Siapa Sih Marga Napitupulu?

Salam #MasBro #MbakBro

Kau marga Napitupulu? Tinggal dimana?
Tau ga kalo Napitupulu itu bagian dari Sonak Malela?
Tau ga kalo Napitupulu itu punya hubungan sama Simangunsong, Marpaung, dan Pardede?

Berkaitan sama Marga Pardede ini, kita akan membahas rangkaian marga keturunan Sonak Malela yaitu…
a. Siapa Sih Marga Simangunsong?
b. Siapa Sih Marga Pardede?
c. Siapa Sih Marga Napitupulu?
d. Siapa Sih Marga Marpaung?

Baiklah mari kita lanjut …

Napitupulu adalah salah 1 marga Batak yang berasal dari sub-suku Toba. Napitupulu adalah marga yang dipakai oleh sebagian keturunan Raja Napitupulu hingga saat ini. Marga Napitupulu berasal dari daerah BaligeKabupaten Toba Samosir.

Etimologi

Nama Napitupulu dalam Bahasa Batak Toba secara harfiah merujuk kepada kata na dan pitupulu yang memiliki arti (yang) ketujuh puluh.

Napitupulu sama dengan marga apa?

Simangunsong, Marpaung, dan Pardede?

Tarombo (Silsilah)

Berikut tarombo (silsilah) keturunan Raja Napitupulu:

 

 

 

        Sonak Malela      
                           
                     
Raja Simangunsong   Paungmangaraja
(Raja Marpaung)
  Raja Napitupulu  
                               
           
            Salim Babiat
(Sangkar Nihuta)
  Ulubalang Raja
(Parjanggut Huting)
 
                                   
           
                Raja Siongkal Barita
(Sibegu Laos)
  Raja Bona Ni Onan
(Pardede)
 
                                   
                     
        Raja Sipangko   Raja Sieang   Mulia Raja  

 

 

Menurut silsilah garis keturunan Suku Batak (tarombo), Raja Napitupulu adalah generasi ketujuh dari Siraja Batak dan anak ketiga (bungsu) dari Sonak Malela.

Dalam perkembangannya, Keturunan Raja Napitupulu mengklasifikasikan diri ke dalam 4 kelompok:
a. Salim Babiat (Sangkar Nihuta);
b. Raja Sipangko;
c. Raja Sieang;
d. Mulia Raja

Salim Babiat (Sangkar Nihuta)

Salim Babiat (Sangkar Nihuta) memperoleh 1 orang anak, yaitu Mamberbulung.

Ulubalang Raja (Parjanggut Huting)

Ulubalang Raja (Parjanggut Huting) menikah dengan br. Pasaribu dan memperoleh 2 orang anak, yaitu:

1. Raja Siongkal Barita (Sibegu Laos)

Raja Siongkal Barita (Sibegu Laos) menikah dengan br. Siburian dan memperoleh 3 orang anak, yaitu:
1. Raja Sipangko;
Raja Sipangko menikah dengan 5 orang istri, yaitu: br. Siburianbr. Siraitbr. Siraitbr. Hutagaol, dan br. Sianipar dan punya 7 orang anak, yaitu:
a. Raja Marpaho;
b. Ginda Raja
c. Raja Tumondal
d. Raja Partahi Sumurung
e. Raja Panalibung
f. Jonggi Nihuta (Ompu Jumorong)
g. Raja Songgala

2. Raja Sieang;
Raja Sieang (Sanggul Baringin) menikah dengan Tama br. Sitorus dan memperoleh 4 orang anak, yaitu:
a. Ujung Manibal;
b. Ulaon Gondang;
c. Mangambit;
d. Manaor

3. Mulia Raja;
Mulia Raja menikah dengan 2 orang istri, keduanya adalah br. Hutajulu.

2. Raja Bona Ni Onan (Pardede)

Raja Bona ni Onan menikah dengan br. Sirait dan keturunannya cenderung menggunakan marga Pardede. Pada dekade 1970-an, marga Pardede direstui oleh semua keturunan Sonak Malela dan resmi diangkat (dihorjahon) menjadi marga keempat dalam kelompok Sonak Malela. Oleh sebab itu juga marga Pardede sering dianggap sebagai adik dari Napitupulu.

Kekerabatan

Keturunan Raja Napitupulu memiliki hubungan erat dengan marga-marga keturunan Sonak Malela lainnya. Keempat marga tersebut adalah
a. Simangunsong
b. Marpaung
c. Napitupulu 
d. Pardede

Empat marga tersebut memegang teguh ikatan persaudaraan untuk ga menikah antar satu dengan yang lain. Karna Raja Napitupulu merupakan anak ketiga (bungsu) dari Sonak Malela, maka seluruh marga Napitupulu dianggap lebih muda oleh marga Simangunsong dan Marpaung. Oleh sebab itu setiap keturunan dari marga Napitupulu harus memanggil abang/kakak ketika bertemu dengan marga Simangunsong dan Marpaung dan memanggil adik ketika bertemu dengan marga Pardede tanpa memperhatikan usia.

Raja Napitupulu menikah dengan br. Pasaribu, oleh sebab itu Hulahula (mataniari binsar) dari seluruh marga Napitupulu adalah marga Pasaribu.

Tokoh Marga Napitupulu

Beberapa tokoh bermarga Napitupulu:
a. Adian Yunus Yusak Napitupulu
b. David Napitupulu
c. Febrian Napitupulu
d. Jimmy Napitupulu

Cerita Tentang Pardede

1. Cerita Pardede #1
Sepenggal Kisah Bangsa Toba dari Sisi Marga Napitupulu

Sebelum kita mulai, cerita ini adalah penuturan ulang dari sebuah cerita yang udah ada di edrolnapitupulu.com.

Jadi Napitupulu adalah sebuah nama marga di suku Toba, Sumatera Utara. Menurut silsilah keluarga, Penulis berada pada garis keturunan no. 14 dari garis Napitupulu Sieang. Almarhum bapak Penulis bersama keluarga pendahulu Penulis memiliki lama bermukim di Desa Parsambilan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir.

Penulis sendiri dalam catatan kependudukan ato sipil secara sadar oleh kedua orang tua yang merantau ke tana batavia ga dicantumkan. Alasan mereka saat Penulis bertanya adalah untuk memudahkan pengurusan karna ras ato agama menyulitkan pengurusan akte kelahiran kala itu. Maka jadilah hingga sekarang, nama Penulis dalam daftar WNI ga ada marganya. Buat mulihin agar marga ga punah, maka lahirlah Penulis milikku sejak lahir pertama dengan nama belakang Napitupulu.

Ga banyak literatur yang sahih perihal garis atas suku Toba moyang hingga masa kini. Setiap Penulis tanya ke tetua marga, selalu bermula dari Raja Batak. Nama Batak sendiri masih jadi belum kuat referensinya. Seperti yang diulas para ahli, Batak adalah sebutan untuk kaum pejantan namun setelah perjalanan sejarah sebutan para penguasa untuk budak daerah Sumatera, Bata’menjadi nama suku yaitu Batak.

Kitab kuno nyatain kalo manusia purbakala adalah dari Adam kemudian setelah peristiwa Bah lalu melahirkan manusia modern adalah dari Nuh. Dalam Batak silsilah, tak satu pun merunut pada nenek moyang pertama setelah Bah. Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan garis keturunan yang lengkap Mulai dari zaman Nuh hingga zaman sekarang.

Berdasarkan sejarah maupun literatur yang Penulis pernah telisik, suku Toba yang bermukim di Pulau Samosir juga meliputi Danau Toba, lebih besar dan sangat mirip dengan suku purba di Sulawesi Selatan, yaitu dari kerajaan Luwu.

Kerajaan Luwu adalah kerajaan purba yang menguasai wilayah Indonesia sekarang dan berdagang saat bermigrasi hingga ke India, Afrika dan Cina. Peradaban dan tanah tinggal penduduk ato suku Kerajaan Luwu sangat beragam mulai dari dataran tinggi, dataran rendah hingga pesisir. Percampuran antar suku dataran tinggi dan suku Pesisir sangat mungkin terjadi yaitu suku Toraja dan suku Bugis.

Peranakan campuran ini suka berlayar dan berdagang berlayar Selat Malaka ato Laut Cina Selatan bahkan Samudera India. Suatu saat mereka berlayar menuju Afrika melalui berlayar Selat Malaka. Karna badai dan cuaca buruk sebelum masuk selat, mereka memutuskan menuju daratan terdekat menuju sungai. Melintaslah mereka melalui Sungai Asahan dan berujung ke daerah dekat Danau Toba. Bermukimlah mereka di sana dan beranak cucu, hingga berserak melintasiang ke pulau Samosir.

Yang memiliki garis keturunan Toraja (To Riaja), bermukim di perbukitan pulau Samosir di sekitar daerah Urat. Membangun peradaban suku dengan asas ketua adat dataran tinggi orang gunung, Raija. Guna ngingetin kampung halaman mereka maka Untuk Riaja, tetua kampung diberi gelar “Riaja” yang memberikan penyebutan menjadi “Raja”. Dari sinilah, sebutkan judul raja dari raja-raja suku Toba ato Batak Toba.

Mulai dari cara mendirikan rumah, tenun ikat, kepercayaan hingga bercocok tanam maka tak dapat dipungkiri suku Toba (Batak) adalah sub-suku dari suku Toraja (Toriaja).

Suku Bangsa Toba mempunyai kemiripan ato boleh Penulis katakan kesamaan dengan suku bangsa Toraja. Kenapa kita bilang kek gitu?

Pertama, hasil budaya keduanya sangat mirip mulai dari hasil tenun kain, rumah adat, hingga acara adat.

Hasil tenun kain Toba disebut kain Tenun Ulos umumnya bermotif garis vertikal, horisontal dan ukiran (gorga) dengan  warna dominan merahhitam dan putih yang kerap dihiasi benang emas ato perak,  sedangkan hasil tenun ikat Toraja disebut Tenun Toraja umumnya bermotif garis vertikal, paruki dan parumba dengan warna dominan hitam, cokelat, biru tua dan merah.  Kedua tenun kedua suku bangsa ini dipake buat acara adat khusus selain perlambang kehormatan. 

Rumah adat khas Toba adalah bentuk atapnya melengkung dan pada ujung atap sebelah depan dilekatin tanduk kerbau. Rumah khas tersebut dapat difungsiin sebagai tempat tinggal disebut Ruma ato tempat penyimpanan hasil tani (lumbung) disebut Sopo . Dinding rumah terdapat ukir-ukiran yang berwarna merah, putih dan hitam dikenal dengan nama gorga.

Untuk rumah adat khas Toraja dikenal dengan nama Tongkonan bentuk atapnya melengkung menyerupai perahu dan dibagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Umumnya di depan tongkonan dibangun lumbung padi yang disebut Alang yang depannya dihiasi ukiran bergambar ayam dan matahari dikenal dengan nama pa’bare allo, simbol buat selesaiin perkara.

Upacara adat pernikahan dan kematian pada suku Toba sarat dengan perlakukan/prosesi  khusus seperti alunan musik seperti gondang dan uning-uningan, menari (manortor), pemberian ulos (mangulosi) dan jamuan makan besar. Pada acara pernikahan ada syarat mahar yang patut disepakati kedua keluarga perempuan dan laki-laki, disebut dengan sinamot. Pada acara kematian bilamana  mendiang yang akan dikuburkan sudah sempurna beranak cucu-cicit maka upacara dapat berlangsung hingga seminggu penuh dan dengan kegembiraan.

Demikian juga dengan upacara adat pernikahan suku Toraja sarat dengan perlakukan/prosesi  khusus seperti arak-arakan dengan Payung Kebesaran sebelum ke pelaminan dan jamuan makan besar dan minum tuak.  Upacara adat kematian juga sarat prosesi  yang mewah dikenal dengan nama Rambu Solo sebagai wujud penyempurnaan kematian, diawali dengan perarakan kerbau, pertunjukan musik daerah, pertunjukan tarian adat, pertunjukan adu kerbau hingga penyembelihan kerbau yang hingga bernilai milyaran sebagai hewan kurban.

Baik suku Toba maupun suku Toraja meyakini mitos kalo nenek moyang mereka berasal dari nirwana dengan gelar Batara Guru yang berasal dari bahasa Sanskritt (Bhatara)Batara guru dalam mitologi suku Toba adalah anak dari dewa tertinggi, Mulajadi Na Bolon yang menguasai bumi. Begitu juga dengan Batara Guru dalam mitologi suku Toraja juga anak seorang dewa tertinggi, Sang Patotoqe ato Pong Banggai di Rante bertugas menguasa bumi.

Dari ketiga parameter tersebut di atas, besar dugaan Toba dan Toraja berasal dari populasi moyang yang sama. Pertanyaannya adalah mana yang tua ato si-abangan mana yang muda ato si-adek-an.

Jadi apa kaitan suku bangsa Toba dengan suku bangsa Toraja bila melihat perkembangan informasi genetika manusia (dikenal dengan DNA : Deoxyribo Nucleic Acid) nenek moyang termuktahir?

Peta Genetika Dunia Garis Keturunan Bapak (Y)- www. transpacificproject.com

Berdasarkan teori dan penelitian genetika, suku bangsa Toba (Sumatera) modern berasal dari negeri Hunan, daratan Cina berdasarkan tipe snip P201: xM7,M134 –  (Karafet 2010). Sedangkan suku bangsa Toraja modern (Sulawesi) berasal dari negeri Sino-Tibet, dataran Cina  berdasarkan tipe snip M122. -(Karafet 2010).  Kedua tipe snip ini sudah ada di sebaran Asia Tenggara sejak 25,000 – 30,000 tahun yang lalu (Shi 2009).

Gunung Toba meletus sekitar 74,000 tahun yang lalu. Suku migrasi dari daratan cina tersebut hadir setelah letusan Gunung Toba. Artinya bila kawasan Gunung Toba purba sudah ada peradaban maka suku bangsa Toba purba bukanlah keturunan bangsa Cina melainkan memiliki ras ato DNA khas tersendiri. Hingga saat ini misteri nenek moyang belum terpecahkan, khususnya suku bangsa  Toba purba.  Dalam artian keturunan suku bangsa Toba modern saat ini yang mengklaim punya dasar silsilah langsung dari Raja Batak bisa jadi adalah keturunan campuran suku bangsa Toba purba dengan imigran Cina. Tentunya ini masih perlu penelitian lebih lanjut.

Menurut hasil penemuan terakhir tentang manusia purba di laman livescience, tersingkap dari fosil yang ditemuin pada tahun 2009 yang lalu di gua monyet di bagian utara Laos, yang terletak di pegunungan Pahang pada ketinggian  1,170 mdpl telah berumur 63,000 tahun. Penemuan ini mengubah pemikiran kalo populasi manusia modern 200,000 tahun yang lalu di Afrika melakukan migrasi dari sepanjang garis pantai ke India menuju Asia Tenggara kemudian menuju ke Selatan ke arah Indonesia dan Australasia (Australia, Selandia Baru, Kepulauan Pasifik). Kini ada pemikiran kalo populasi lainnya menuju utara ato timur laut menuju Cina melewati pegunungan kemudian menuju Asia Tenggara dimana sebagian kemudian mengikuti alur sungai dan sebagian lagi menuju pegunungan Laos, Vietnam dan Thailand.

Untuk saat ini penelitian kepingan genetika manusia, nenek moyang semua manusia modern didominasi oleh genom manusia Afrika 200,000 tahun yang lalu yang diduga mulai bermigrasi sekitar 80,000 tahun yang lalu dan sampai ke daratan Asia kemudian menyebar dan menetap di dataran Indonesia, Papua Nugini dan Australia sebelum Gunung Toba meletus.  Kemudian dari Asia sebagian populasi menyeberang  ke daratan Eropa , Mediterania dan terakhir ke Amerika Utara dan Amerika Selatan.

 

Peta Genetika dari Family Tree (www.familiytreedna.com)

Tentunya perlu pengujian sampel hampir separuh populasi di dunia sebagaimana yang dilakuin oleh  tim ilmuwan dan sukarelawan dari familytreedna guna memetakan asal-usul setiap orang mulai dari tes dna senilai USD 89 .

Dari semua kilasan informasi tersebut di atas, untuk saat ini suku bangsa Toba purba merupakan keturunan suku dari daratan Afrika. Ketika Gunung Toba meletus 74,000 tahun yang lalu, mereka musnah dan iklim bumi menjadi kacau yakni menjadi zaman es berkepanjangan kurang lebih 1,000 tahun. Kemudian yang ga terkena dampak letusan adalah populasi yang masih tinggal di daerah Afrika Timur  kurang lebih ada sekitar 5,000 orang. Sejak saat itu kehidupan menjadi sulit dan akhirnya mereka berpindah-pindah mencari  sumber makanan dan penghidupan hingga tersebar ke seluruh dunia.

Jadi kesimpulannya baik suku bangsa Toba modern maupun suku bangsa Toraja merupakan keturunan campuran bangsa Afrika dan bangsa Cina. Salah satu anak suku bangsa Toba modern yaitu marga Napitupulu, bagian dari peta genetika tersebut. Kesimpulan untuk saat ini.

2. Cerita Pardede #2

3. Cerita Pardede #2

Apa margamu?
Udah pernah cari sejarahnya ga?
Coba cari di website ini?
Kalo belum ada, silahkan daftar untuk menulis nya.
Mau tanya? klik kekitaan.com/mauNULIS

Marga yang terkait
Simangunsong, Marpaung, Napitupulu,

Disini #MasBro #MbakBro bisa meminta dicariin informasi apapun … hmm yang positif
Silahkan ngobrol sama kita ya.

Seneng bisa berbagi.
Pasti bermanfaat.

Suka menulis?
Silahkan daftar untuk menulis marga lainnya.
Sama seperti di youtube #MasBro #MbakBro akan mendapatkan penghasilan dari views.
Mari #HIDUPdariKARYA
Mau tanya? klik kekitaan.com/mauNULIS

Sumber tulisan
edrolnapitupulu.com dibaca 12:27 WIB pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2020
fernandessimangunsong.com
dibaca 16:42 WIB pada hari Selasa tanggal 14 April 2020

Hutagalung, W.M. (1991), Pustaha Batak Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak, hlm. 243–244
id.wikipedia.org dibaca 20:30 WIB pada hari Selasa tanggal 14 April 2020
Siahaan, Amanihut N.; Pardede, H. (1957), Sejarah perkembangan Marga – Marga Batak
batak.web.id dibaca 16:42 WIB pada hari Selasa tanggal 14 April 2020
tigoraksa.wordpress.com dibaca 16:42 WIB pada hari Selasa tanggal 14 April 2020

Kata kunci lain yang sering dicari…
marpaung, napitupulu, pardede, simangunsong, Salim Babiat, Sangkar Nihuta, Raja Sipangko, Raja Sieang, Mulia Raja, Raja Marpaho, Ginda Raja, Raja Tumondal, Raja Partahi Sumurung, Raja Panalibung, Jonggi Nihuta, Ompu Jumorong, Raja Songgala Ujung Manibal, Ulaon Gondang, Mangambit, Manaor, 

7 tanggapan pada “Siapa Sih Marga Napitupulu?”

  1. Pingback: Siapa Sih Marga Sihombing? - Jasa SEO Jakarta Indonesia

  2. Pingback: Siapa Sih Marga Marpaung? - Jasa SEO Jakarta Indonesia

  3. Pingback: Siapa Sih Marga Pardede? - Jasa SEO Jakarta Indonesia

  4. Pingback: Siapa Sih Marga Simangunsong ? - Jasa SEO Jakarta Indonesia

  5. Pingback: Siapa Sih Marga Sihombing? - Jasa SEO Jakarta Indonesia

  6. Saya lagi iseng searching tentang marga Napitupulu di Google, terus nyasar ke blog ini, sangat membantu untuk mengetahui lebih dalam soal garis marga saya. Btw, saya boru Napitupulu juga, garis keturunan Sieang. Saya sudah dua kali mengunjungi kampung asal Opung yang juga di Parsambilan 🙂 . Horas.

    1. Wah
      Seneng kali udah bisa membantu lewat tulisan ini To.
      Syukurlah
      Tulisan2 tentang batak disini ada karna cerita kawan2 yang suka susah belajar hal-hal tentang batak

Tinggalkan Balasan