Bakal Wujudkan RI Mandiri di Bidang Kesehatan, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Gandeng IDI

karya penulis tulisIN
Yuk mulai #hidupdariKARYA

 

Salam #MasBro #MbakBro

Bakal Wujudkan RI Mandiri di Bidang Kesehatan, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Gandeng IDI

Pada saat pandemi seperti ini impor alat kesehatan (Alkes) dari luar negeri tergolong cukup tinggi, hal ini tentunya menarik perhatian banyak pihak termasuk Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Diketahui dari data e-katalog 2019 hingga Mei 2020 bahwa alat kesehatan yang berasal dari dalam negeri hanya terdapat 12 % sedangkan alat kesehatan (Alkes) impor dari luar negeri terhitung tinggi yaitu 80 %.

Heru Dewanto selaku Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia mengungkapkan bahwa “Pandemi ini membuka pentingnya peran insinyur, dalam mendukung para dokter, sehingga kedua-duanya bisa menjadi pilar utama dalam perang melawan pandemi. Kolaborasi Insinyur dengan dokter adalah prasyarat mutlak bagi kemandirian industri Kesehatan nasional,” .

“Kami juga sudah melakukan riset dan pengembangan masker kain hibrida dalam negeri, dengan efisiensi filtrasi setara dengan masker N95. Melaksanakan pemasangan teknologi sterilisasi udara dan permukaan, di fasilitasi transportasi umum seperti TransJakarta, MRT dan KCI menggunakan teknologi Ozone Nanomist,” ungkapnya Jakarta 8 Juni 2021.

Oleh karena adanya kondisi ini, PII memutuskan untuk berkomitmen menanggulangi permasalahan kesehatan Indonesia. Dalam upaya membekali ilmu untuk para Insinyur di masa pandemi Covid-19, PII juga menyelenggarakan kegiatan learning center. Tentunya tidak mudah untuk menanggulangi masalah kesehatan saat ini, namun Heru Dewanto menargetkan 5% kenaikan setiap tahunnya dalam meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) .

Sementara itu, Daeng Mohammad Faqih sebagai Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia berupaya menanggulangi ketergantungan impor Indonesia dari luar negeri dalam masalah alat kesehatan. Ia juga mengatakan bahwa “Kami akan membantu mendampingi, kira-kira alat kedokteran seperti apa yang dibutuhkan,”.

Walaupun sebelumnya ia pernah mengungkapkan bahwa alat kesehatan inovasi anak negeri terkadang tidak begitu di perlukan oleh rumah sakit. Selain itu alat kesehatan inovasi anak negeri juga sering kali di permasalahkan karena standarisasi dan harganya yang kurang bersaing.

 

Gimana menurut #MasBro #MbakBro?
Masih ada pertanyaan?
Silahkan tanya di komentar ya.

Seneng bisa berbagi.
Pasti bermanfaat.

<< Sebelumnya
Kerja Keras Ga Selalu Hasilkan Beras

Selanjutnya >>
Angkat Tangan Menang Turun Tangan Kalah

Suka menulis?
Silahkan daftar untuk mulai menulis.
Mari #HIDUPdariKARYA
Mau tanya? klik kekitaan.com/mauNULIS

Terimakasih
canva.com dibuka pukul 15:27 WIB pada Hari Minggu tanggal 8 Juli 2021

Kata kunci lain yang sering dicari…
tulisIN,
CirebonPower,  CirebonElectricPowerPT, HeruDewanto, eks, mantan, PTCirebonPower, BupatiCirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *