cerita pendek

Ubah Diri Sendiri Orang Lain Berubah karya jason wong

Baru : #CerpenKita Episode 12

Bila engkau sungguh-sungguh buka mata, kau akan menemukan bayanganmu di setiap bayangan, dan bila kau sungguh-sungguh buka telinga, kau akan mendengar suaramu sendiri dalam semua suara. -Kahlil Gibran- Episode Sebelumnya… “Aduh gimana ini kita menghubungi supir pesanan Amongmu Lus?” tanya Rendy di tengah kepanikan. “Ponsel lo mati?” tanya Tulus dengen membelalakkan kedua bola matanya tak percaya. Rendy menganggukkan kepalanya. Dan Tulus berjongkok meremas kepalanya saat ia mengetahui bahwa sebuah harapan… Selengkapnya »Baru : #CerpenKita Episode 12

Bahan Berani : #CerpenKita Episode 8

Carilah kini, dan rasakan sepenuh dirimu hingga kalian dapati sebuah keindahan yang lebih elok dari seluruh keindahan yang ada sebuah kidung yang lebih agung dari nyanyian samudera dan rimba belantara, suatu keagungan yang bertahta pada singgasana di mana orion hanya sekedar penyangga kakinya, yang menggenggam sebatang tongkat di mana Pladies tak lebih dari kilatan  tetes embun. -Kahlil Gibran-     Episode sebelumnya… Rindi melangkahkan kakinya ke arah ruangan Ramos. Ah…… Selengkapnya »Bahan Berani : #CerpenKita Episode 8

Timbangan : #CerpenKita Episode 6

Akal  dan pengetahuan adalah seperti raga dan jiwa. Tanpa raga, jiwa tak lain hanyalah kabut hampa. Tanpa jiwa, raga tak lain hanya kerangka tanpa makna. -Kahlil Gibran- Episode sebelumnya… Pendaran cahaya matahari, menyengat seketika ke arah matanya. Sontak, ia terbangun. Benar saja, ia terbangun dengan kernyitan di dahinya. Begitu juga dengan ia, terbangun dengan lenguhan ketidaknyamanan bahwa ia terganggu. “Tulus, ayo bangun sayang. Udah pagi, Nak!” ucap Rindi dengan mengusap… Selengkapnya »Timbangan : #CerpenKita Episode 6

Pola : #CerpenKita Episode 4

  • by

Apabila engkau bekerja, engkau adalah sepucuk seruling, dan karenanya hati yang menghembuskan sang waktu berubah menjadi lagu. -Kahlil Gibran-       “Rendy…,” Panggil Among di sela sarapan pagi mereka.   “Iya Among?” tanya Rendy menanggpi seraya. Among terhenti sejenak. Pandangan matanya, memandang Rendy. Sungguh, wajah yang tak jauh terpaut darinya, wajah yang mirip dengannya itu, kini terlihat bahagia. Kedua bola matanya berbinar. Tiada henti, dan tiada redup. Enggah rasanya hati untuk… Selengkapnya »Pola : #CerpenKita Episode 4