Pendahuluan
Di tengah banjir konten motivasi dan produktivitas di media sosial, satu postingan dari akun Threads @notesbymaru berhasil mencuri perhatian puluhan ribu orang.
Bukan karena visual mewah atau headline berlebihan, tapi karena satu kalimat yang langsung menghantam asumsi banyak orang:
“Dokter ini pengidap ADHD tapi lulusan terbaik di Medical School. Gimana caranya fokus?”
Pertanyaan sederhana ini memicu rasa penasaran, harapan, sekaligus validasi bagi banyak orang yang selama ini merasa “kurang fokus” atau “tertinggal”.
1. Kontradiksi Kuat yang Menghentikan Scroll
Salah satu alasan utama konten ini viral adalah kontradiksi ekstrem yang ditampilkan di awal.
ADHD selama ini identik dengan:
- sulit fokus
- mudah terdistraksi
- produktivitas yang naik turun
Sementara “lulusan terbaik Medical School” identik dengan:
- disiplin tinggi
- fokus ekstrem
- konsistensi akademik
Ketika dua label ini disatukan, otak pembaca otomatis berhenti scroll dan bertanya:
“Berarti selama ini persepsi gue salah?”
Inilah yang disebut cognitive dissonance — konflik informasi yang memicu rasa ingin tahu.
2. Otoritas yang Jujur, Bukan Menggurui
Konten ini tidak datang dari figur sembarangan.
Subjeknya adalah dokter, profesi dengan kredibilitas tinggi. Namun yang membuatnya kuat justru bukan status tersebut, melainkan kejujurannya mengakui ADHD.
Kombinasi ini menciptakan efek:
- dipercaya karena kompeten
- disukai karena rentan
- relevan karena manusiawi
Audiens merasa tidak sedang digurui, melainkan diajak memahami sebuah pengalaman nyata.
3. Masalah Personal yang Dialami Banyak Orang
Isu fokus bukan hanya milik penderita ADHD.
Konten ini menyentuh spektrum audiens yang sangat luas:
- mahasiswa kejar deadline
- pekerja yang mudah terdistraksi
- kreator yang susah deep work
- orang yang sering merasa “kok gue ga seproduktif orang lain”
Karena itu, meski konteksnya ADHD, emosinya bersifat universal.
4. Solusi Berbasis Sistem, Bukan Motivasi Klise
Alih-alih memberi ceramah atau kalimat motivasi normatif, konten ini menawarkan 5 strategi anti-distraksi yang benar-benar dipraktikkan oleh subjeknya.
Narasinya bukan:
“Kamu harus bisa fokus.”
Tapi:
“Ini sistem yang gue pakai supaya otak gue mau kerja.”
Pendekatan ini terasa lebih realistis, bisa ditiru, dan tidak menghakimi kondisi audiens.
5. CTA Alami yang Memicu Diskusi Organik
Menariknya, konten ini tidak menyertakan CTA eksplisit seperti:
- “Menurut kamu gimana?”
- “Komentar di bawah ya!”
Namun justru itulah kekuatannya.
CTA muncul di kepala pembaca, bukan di teks:
- “Strategi mana yang cocok buat gue?”
- “Gue juga ngalamin hal serupa.”
Hasilnya adalah kolom komentar yang penuh cerita, pengalaman, dan diskusi panjang — jenis engagement yang sangat disukai algoritma Threads.
6. Psikologi Algoritma Threads yang Terpenuhi
Secara tidak langsung, konten ini memenuhi sinyal utama algoritma Threads:
- komentar panjang
- balasan berantai
- share ke circle kecil
- save untuk dibaca ulang
Algoritma hanya mengikuti reaksi manusia.
Dan konten ini memicu reaksi yang tepat: refleksi diri + validasi sosial.
Kesimpulan
Konten @notesbymaru viral bukan karena sensasi atau drama, melainkan karena jujur, relevan, dan membongkar asumsi lama.
Ia tidak berusaha terlihat sempurna.
Ia hanya menunjukkan bahwa dengan sistem yang tepat, keterbatasan bukan akhir cerita.
Di Threads, konten yang membuat orang berpikir dan merasa “gue ga sendirian” sering kali jauh lebih kuat dibanding konten yang sekadar ingin viral.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Kenapa konten tentang ADHD ini bisa viral di Threads?
Karena menggabungkan kontradiksi kuat, kredibilitas tinggi, dan pengalaman personal yang relatable bagi banyak orang.
2. Apakah konten ini hanya relevan untuk penderita ADHD?
Tidak. Isu fokus dan distraksi dialami oleh hampir semua orang di era digital.
3. Faktor terpenting dari viralnya konten ini apa?
Kontradiksi awal + kejujuran + solusi berbasis sistem, bukan motivasi kosong.
4. Apa pelajaran utama yang bisa diambil kreator?
Cerita jujur dan relevan sering kali lebih efektif daripada konten yang terlalu dipoles.
5. Apakah format seperti ini bisa ditiru untuk niche lain?
Bisa. Prinsipnya adalah menggabungkan pengalaman personal, masalah universal, dan insight praktis.