Fenomena Konten Viral di Threads
Threads bukan lagi sekadar platform update singkat.
Ia berkembang jadi ruang refleksi sosial, tempat orang berbagi pengalaman sehari-hari yang terasa kecil, tapi dekat dengan hidup banyak orang.
Salah satu contoh kuatnya adalah konten dari akun @hestyraaa yang membahas kebiasaan membawa tumbler kotor ke coffee shop dan membebankan urusan kebersihannya ke barista.
Tanpa marah.
Tanpa menggurui.
Tapi viral hingga ratusan ribu views.
Kenapa?
1. Isu Sederhana, Tapi Dialami Banyak Orang
Topik yang diangkat bukan isu besar.
Bukan politik.
Bukan konflik selebriti.
Tapi kejadian harian:
- Tumbler kotor
- Minuman lama belum dibuang
- Barista diminta membersihkan
Hal-hal ini sering dianggap sepele.
Justru karena “biasa”, banyak orang ga sadar ada masalah empati di dalamnya.
Konten ini hadir sebagai pengingat, bukan serangan.
2. Menyentil Normalisasi Perilaku Egois
Kekuatan utama konten ini ada di satu hal:
menghentikan normalisasi.
Bawa tumbler sering dianggap:
- Lebih peduli lingkungan
- Lebih bertanggung jawab
Tapi konten ini menggeser sudut pandang:
Niat baik ga otomatis jadi tindakan yang bener kalo malah nyusahin orang lain.
Ini adalah dangerous truth.
Ga nyaman, tapi valid.
Dan audiens Threads sangat responsif terhadap kebenaran semacam ini.
3. Gaya Bahasa Jujur dan Ga Dipoles
Ga ada struktur rapi.
Ga ada bahasa formal.
Kalimatnya panjang, spontan, bahkan terkesan “curhat”.
Justru ini yang bikin konten terasa manusiawi.
Audiens merasa:
- Ini kejadian nyata
- Ini bukan konten settingan
- Ini suara orang biasa
Keaslian seperti ini punya daya tarik tinggi di Threads.
4. Tanpa CTA, Tapi Mengundang Komentar
Konten ini ga mengajak:
“Menurut kamu gimana?”
“Atau komen di bawah ya.”
Namun komentar tetap deras.
Kenapa?
Karena CTA-nya muncul di kepala pembaca:
- “Gue pernah liat kejadian ini.”
- “Setuju banget.”
- “Akhirnya ada yang ngomong.”
Komentar lahir dari refleksi, bukan pancingan.
5. Selaras dengan Psikologi Algoritma Threads
Algoritma Threads cenderung mendorong:
- Komentar panjang
- Cerita pengalaman pribadi
- Diskusi horizontal, bukan debat
Konten @hestyraaa memicu:
- Curhat
- Validasi
- Sharing pengalaman serupa
Inilah sinyal engagement berkualitas yang disukai algoritma.
Singkatnya, algoritma hanya mengikuti emosi manusia.
Pelajaran Penting dari Konten Ini
Konten viral di Threads:
- Ga harus informatif
- Ga harus solutif
- Ga harus terlihat pintar
Yang penting:
- Jujur
- Relevan
- Punya empati
Konten refleksi sosial sering kali lebih kuat daripada konten tips yang terlalu rapi.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Q: Kenapa konten sederhana bisa viral di Threads?
A: Karena menyentuh pengalaman kolektif dan emosi yang dirasakan banyak orang, meski jarang dibicarakan.
Q: Apakah konten tanpa CTA tetap bisa viral?
A: Bisa. Jika konten cukup reflektif, CTA akan muncul secara natural di benak pembaca.
Q: Apa kunci utama viral ala Threads?
A: Kejujuran, empati, dan relevansi sosial, bukan gimmick atau clickbait.
Q: Apakah gaya bahasa berantakan justru menguntungkan?
A: Ya. Selama terasa autentik, audiens Threads lebih percaya pada konten yang terasa “manusia”.