Bahaya Frustasi dan Cara Menghindarinya

Bahaya Frustasi dan Cara Menghindarinya

Cari arti kata KBBI?
1-9  A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z

Bahaya Frustasi dan Bagaimana Menghindarinya, Trauma? Ndak mau jatuh cinta lagi? Selalu menganggap laki-laki atau wanita adalah jahat? Hati-hati bisa jadi itu adalah reaksi dari sebuah keputusasaan.

Putus Asa? Harusnya tidak donk. Kan tiada manfaat putus asa? Di samping merugikan diri sendiri putus asa bisa mencelakai dan membahayakan orang lain?

Biar kita lebih waspada saat ada indikasi putus asa, ada baiknya kita mengetahui reaksi apa yang akan dilakukan oleh orang yang sedang putus asa sehingga kita bisa segera mengatasinya. Jika Anda tertarik mendalaminya, ayuk kita simak tulisan berikut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online putus asa adalah habis (hilang) harapan, tidak mempunyai harapan lagi.

Penyebab dari putus asa bisa bermacam-macam. Bisa masalah percintaan, pertemanan, pekerjaan, urusan sekolah bahkan ketidakmampuan mengatur kamar agar nampak nyaman dan menyenangkan bisa menjadi penyebabnya. Semua penyebab itu bermuara pada tidak sesuainya kenyataan dengan apa yang kita harapkan.

Suka menulis?

Masih dijadiin hobi doang?
Yuk mulai #hidupdariKARYA
Menulis dapat uang

Orang yang putus asa dia tidak mau melanjutkan usaha atau pekerjaannya. Dia lebih memilih diam dan bahkan tidak mempunyai gairah hidup. Kondisi seperti ini akan menyebabkan tindakan-tindakan yang dapat merusak baik dirinya maupun orang lain.

Karenanya, yuk ketahui bahaya frustasi dan bagaimana menghindarinya

Sebagaimana dijelaskan oleh Sigmund Freud bahwa kejiwaan seseorang itu digambarkan seperti gunung es. Dikatakan bahwa jiwa terdiri dari tiga sistem, yaitu id (es), Superego (uber ich) dan ego (ich).

Id terletak dalam ketidaksadaran. Ia merupakan tempat dari dorongan dorongan primitif, yaitu dorongan-dorongan yang belum dibentuk atan dipengaruhi oleh kebudayaam, yaitu dorongan untuk hidup dan mempertahankan kehidupan (life instinct) dan dorongan untuk mati (death instinct).

Bentuk dari dorongan hidup adalah dorongan seksual atau disebut libido dan bentuk dari dorongan mati adalah agresi, yaitu dorongan yang menyebabkan seseorang ingin menyerang orang lain, berkelahi atau marah.

Prinsip yang dianut oleh id adalah prinsip kesenangan (pleasure principle, yaitu bahwa tujuan dari id adalah memuaskan semua dorongan primitif).

Superego adalah suatu sistem yang merupakan kebalikan dari id Sistem ini sepenuhnya dibentuk oleh kebudayaan. Superego berisi dorongan-dorongan untuk melakukan kebaikan, dorongan untuk mengikuti norma-norma masyarakat dan sebagainya. Dorongan dari superego ini akan menekan dorongan energi yang berasal dari id yang bebas dan tidak terkendali. Di sinilah terjadi saling tekan antara keduanya.

Ego adalah sistem di mana kedua dorongan dari id dan superego beradu kekuatan. Fungsi ego adalah menjaga keseimbangan antara kedua sistem yang lainnya (id dan superego). Kalau seseorang dikuasai oleh id maka orang akan menjadi psikopat (tidak mengindahkan norma-norma dalam segala tindakan) dan jika superegonya yang mendominasi maka orang tersebut akan menjadi psikoneurose, suatu keadaan di mana seseorang terhalang mewujudkan dorongan id-nya yang berprinsip pada kesenangan, dan salah satu bentuk dari psikoneurose tersebut adalah perasaan frustasi atau putus asa.

Orang yang putus asa secara tidak sadar akan melakukan reaksi yang bertujuan untuk mengurangi tekanan batin yang menimbulkan rasa sakit atau stress. Reaksi itu disebut dengan istilah defense mechanism (reaksi mekanistis). Dengan reaksi ini seseorang berusaha mempertahankan harga diri dari realita yang dihadapi.

Reaksi mekanistis dalam ujudnya bisa berupa beberapa macam. Salah satunya adalah aggressive reactions (reaksi menyerang).

Aggressive Reactions (Reakasi menyerang atau menyakiti)

Perilaku agresif merupakan reaksi terhadap frustasi. Ketika ini mengemuka individu yang bersangkutan bisa saja menyerang penghalang yang menghambat dirinya atau menyerang sasaran pengganti penghalang. Biasanya tindakan agresif ini tidak merupakan teknik penyesuaian yang baik. Memang bisa saja tindakan ini untuk sementara mengurangi ketegangan pikiran atau kepepatan jiwa yang menyertai frustasi. Lama kelamaan tindak agresif ini tidak disukai masyarakat atau akan beroleh hukuman dan rasa bersalah dari diri individu

Selanjutnya agresi dibagi menjadi scapegoating, yaitu mencari kambing hitam, free floating anger atau marah tanpa pandang bulu dan suicide atau menyalahkan diri atau bunuh diri.

Scapegoating adalah pengalihan menyerang ke objek pengganti ketimbang ke objek penyebab frustasi karena ada rasa tidak berani untuk mengungkapkan rasa tidak marah secara langsung terhadap orang penyebab frustasi sehingga ia merasa lega dengan mencurahkannya terhadap orang lain yang dipandang lebih lemah.

Sedang free floating anger adalah reaksi orang frustasi yang kronis, di dimana kemarahan atau masa permusuhan ia ungkapkan secara digeneralisir (tidak pandung bulu) meski terhadap suasana yang netral. Reaksi seperti ini sudah tidak proporsional dan kadang-kadang frustasi yang berkepanjangan membawa pelaku kepada tindak gelap mata (blind rage) di mana ia bisa mengamuk dan bisa jadi membunuh seseorang yang kebetulan berada di dekat

Suicide adalah reaksi orang yang frustasi dengan cara menyerang diri sendiri sebagai objek pengganti sasaran kemarahan. Ia lakukan itu sebab ia takut mencurahkan kemarahan atau permusuhan itu secara terbuka. Jadinya ia menyalahkan dirinya sendiri, usaha bunuh diri atau sekedar ancaman bunuh diri.

Nah begitu bahayanya reaksi dari frustasi ini sehingga harus dihindari. Sehingga penting mengetahui bahaya frustasi dan bagaimana menghindarinya. Sehingga tidak perlu menangis atau sedih berbulan bulan. Lalu bagaimana cara menghindari frustasi?

Cari tahu apa yang menyebabkan frustasi kemudian dengan pelan-pelan tumbuhkan kesadaran bahwa apa yang tidak bisa kita capai bukan berarti kegagalan kita. Bisa jadi apa yang kita inginkan itu hakikatnya tidak baik. Sebaliknya bisa jadi apa yang tidak kita harapkan adalah sesuatu yang baik bagi kita. Sikap seperti ini akan membawa kita pada rasa nrimo (menerima) apapun keputusan yang Allah berikan karena kita sadar bahwa sejelek apapun pemberian itu hakikatnya adalah hal yang terbaik untuk kita, hanya saja saat itu kita belum bisa menemukan dan merasakan kebaikannya.

Punya cerita tentang tulisan ini?
Silahkan komen dibawah ya.

Apapun mesin pencarinya.
kekitaan sumbernya.

Semoga bermanfaat.
Seneng bisa berbagi.

pasangIN iklan mu disini!

Biaya lebih hemat dan tepat sasaran dengan tampil 24 jam.
Penjualan jadi meningkat.
BONUS review.

Terimakasih
kbbi.kata.web.id dibuka pukul 10.41 WIB pada hari Kamis tanggal 07 Oktober 2021

karya penulis tulisIN
Yuk mulai #hidupdariKARYA

Kata kunci lain yang sering dicari …
tulisIN, Agustus 2021, Agustus, 2021,
Bahaya Frustasi dan Cara Menghindarinya, Bahaya Frustasi, Cara Menghindari Frustasi, Frustasi,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *