Efek Negatif dari Terlalu Sering Memarahi Anak

Seringkali anak memancing emosi Mama terutama jika Mama sedang sibuk dengan pekerjaan. Tingkah laku anak yang tidak sesuai dapat dengan mudah membuat Mama marah.

Namun tahukah Mama kalau memarahi anak berdampak buruk terhadap psikologis anak? Baik buruknya perkembangan dan pertumbuhan anak, sangat bergantung pada didikan dari orangtua. Sering memarahi anak tidak selalu membuat anak menjadi lebih baik.

Yuk simak ulasan mengenai efek buruk dari terlalu sering memarahi anak.

  1. Anak menjadi tidak percaya diri
    Efek dari terlalu sering memarahi anak adalah munculnya perasaan takut salah sehingga anak tidak lagi memiliki rasa percaya diri. Kemudian anak memilih untuk berada di zona yang menurutnya aman dari amarah orangtua yaitu dengan tidak melakukan apa pun.
  2. Anak memiliki sifat egois dan keras kepala
    Perilaku orangtua yang memarahi anaknya terus menerus berdampak yaitu anak akan tumbuh egois dan juga keras kepala. Anak berusaha untuk melindungi diri dan membenci perasaan tersakiti efek dari omelan orangtua. Sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang hanya memikirkan dirinya sendiri, keras kepala, dan tidak bisa menerima masukan dari orang lain.
  3. Menjadi suka menentang
    Kondisi ini menyebabkan anak ingin membela dirinya sendiri yang kemudian muncul perilaku suka menentang. Anak menjadi berani, bahkan berbicara kasar dan menentang orangtua. Muncul pemikiran bahwa semua yang dikatakan orangtua selalu salah dan harus ditentang. Anak juga tidak mau diatur untuk semua hal.

Sikap ini muncul akibat anak sudah terlalu lelah dimarahi terus menerus. Maka muncul keinginan untuk bebas dari situasi tidak menyenangkannya dan membuat dirinya berani untuk menentang.

  1. Memiliki sifat introvert atau tertutup
    Pada beberapa kasus, terlalu sering memarahi anak dapat membuat anak memiliki sikap introvert atau tertutup. Anak lebih pendiam, suka menyendiri, dan merasa bahwa dirinya tidak pernah melakukan hal yang benar, karena sering dimarahi oleh orangtua. Anak akan merasa dirinya tidak memiliki kemampuan yang membanggakan orangtua.

Mendidik anak memang bukan hal mudah tetapi ada banyak cara untuk mendidik selain dengan memarahi anak. Perbanyak membaca, berkonsultasi dengan ahli, serta mengikuti seminar parenting untuk mendapatkan banyak bekal mengenai cara membesarkan anak.

#8 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *