#PuisiKita

Timbangan : #CerpenKita Episode 6

Akal  dan pengetahuan adalah seperti raga dan jiwa. Tanpa raga, jiwa tak lain hanyalah kabut hampa. Tanpa jiwa, raga tak lain hanya kerangka tanpa makna. -Kahlil Gibran- Episode sebelumnya… Pendaran cahaya matahari, menyengat seketika ke arah matanya. Sontak, ia terbangun. Benar saja, ia terbangun dengan kernyitan di dahinya. Begitu juga dengan ia, terbangun dengan lenguhan ketidaknyamanan bahwa ia terganggu. “Tulus, ayo bangun sayang. Udah pagi, Nak!” ucap Rindi dengan mengusap… Selengkapnya »Timbangan : #CerpenKita Episode 6

Sesuai : #CerpenKita Episode 5

Kerja adalah cinta yang terjelmakan. Dan apabila engkau tidak dapat bekerja dengan cinta, dan hanya dengan kebencian, lebih baik kautinggalkan pekerjaanmu, lalu duduk-duduk di kuil dan meminta sedekah dari orang-orang yang bekerja dengan sukacita. Sebab, bila engkau membuat roti dengan rasa enggan, maka pahitlah jadinya dan takkan membuatmu kenyang. Dan bila engkau memeras anggur dengan menggerutu, maka gerutuanmu hanya akan menjadi racun bagi anggur itu, dan apabila engkau bernyanyi meskipun… Selengkapnya »Sesuai : #CerpenKita Episode 5

Pola : #CerpenKita Episode 4

  • by
Apabila engkau bekerja, engkau adalah sepucuk seruling, dan karenanya hati yang menghembuskan sang waktu berubah menjadi lagu. -Kahlil Gibran-       “Rendy…,” Panggil Among di sela sarapan pagi mereka.   “Iya Among?” tanya Rendy menanggpi seraya. Among terhenti sejenak. Pandangan matanya, memandang Rendy. Sungguh, wajah yang tak jauh terpaut darinya, wajah yang mirip dengannya itu, kini terlihat bahagia. Kedua bola matanya berbinar. Tiada henti, dan tiada redup. Enggah rasanya hati untuk… Selengkapnya »Pola : #CerpenKita Episode 4