paling baik adalah dengan merhatiin data di Google Analytics dan Search Console kita.

#

Berubah menjadi lebih baik untuk diri sendiri,

Jangan tunggu kena pinalti, dulu. 

#

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.

Sesusah apapun itu #MulaiAjaDulu
Masalah ga selesai pake menggerutu
Biarin imajinasi terbang kayak bulu
Karya nyebar kemana dibantu waktu

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis
https://www.dewaweb.com/blog/google-penalty-sandboxing-banned/  dibuka pukul 13.00 WIB pada hari Senin tanggal 9 April 2019

Trackbacks & Pings

  • Lagi Cari Jasa SEO Terbaik di Jakarta? Udah Tau Ini? - kekitaan :

    […] Strategi SEO yang baikUda banyak orang yang tau cara mengaplikasikan strategi SEO. Namun, yang perlu diketahui adalah apakah strategi tersebut uda sesuai sama prosedur yang baik? Sejauh ini masih banyak yang pake cara yang ilegal hanya supaya bisa mencapai tujuan untuk nangkring di halaman pertama Google. Strategi ini juga disalahgunakan, dan mereka yang biasanya menyalahgunakan strategi SEO ini biasa disebut dengan Black Hat SEO.Untuk itu, pengaplikasian White Hat SEO, atau strategi yang baik kudu dilakukan. Sedikit tentang Black hat SEO dan White SEO ada di sini. […]

    1 minggu ago

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *