Gimana Cara Agar Website Toko Online Kita Bisa di Percaya?

Salam #MasBro / #MbakBro

Punya toko online / online shop?

Ada banyak cara untuk membuat website kita dipercaya oleh orang baru mampir ke halaman kita. Salah satu yang paling umum adalah dengan nambahin testimonial ato social proof.

apa itu social proof

Apa Itu Social Proof dan Manfaatnya dalam Usaha Online Marketing

Secara psikologis, manusi tuh punya kecenderungan untuk ngikut apa yang dilakuin orang lain, apalagi kalo orang itu punya popularitas ato posisi tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku ini juga sering keliatan ketika seseorang mempertimbangkan untuk membeli suatu barang.

Di era digital kayak gini, banyak orang manfaatin internet untuk nyari tau pengalaman orang-orang yang uda duluan beli / nyoba suatu produk. Makin banyak review positif atas suatu produk, makin besar lah keinginan untuk membeli produk tersebut. Nah, dalam dunia pemasaran digital, penggunaan testimonium (yang akrab kita tau dengan testi) dan review tersebut merupakan bentuk penggunaan social proof (bukti sosial).

Definisi Social Proof

Social proof bisa diartiin sebagai pengaruh positif yang dirasakan seseorang ketika liat orang lain ngelakuin sesuatu. Salah satu contoh social proof, kecenderungan orang untuk memilih tempat makan yang selalu rame.

Kalo mobil yang parkir banyak, antrenya panjang, pasti kita mikirnya tempat makan itu enak. Walaupun, bisa aja kita sendiri belum pernah nyobain. Trus, karna rame terus, lama-lama kita jadi penasaran dan akhirnya mencoba sendiri rasa makanan yang bisa buat orang-orang ngantre panjang dan lama itu.

Para pegiat bisnis online pun ngelakuin hal serupa dengan menggunakan social proof pada produk atau jasa yang dipasarkan. Social proof bisa jadi alat marketing yang efekif. Menurut survei AC Nielsen taun 2013, sebanyak 68% responden tuh ngandalin ulasan konsumen di jejaring online atau rekomendasi dari orang yang mereka kenal, sebagai tolak ukur keunggulan suatu produk / jasa.

Baca Juga : Strategi Pemasaran : Belajar Jalanin Bisnis Online Pake Media Sosial : #PanduanKita

 

Gimana Cara Agar Website Toko Online Kita Bisa di Percaya

Karya Adeolu Eletu

DI BAWAH PENGARUH: KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP IKLAN

Ngedapetin kepercayaan calon konsumen, baik ketika beriklan di media konvensional seperti TV, surat kabar dan radio, atau di media modern kayak smart phone / device dan online, adalah cawan suci dari kampanye yang sukses. Setidaknya, menurut laporan terbaru dari Trust In Advertising Nielsen.

Kabar baik bagi pengiklan adalah bahwa tingkat kepercayaan calon konsumen sekarang lebih tinggi daripada beberapa tahun yang lalu. Bahkan, penelitian ini ngungkapin kalo kepercayaan dalam iklan online meningkat, sama kayak kepercayaan pada iklan di TV, radio dan layar film.

Words of mouth advertising pun masih sering disebut sebagai iklan yang diterima, dan masih jadi yang paling berpengaruh. 84% responden global di 58 negara dalam survei online Nielsen sih bilang sumber ini adalah yang paling bisa dipercaya. 

Kemudian, kepercayaan dalam beriklan di website bermerek meningkat 9 poin persentase menjadi 69% pada 2013, sebagai format paling tepercaya ke 2, naik dari peringkat 4 di taun 2007.

68% responden survei nunjukkin bahwa mereka percaya sama pendapat konsumen yang dipasang secara online, yang memberi peringkat ketiga di 2013, naik 7 poin persentase dari 2007.

“Pemasar brand harus didorong untuk menemukan iklan yang dimiliki di antara format pemasaran yang paling tepercaya,” kata Randall Beard, kepala global, Solusi Pengiklan di Nielsen. “Bentuk iklan ini dipercayai oleh hampir 70 persen konsumen secara global, yang menekankan gagasan bahwa pemasar mempertahankan kemampuan untuk mengontrol pesan tentang merek mereka dengan cara yang menurut konsumen dapat dipercaya. Kredibilitas yang dirasakan ini adalah komponen kunci dalam efektivitas periklanan. ”

sumber: nielsen

Selain ningkatin kepercayaan pada pesan di website bermerek, lebih dari setengah (56%) responden mengatakan mereka percaya e-mail yang disetujui konsumen, meningkat 7 poin persentase sejak 2007.

Untuk iklan online lainnya, hampir setengah (48%) bilang mereka percaya iklan di hasil mesin pencari, iklan video online, dan iklan di media sosial. Lebih dari 4 dari 10 (42%) percaya iklan banner online, naik dari 26% pada 2007.

Ini jelas kabar baik buat para pengiklan, yang uda ngabisin 26 persen lebih banyak untuk bentuk iklan ini pada kuartal pertama taun ini. 45% responden dalam survei Nielsen taun 2013 yakin kalo iklan bergambar di smartphone itu kredibel, dan 37% iklan teks tepercaya di smartphone, naik dari 18% pada 2007.

Iklan di TV, surat kabar, dan majalah masih terus jadi salah satu bentuk iklan berbayar yang paling dipercaya. Kepercayaan pada iklan TV naik dari 56% pada 2007 jadi 62% di taun 2013. 6 dari 10 responden percaya sama iklan di majalah, naik 4 poin persentase dari 2007. Iklan koran adalah satu-satunya format yang menurun dalam periode enam tahun. —61% responden bilanga kalo iklan surat kabar bisa dipercaya pada 2013, turun dari 63% pada 2007. Biar belanja iklan global hanya tumbuh tipis 1,9% pada kuartal pertama di taun 2013, media berbayar tradisional terus nyisihin sebagian besar pengeluaran, dengan TV di posisi teratas memiliki 59%, menurut Global AdView Pulse Report terbaru Nielsen .

Iklan di radio (57%) dan sebelum film (56%) sama-sama mendapatkan kepercayaan konsumen, melaporkan peningkatan masing-masing 3 dan 18 poin persentase, sejak 2007. Kepercayaan terhadap sponsor merek (61%) meningkat 12 poin persentase dari 2007. Kepercayaan pada papan iklan dan iklan luar ruang (57%), penempatan produk program TV (55%) dan konten editorial seperti artikel surat kabar (67%), bentuk periklanan tradisional yang diperoleh, tidak termasuk dalam survei Nielsen 2007.

“Sementara TV tetap menjadi format utama untuk pengiriman pesan pemasaran berdasarkan pengeluaran iklan, konsumen secara global juga mencari media online untuk mendapatkan informasi tentang merek,” kata Beard. “Di sisi lain, saluran iklan yang diperoleh telah memberi kekuatan kepada konsumen untuk mengadvokasi merek favorit mereka, sesuatu yang seharusnya tidak luput dari perhatian oleh pengiklan merek.”

Manfaat Social Proof dalam Bisnis Online

Inilah beberapa alasan kenapa kita kudu masukkin social proof ke dalam strategi marketing:

1. Social proof, macem testimoni dan review user bisa ngebantu untuk menciptakan suatu kredibilitas produk atau jasa yang kita pasarin. Hal pertama yang dicari seseorang kekita mutusin untuk beli produk tuh testi.

Pastiin kita menyertakan testi konsumen atau sekadar rating kepuasaan konsumen di halaman depan website kita.

2. Social proof dapat ngebantu ningkatin traffic dan SEO website. Makin banyak orang yang ngomongin keunggulan produk, makin baik pula reputasinya di dunia maya.

3. Social proof merupakan alat marketing yang efektif dalam ningkatin conversion rate dan penjualan. Orang-orang yang dapetin rekomendasi dari public figure ato ngebaca ulasan produk cenderung lebih cepat membuat keputusan untuk membeli suatu produk.

Baca juga: 25 Alasan Kenapa Pelaku Bisnis Perlu Membuat Website

Jenis-jenis Social Proof

Ada beberapa jenis social proof yang bisa kita temuin dalam dunia digital marketing, di antaranya:

A. Testimoni Konsumen. Review singkat konsumen tentang kepuasaan mereka saat menggunakan suatu produk bisa ngaruh banget sama peningkatan conversion rate. Review positif yang banyak dari konsumen bisa ngebentuk opini dan kepercayaan calon konsumen sama produk kita.

Testimonial

B. Pendapat Ahli. Orang-orang punya kecenderungan untuk sangat menghargai opini seorang ahli. Kalo bisnis kita bergerak di bidang kuliner, coba deh untuk ngutip pendapat pakar kuliner atau food blogger mengenai manfaat dari produk kita.

Gimana Cara Agar Website Toko Online Kita Bisa di Percaya (3)

Ilustrasi endorsement

C. Rekomendasi Selebritas. Review dari public figure atau selebritas yang punya ribuan hingga jutaan pengikut di media sosial jelas bisa jadi social proof yang super duper efektif. Contoh aja, nih, taun 2012 kemarin, CEO Facebook, Mark Zuckerberg nulis opini do’i mengenai aplikasi termometer pemanggang bernama iGrill. Saat itu juga, website iGrill langsung crash (error #masbro / #mbakbro) sangking banyaknya jumlah pengunjung. CEO iGrill ngaku, jumlah unduhan aplikasinya langsung ningkat drastis setelah Mark Zuckerberg ngerekomendasiin mereka di Facebook.

D. Menampilkan Jumlah Pengguna. Kalimat “jutaan pengguna produk/ layanan Anda” dalam sebuah halaman website bisnis merupakan contoh social proof, yang nekenin berapa jumlah konsumen ato pengguna yang uda pake layanan/ produk kita. Angka yang cukup besar bisa menumbuhkan kesan pada pengunjung website bahwa bisnis kita uda dapet kepercayaan dari banyak orang.

sumber: Kissmetrics

Nah, itu dia beberapa manfaat dari social proof dalam bisnis online. Gimana, uda siap untuk nerapin social proof ? Kalo belum, mulailah, dan coba deh amati perkembangan marketing kita, usaha ini tentunya bisa kita lakuin secara bertahap. Kemudian analisis usaha mana yang dapet engagement terbesar.

Sedikit saran, nih, cobalah semua jenis social proof yang dibahas di artikel ini untuk tau keefektifannya. Tapi inget, kita juga kudu ngasih kualitas terbaik dan tetap relevan dengan realita yang kita tawarin. Semoga artikel ini dapat membantu Anda.

Sampai jumpa lagi… See ya!

Baca juga: Daftar Direktori Bisnis Lokal: Serta Manfaat Bagi Upaya SEO Anda.

Hey, kamu uda punya website untuk mulai bisnis-mu, belum? Kami dari Kekitaan bisa membantu kamu untuk wujudin website bisnis impianmu. Tunggu dulu! Website yang kami buat ga kayak website-website yang beredar diluar sana, loh.

Kami paham dan ngerti aspek marketing yang dibutuhkan untuk ngembangin bisnis kamu secara online. Kalo tertarik membuat website yang dapat menumbuhkan bisnismu secara konsisten, hubungi kami di 0822-4354-5754 (Whatsapp, Telephone, Text)

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.

Sesusah apapun itu #MulaiAjaDulu
Masalah ga selesai pake menggerutu
Biarin imajinasi terbang kayak bulu
Karya nyebar kemana dibantu waktu

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis
indonesiago.digital/apa-itu-social-proof/ dibuka pukul 18:12 WIB pada hari Rabu tanggal 10 April 2019
nielsen.com/us/en/insights/news/2013/under-the-influence-consumer-trust-in-advertising.html dibuka pukul 18:12 WIB pada hari Rabu tanggal 10 April 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *