Semua Tau Prioritas Apa Semua Orang Lakuin?

Salam #MasBro / #MbakBro

Lupa siapa nama aslinya. Tapi sebut aja Masade yang jadi Pengusaha Terkenal dan Pancerah Konsultan Manajemen yang hidup sekitar tahun 1919 di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Masade mau terus naikin keuntungan perusahaan nya. Jadi dia ajak Pancerah ngobrol.

“Aku butuh nasehat mu Bro. Soal harga ga masalah”.

“Hmm, ok”.

“Tapi, seberapa bagus nasihat mu akan naikin keuntungan ku”.

“Baiklah, gini … tulis apa aja yang akan kau lakuin besok”, kata Pancerah.

Masade langsung nulis panjang dengan deretan daftar.

“Buat daftar mulai yang paling penting sampe yang ga terlalu penting”, lanjut Pancerah.

“Udah”, kata Masade setelah kurang dari 59 detik.

“Mulai besok, cuma pikirin dan kerjain yang nomor 1 sampe selesai”.

Masade cuma diam dan dengerin.

“Kalo udah selesai baru lanjut ke nomor 2 dan seterusnya”, kata Pancerah.

Masade kembali dan dengerin.

Menutup obrolan itu,”Kalo itu berhasil baru bayar saya”.

Singkat cerita, 2 Minggu kemudian. Pancerah terima cek 25rb dolar 100 tahun lalu.
Kalo disamain dengan kurs hari ini 370rb dolar yaitu Rp. 5.227 miliar.

Dulu teori prioritas itu sangat berharga. Ga banyak orang tau. Sekarang semua orang tau soal skala prioritas.

Tapi sekarang … apa semua orang tau?

Hmm, baiklah. Belum tentu semua tau. Apakah semua orang yang tau udah lakuin?

Apa Prioritas Hidup mu ?

Banyak hal penting di dunia ini. Ada yang prioritasin kerjaan, keluarga, hoby, komunitas, dan …

Apa prioritas mu? Kasih komentar dibawah ya.

Lalu …

Apa semua prioritas itu udah bener?

Apakah kita udah bener-bener kenal sama prioritas kita?

Apakah kita udah ngerti prioritas kita?

Tapi …

Kenal aja ga cukup. Ngerti aja pun ga cukup.

Apakah kita udah mencintai prioritas kita?

Harus ada kasih didalamnya.

Ibarat tinggal satu rumah. Tinggal bersama ga cukup.

Tapi saling mencintai dan menghasihi itu harus terus berjalan.

Ibarat pohon tuh …

Ga ada buah yang tumbuh tanpa dari pohonnya.

Jadi kita bisa berbuah kalo kita punya hubungan dengan sumber yang tepat.

Kalo kita mau akrab sama prioritas kita. Kita harus mau usaha.

Keakraban ga bisa berjalan otomatis, harus diusahain.

Merosot ga perlu diusahain, bertumbuh perlu diusahain.

Senang bisa berbagi.

Semoga bermanfaat.

Mauliate

Tinggalkan Balasan