WHY Viral di Threads: Bedah Konten Edukasi Excel @rizkyoktriana yang Disimpan Ribuan Orang

WHY Viral di Threads: Bedah Konten Edukasi Excel @rizkyoktriana yang Disimpan Ribuan Orang

Fenomena konten viral di Threads sering kali disalahartikan sebagai hasil dari gimmick, kontroversi, atau flexing keahlian. Namun, unggahan dari akun @rizkyoktriana justru membuktikan sebaliknya. Konten edukasi Excel miliknya berhasil meraih ratusan ribu views bukan karena pamer kepintaran, melainkan karena pendekatan yang jujur, praktis, dan sangat relevan dengan kebutuhan audiens.

Sejak kalimat pembuka, target audiens langsung dikunci dengan jelas: Gen Z, fresh graduate, hingga siapa pun yang ingin meningkatkan skill Excel. Frasa ini bekerja sebagai filter alami. Alih-alih menyasar semua orang, konten ini hanya berbicara pada mereka yang benar-benar merasa membutuhkan. Di dunia algoritma, kejelasan audiens justru memperbesar peluang distribusi.

Kekuatan utama konten ini terletak pada cara penyampaian. Excel, yang sering dianggap rumit dan menakutkan, dihadirkan dalam bentuk tabel sederhana berisi rumus, arti versi santai, dan contoh penggunaan. Pendekatan ini menurunkan beban kognitif audiens. Informasi tidak terasa seperti materi kursus, melainkan catatan ringkas dari teman kerja yang ingin membantu.

Secara psikologis, konten ini memainkan dua emosi utama: rasa takut tertinggal dan rasa aman. Banyak pekerja pemula dan pencari kerja merasa tertinggal karena keterbatasan skill Excel. Namun, rasa takut itu langsung dinetralkan dengan penyajian yang sederhana dan aplikatif. Audiens tidak merasa dihakimi, melainkan ditemani.

Hal lain yang membuat konten ini viral adalah absennya hard selling. Tidak ada ajakan eksplisit untuk follow, komen, atau beli produk. CTA hadir secara implisit melalui nilai guna. Ketika audiens merasa konten ini “kepake”, tindakan save dan share terjadi secara alami. Inilah jenis engagement yang paling disukai algoritma Threads karena menunjukkan utilitas jangka panjang.

Dari sisi format, visual tabel menjadi keputusan strategis. Konten tidak hanya dikonsumsi sekali, tetapi berulang kali. Disimpan untuk dibuka kembali saat bekerja, dikirim ke grup kantor, atau dibagikan ke teman sesama fresh graduate. Setiap interaksi ini memperpanjang umur konten di algoritma.

Kesimpulannya, viralnya konten @rizkyoktriana bukan karena teknik copywriting agresif atau personal branding berlebihan. Konten ini viral karena menghargai waktu audiens, menyederhanakan masalah nyata, dan menawarkan solusi praktis tanpa merasa lebih pintar dari yang lain. Di Threads, konten yang terasa dekat dan berguna akan selalu mengalahkan konten yang sekadar terlihat pintar.


FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Kenapa konten edukasi Excel bisa viral di Threads?
Karena Excel adalah skill universal yang dibutuhkan banyak orang, dan konten tersebut menyederhanakan pembelajaran tanpa mengintimidasi audiens.

2. Apa perbedaan konten ini dengan tutorial Excel lainnya?
Konten ini fokus pada ringkasan praktis dan arti versi santai, bukan penjelasan teknis panjang yang membingungkan.

3. Apakah konten tanpa CTA eksplisit tetap efektif?
Ya. CTA implisit berupa manfaat nyata justru mendorong save dan share secara alami.

4. Siapa target utama dari konten ini?
Gen Z, fresh graduate, job seeker, admin, dan pekerja non-teknis yang ingin meningkatkan skill Excel.

5. Apakah strategi ini bisa diterapkan ke niche lain?
Bisa. Prinsipnya adalah memahami pain point audiens, menyederhanakan solusi, dan menyajikannya dalam format yang mudah disimpan.


Posted

in

by

Tags: