#KaryaKita

Aku Berbeda : #CerpenKita Episode 10

Laki-laki seluruhnya mencintaimu demi diri mereka sendiri. Aku mencintaimu demi untuk dirimu sendiri. -Kahlil Gibran- Episode sebelumnya … “Kapan kau datang, Nak?” tanya Ramos saat ia menyadari bahwa Tulus telah berdiri di sampingnya. Berdiri dengan pandangan mata yang tak pernah lepas dari gerakan tangan seorang remaja laki-laki di desa itu. Remaja laki-laki itu tengah menggarap beberapa bagian yang menjadi bagian dari pelatihan. “Kau suka?” tanya Ramos kembali saat Tulus tak… Selengkapnya »Aku Berbeda : #CerpenKita Episode 10

Baru : #CerpenKita Episode 9

Kalian yang selama ini hanya sibuk mencari makan dan tempat tinggal, pakaian dan barang-barang kebutuhan; carilah kini Dia, yang bukan merupakan sasaran bagi anak panahmu, yang bukan pula gua batu sebagai tempat berlindung dari keganasan alam. -Kahlil Gibran- Episode sebelumnya… Tawa mereka terdengar begitu renyah. Mereka menikmati santapan yang ada di meja makan dengan lahap. Cerita yang keluar dari mulut mereka, terdengar begitu asik. Hingga suara yang datang dari arah… Selengkapnya »Baru : #CerpenKita Episode 9

Bahan Berani : #CerpenKita Episode 8

Carilah kini, dan rasakan sepenuh dirimu hingga kalian dapati sebuah keindahan yang lebih elok dari seluruh keindahan yang ada sebuah kidung yang lebih agung dari nyanyian samudera dan rimba belantara, suatu keagungan yang bertahta pada singgasana di mana orion hanya sekedar penyangga kakinya, yang menggenggam sebatang tongkat di mana Pladies tak lebih dari kilatan  tetes embun. -Kahlil Gibran-     Episode sebelumnya… Rindi melangkahkan kakinya ke arah ruangan Ramos. Ah…… Selengkapnya »Bahan Berani : #CerpenKita Episode 8

Timbangan : #CerpenKita Episode 6

Akal  dan pengetahuan adalah seperti raga dan jiwa. Tanpa raga, jiwa tak lain hanyalah kabut hampa. Tanpa jiwa, raga tak lain hanya kerangka tanpa makna. -Kahlil Gibran- Episode sebelumnya… Pendaran cahaya matahari, menyengat seketika ke arah matanya. Sontak, ia terbangun. Benar saja, ia terbangun dengan kernyitan di dahinya. Begitu juga dengan ia, terbangun dengan lenguhan ketidaknyamanan bahwa ia terganggu. “Tulus, ayo bangun sayang. Udah pagi, Nak!” ucap Rindi dengan mengusap… Selengkapnya »Timbangan : #CerpenKita Episode 6

Sesuai : #CerpenKita Episode 5

Kerja adalah cinta yang terjelmakan. Dan apabila engkau tidak dapat bekerja dengan cinta, dan hanya dengan kebencian, lebih baik kautinggalkan pekerjaanmu, lalu duduk-duduk di kuil dan meminta sedekah dari orang-orang yang bekerja dengan sukacita. Sebab, bila engkau membuat roti dengan rasa enggan, maka pahitlah jadinya dan takkan membuatmu kenyang. Dan bila engkau memeras anggur dengan menggerutu, maka gerutuanmu hanya akan menjadi racun bagi anggur itu, dan apabila engkau bernyanyi meskipun… Selengkapnya »Sesuai : #CerpenKita Episode 5