Biografi Raden Dewi Sartika

Biografi Raden Dewi Sartika

Siapa sih Raden Dewi Sartika?

Salam #MasBro #MbakBro

Bangsa Indonesia memiliki banyak para pahlawan yang harus kita kenang dan harus kita contoh. Dalam mencapai kemerdekaannya, Indonesia melalui berbagai rintangan untuk mencapai kemerdekaan, banyak nyawa yang gugur di medan perang.
Tetapi tidak hanya yang gugur di medan perang, adapun yang berjuang demi pendidikan, salah satunya pahlawan Raden Dewi Sartika.

Biografi Raden Dewi Sartika

Raden Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya adalah seorang pelatih di Bandung yang sangat nasionalis. Ketika pada saat ayah dan ibunya di tangkap dan di asing kan ke ternate (maluku), lalu pada saat itu dia dititipkan kepada pamannya. Dewi Sartika lahir di Bandung, 4 Desember 1884, dia adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan sehingga diakui sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia tahun 1966.

Baca jugaCara Mendaftarkan HKI Di DITJEN KI Dengan Mudah 

Punya Usaha? Nama Usahamu udah Didaftarin  

Dewi Sartika sangat gigih dalam memperjuangkan harkat para wanita. Pada tanggal 16 Januari 1904, dia mendirikan sekolah di bandung untuk perempuan dengan nama sekolah istri, pada tahun 1910, sekolah istri di ganti nama menjadi sakola kautamaan istri, sekolah tersebut selalu mendapat kepositifan dari masyarakat, murid di sekolah tersebut terus bertambah dan mata pelajaran pun juga bertambah.

Lalu pada tahun 1913, berdiri juga organisasi kautamaan istri di tasikmalaya. Organisasi ini menaungi sekolah yang didirikan oleh Dewi Sartika. Pada tahun 1929, sakolah kautamaan istri berubah nama menjadi sakolah Raden Dewi Sartika.
Dewi Sartika ia adalah sosok yang sangat keras mendidik anak anak gadis agar mereka mbisa menjadi ibu rumah tangga yang baik, bisa berdiri sendiri, luwes, dan terampil. Raden Dewi Sartika tidak merasa jerih payahnya menjadi beban tetapi ia rasakan sebagai kepuasan batin karena telah berhasil mendidik kaumnya. Ia bersemangat karna dapat dorongan dari berbagai pihak terutama dari suaminya Raden Kanduruan Agah Suriawinata karna telah banyak membantu mewujudkan perjuangannya, baik tenga maupun pemikirannya.

Kesimpulan

Pada tahun 1947, akibat agresi militer Belanda, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama, para pejuang yang terus melakukan perlawanan terhadap Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi tepatnya tanggal 11 september 1947, Dewi Sartika wafat di cinean, jawa barat awalnya di makamkan di tempat sekitar pengungsian tetapi setelah keadaan aman makamnya pun di pindahkan ke Bandung.

Terimakasih
hukumonline.com dibaca 18:27 WIB pada hari Senin tanggal 08 Juni 2020[perenderan blok dihentikan]

Kata kunci yang sering dicari …
tulisIN, hukumIN, September 2021, September,

1 tanggapan pada “Biografi Raden Dewi Sartika”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *