#BelajarSEO Tingkat Menengah (1): Bener Harus Fokus 1 Niche Aja?

penyebab traffic website turun drastis
Salam #MasBro #MbakBro

Obrolan kita kali ini khusus untuk pelanggan kekitaan, Jasa SEO Jakarta Timur.

Di era algoritma EAT yang lebih menekankan pada Keahlian, kepercayaan dan otoritas dari sebuah website, ada satu pola yang dapat kita temukan pada website-website baru yang kami kelola dan berhasil menembus halaman satu Google. Yang ini bisa dikatakan sebagai kunci keberhasilan SEO.

Di mana pola ini tidak kami temukan pada website lainnya yang hingga saat ini belum berhasil masuk ke halaman satu Google. Apa itu?

Apa itu Niche?

Niche adalah topik pembahasan atau pokok pembahasan dari sebuah website.

Contohnya website kekitaan ini, fokus pada niche SEO, digital marketing, dan pemasaran pada umumnya. Maka 80-90% tulisan di website ini membahas tentang SEO, digital marketing, dan pemasaran dari segala aspek.

  • Mulai dari pengertian SEO
  • Seputar teknik SEO
  • Cara riset keyword
  • Cara membuat website yang SEO Friendly
  • Google Search Console
  • Google Analytics
  • Update algoritma Google
  • Cara Belajar SEO
  • Backlink
  • Dan hal lainnya yang berkaitan dengan SEO

Bahkan pada website ini produk yang dipasarkan juga terkait dengan niche SEO yaitu:

  • Kursus SEO
  • Private SEO
  • Workshop SEO
  • Layanan Pakar SEO
  • Konsultan SEO
  • Jasa SEO
  • dll

Sudahkah website kita fokus pada satu niche?

Bener Harus Fokus 1 Niche Aja?

Mari kita bahas 1 per, yah….

Kenapa harus fokus pada satu niche?

Dengan fokus pada satu niche, apalagi niche yang spesifik, maka Google akan menganggap website kita dikelola oleh orang-orang yang ahli dibidangnya, karna selalu ada update konten baru yang membahas niche tersebut.

Cepat atau lambat website kita akan mudah masuk ke halaman satu Google, terutama untuk niche yang kita fokusin.

Contohnya pada website ini, kalo kamu pembaca setia kekitaan.com, pasti ngeh, deh, pernah membaca rangkaian tulisan yang membahas tentang “Apa Itu Jasa SEO ? Apakah Aku Butuh”.

Kalo belum, langsung aja di klik link-nya dan silahkan di baca.
Kenapa website ini bisa masuk halaman satu Google? Jawabannya adalah karena website ini fokus pada satu niche.
Dan tidak semua keyword bisa dinaikkan dalam hitungan menit di website ini, hanya keyword-keyword yang berhubungan dengan SEO. Seperti keyword Ahli SEO, Pakar SEO, Kursus SEO dll.

Hal ini juga terjadi pada beberapa website lainnya yang kami kelola, tentu dengan niche yang berbeda.

Website saya sudah fokus pada satu niche tapi belum juga masuk halaman satu Google?

Kalau ini perlu dicek dari aspek lainnya, teknik SEO seperti apa yang udah dilakukan. Apakah tekniknya udah ngikutin perkembangan algoritma Google terbaru, ato teknik tersebut masih teknik lama yang udah ketinggalan zaman?

Atau jangan-jangan malah belum menggunakan teknik SEO samsek. hmmmm…

Kalo tekniknya udah bener, terus aja lakukan update konten SEO secara berkala yang membahas seputar niche yang kita pilih. Naik ke halaman satu Google hanya tinggal menghitung waktu aja.

Plus, jangan lupakan aspek untuk menumbuhkan kepercayaan yang sudah pernah juga saya tuliskan pada website ini. Apa itu?

Buat halaman About Us yang membahas lengkap tentang siapa orang di balik website tersebut. Yang tentunya menggambarkan kalau website ini memang dikelola oleh orang ahli di bidangnya.

Contoh yang paling bagus adalah website alodokter yang saat ini menguasai keyword kesehatan, berikut tampilan halaman tentang kami mereka :

Lihat gambar di atas, pada gambar ini website tersebut menginformasikan :

  • Tim alodokter (Dengan gelar dr)
    Menggambarkan kalau website ini dikelola oleh orang-orang ahli dibidang kesehatan.
  • Alamat lengkap
    Menggambarkan kalau website ini benar-benar ada kantor fisiknya, bukan hanya online.
  • No telepon dan e-mail
    Ini untuk menambah keyakinan.

Ketika kita masuk ke dalam website tersebut dan membaca halaman “tentang kami” mereka, kita tidak akan ragu dengan saran-saran obat atau saran-saran kesehatan yang dituliskan di sana.

Ini yang Google mau.

Mas, website saya juga website kesehatan dan saya bukan orang ahli. Kalau halaman About Us-nya ditulis profil saya bagaimana mas?

Kalo profil kita bisa ngeyakinin user bahwa kita orang ahli di bidang kesehatan, ngga masalah. Tapi kalo tidak bisa meyakinkan user, percuma.

Hal di atas juga berlaku untuk niche lainnya.
Contoh lainnya website ini, lihat halaman profil kekitaan.

Di SEO tidak ada gelar, maka saya meyakinkan dengan menuliskan :

  • Nomor HP
  • Email
  • Alamat lengkap
  • Facebook pribadi dan facebook grup
    Yang memang sering juga membahas seputar SEO

Dengan ini, kekitaan bisa menyakinkan user bahwa kamin menguasai niche yang menjadi pembahasan pada website ini. Jadi, Google pun memberikan kepercayaan dan otoritas pada website ini untuk niche SEO.

Marketplace tidak satu niche tapi bisa menguasai halaman satu Google?

Jangan samakan Website kita dengan marketplace yang sudah memiliki authority tinggi di mata Google. Kalau kita bisa mengimbangi optimasi mereka, website kita juga bisa menguasai halaman satu Google.

  • Coba imbangi dari seringnya mereka update konten
    Berapa banyak konten yang ter-posting di marketplace dalam satu hari, bandingkan dengan website kita.
  • Coba imbangi dari segi backlink
    Dalam satu hari, berapa banyak member marketplace yang share link jualan mereka di sosial media masing-masing. Website kita punya berapa backlink perhari?
  • Belum lagi dari segi on page SEO
    Marketplace dikelola oleh orang-orang ahli SEO terbaik.

Jika tidak bisa mengimbanginya, maka fokuslah pada satu niche. Semakin spesifik semakin baik.

Jasa SEO Jakarta Timur: 3 Langkah Mencari Niche Terbaik untuk Blog atau Bisnis Online Kita (Jangan Dengar Kata Orang Lain)

jasa seo jakarta timur

Dalam artikel ini, kita akan belajar bagaimana cara mencari niche yang tepat untuk blog atau bisnis kita.

Tapi sebelumnya, ada 2 alasan kenapa ini penting:
Pertama, kalau anda salah milih niche (ato ngga fokus dalam 1 niche), maka blog kita ngga bakal bisa berkembang. Mungkin bisa sih, tapi yah ngga bisa menghasilkan.
Yang kedua, kesalahan memilih niche akan menyebabkan proses pembuatan konten jadi terasa berat. Kita jadi males bikin konten. Dan kita jadi ngga bisa bikin konten yang berkualitas.

(yang sudah pernah salah pilih niche pasti setuju)

Karnanya, kalo kita mau buat blog yang sukses, ini panduan yang pertama kali HARUS kita baca.

Mari kita mulai.

Karena beberapa bentuk bisnis online juga berawal dari niche, dan konsepnya mirip, maka panduan ini juga bisa kita gunakan untuk bisnis.

Ada 3 hal yang akan kita bahas di dalam artikel ini:

  1. Pertimbangan dalam memilih niche
  2. Cara menentukan niche yang tepat untuk anda
  3. Cara melakukan diferensiasi niche

Pertimbangan dalam Memilih Niche

Ada yang bilang, milih niche, tuh kudu berdasarkan minat dan kemampuan, ada yang bilang minat ngga penting asalkan potensinya besar.

Mana, nih, yang benar? Keduanya.

Keduanya benar dan bisa digunakan sebagai pedoman.

Tapi manusia itu berbeda-beda. Mungkin saran dari si A cocok untuk si B tapi tidak cocok untuk si C.
Untuk itu, mari kita bahas dulu berbagai pertimbangannya supaya anda bisa tahu mana yang paling tepat untuk kita sendiri.

Oh ya, ada tugas yang bisa kita lakukan:
Untuk setiap pertimbangan, silahkan tulis 5-10 niche yang anda rasa sesuai dengan pertimbangan tersebut.

1. Mengapa blogger pemula sebaiknya mengikuti minatnya sendiri

Biasanya kita selalu menyarankan untuk para blogger baru memilih bidang yang mereka anggap menarik.
Tapi, ada banyak pakar yang ngga setuju. Katanya, ada banyak blog dalam topik yang sama sekali tidak mereka pahami, tapi bisa ngasilin puluhan-ratusan juta per bulan.

Memang benar, ngga salah. Tapi ada satu masalah:

Mereka itu orang-orang yang udah berpengalaman. Mereka udah paham seluk-beluk blogging dan cara mengembangkannya.

Nah, kalo pemula?
Belum tahu cara membuat konten yang bagus, belum tau cara mengembangkan blog, belum taiu apapun. Apalagi kalo ngga mau keluar biaya (untuk bayar penulis).

jasa seo jakarta timur

Blogging itu butuh dedikasi.

Kalau si blogger tidak berminat dengan topiknya, dia akan cepat bosan.

Selain itu, karena konten blog harus berkualitas, maka kita harus mau mempelajari niche yang kita pilih. Berarti kita akan belajar 2 hal sekaligus, belajar blogging dan belajar niche-nya.

(lagipula belajar hal yang tidak kita minati itu sulit)

Ada 1 alasan lagi:

Dunia blogging ini isinya orang-orang yang benar-benar antusias terhadap niche-nya masing-masing. Kalo kita ngga minat, bakal sulit bersaing.

Tapi jangan anggap minat sebagai halangan, yah. Justru dunia blogging itu enak karena kita bisa dapetin penghasilan dengan menulis hal-hal yang kita minati. Kurang enak apa coba?

Sekarang, ini tugas kita:

Abaikan potensi keuntungan, abaikan kemampuan ktia sekarang, silahkan buat daftar hal-hal yang kita minati. Minimal 10.

Kalau bingung, ini pancingannya:

  1. Pikirkan rutinitas keseharian ktia, apa kegiatan yang paling ditunggu-tunggu?
  2. Apa kegiatan yang paling tidak pernah membuat kita bosan?
  3. Apa hal yang selalu muncul dalam hidup kit sejak bertahun-tahun yang lalu?
  4. Klub/forum/kelompok/organisasi apa yang kita ikuti?

10 itu sepertinya banyak, tapi sebetulnya sedikit. Banyak orang yang tidak sadar dengan minatnya sendiri.

Sekali lagi, jangan pikirkan potensi penghasilan dan kemampuan kita, buat aja sebanyak-banyaknya. Bahkan yang sepertinya konyol sekalipun.

Di tahap kedua nanti baru akan kita analisa lagi.

Misalnya, kalo kita yang masih sekolah waktu di kelas suka menggambar kartun tanpa memperhatikan bu guru yang sedang mengajar, maka ini termasuk minat.

Atau kalau kita suka main game di Android/iPhone, ini juga bisa, loh.

2. Kemampuan dan pengetahuan relatif kita

Saat menjadi blogger, maka blog kita akan jadi pusat pengetahuan.
Orang-orang yang ingin mempelajari suatu topik akan berdatangan ke blog kita. Belajar dari kita.

Sekarang bayangkan:

Kalau kita ngga lebih pintar, atau lebih ahli daripada mereka yang ingin belajar, lalu gimana caranya kita bisa ngajarin mereka?
Dengan belajar, pastinya. Tapi ini sudah kita bahas di minat tadi.
Jadi, salah satu cara mencari niche untuk blog adalah dengan melihat kemampuan kita sendiri.

Tapi tunggu dulu…

Mentang-mentang bicara “keahlian” atau “kemampuan”, bukan berarti kita harus jadi pakar, guru, atau master. Ngga.

Makanya di judul subbab ini saya tulis kemampuan relatif.
Artinya yang penting kemampuan kita di atas orang awam.
Misalnya kalau seorang pakar itu kemampuannya 100%, orang awam kemampuannya 0%, maka kalau kemampuan kita cuma 40% pun sudah OK.

jasa seo jakarta timur

Nantinya juga kita akan belajar lebih banyak lagi setelah punya blog.

Ada 1 alternatif lagi:
Ini kalau anda merasa tidak PD dengan kemampuan kita, coba buat blog tentang “catatan perjalanan” kita dalam mempelajari topik tersebut. Jadi, blog tersebut berisi apa-apa aja yang kita pelajari.

Blog seperti ini banyak yang jadi populer.

Sekarang tugasnya:
Sekali lagi, abaikan peluang dan potensi bisnis, buat daftar yang berisi keahlian-keahlian kita atau hal-hal yang dirasa kita bisa jadi ahlinya (meskipun sekarang belum).

Beberapa pertanyaan pancingan:

  1. Apa hard skill yang kita miliki? (contoh: menulis artikel, programming, Photoshop, menggambar, Bahasa Inggris)
  2. Apa soft skill yang kita miliki? (contoh: gampang berteman, bisa presentasi yang menarik, percaya diri yang tinggi)
  3. Apa pencapaian yang pernah kita dapatkan? (contoh: rangking 1 di kelas, menurunkan berat badan, punya pacar, sembuh dari depresi)
  4. Apa pujian yang pernah kita dapatkan dari orang lain? (contoh: pintar berbusana, pintar menyanyi, punya pendapat politik yang menarik, selera humor yang tinggi)

Bahkan yang kita rasa konyol sekalipun, tulis aja semuanya.

Ngomong-ngomong, semua contoh di masing-masing pertanyaan tersebut bisa jadi blog yang sukses. Sudah banyak buktinya.

3. Melihat tren yang sedang atau akan naik daun

“Siapa cepat dia dapat”

Ini sering kita jadikan bahan bercanda, tapi sebetulnya tidak salah.
Memang pada kenyataannya siapa yang paling cepat biasanya bakal punya potensi terbesar untuk unggul dan jadi sukses.

Ini bisa kita jadikan sebagai niche.

Kalau kita tau tren yang sekarang sedang naik daun atau akan segera naik daun, kita akan sangat termotivasi untuk mengejar tren tersebut.
Apalagi kalau kita juga berminat terhadap bidangnya.
Misalnya, sewaktu quadcopter/drone mulai populer di tahun 2013-14, banyak blog baru yang mulai bermunculan. Hingga sekarang jadi blog raksasa.
Atau sewaktu model diet Paleo dan gluten-free jadi populer. Banyak blog yang membahas keduanya.

Maka dari itu, coba perhatikan tren di sekitar kita.

Contohnya, kalau Apple mengeluarkan produk baru bernama iRobot, maka kita tau produk ini nantinya akan jadi populer.
Kalau kita jadi yang pertama membahas produk tersebut, kita juga akan ikut jadi populer.
Tapi hati-hati:
Jangan pilih tren yang sifatnya sesaat. Seperti batu akik.

Coba lihat gambar grafik popularitasnya:

Hanya beberapa bulan, lalu anjlok.

Kalau kita memulai blog atau bisnis baru di bidang ini, populernya cuma sebentar.
Tren yang bagus itu tren yang punya alasan kuat mengapa jadi populer. Bukan karena sengaja dibuat jadi heboh, misalnya gara-gara artis.

Tugas:

Coba cari beberapa tren yang sekarang ini sedang naik daun di dalam bidang-bidang topik yang kita ikuti perkembangannya.
Kita mungkin ngga akan bisa ketemu banyak tren, atau bahkan sama sekali tidak ketemu, karena memang tren itu tidak selalu ada setiap saat.

4. Bisnis yang sedang kita jalankan

Ada 2 tipe orang yang ingin membuat blog:
Ingin menjadikan blognya sebagai bisnis untuk mendapatkan penghasilan.
Atau untuk menjadikan blognya sebagai sarana pengembangan bisnis.

Ini untuk para tipe kedua. Kalau ktia sudah punya bisnis, mencari niche untuk blog lebih gampang karena tinggal disesuaikan dengan bisnisnya.

Misalnya kalau kita punya bisnis penyewaan kendaraan untuk wisatawan di Bali, kita bisa membuat blog yang berisi panduan travel di Bali.
Sehingga orang yang ingin traveling ke Bali nanti akan menyewa kendaraan kita, deh. Masuk akal, kan?

Ini cara memilih topik blog yang bisa membantu mengembangkan bisnis kita:

  1. Pahami orang-orang yang termasuk di target pasar kita. Seperti contoh tadi, misalnya orang-orang yang berwisata ke Bali
  2. Cari tahu apa informasi-informasi yang mereka butuhkan. Misalnya, panduan berwisata di Bali
  3. Sediakan informasi yang mereka butuhkan. Misalnya, tempat-tempat wisata di Bali, makanan khas Bali, dan sebagainya

Baca panduan content marketing ini untuk belajar lebih lanjut.

Jasa SEO Jakarta Timur: Menentukan Niche Terbaik untuk Kita

Sekarang kita sudah punya belasan atau puluhan pilihan niche.
Tapi tentunya kita tidak akan memakai semuanya. Kita hanya akan memilih topik yang terbaik buat kita.

Dalam tahap inilah kita akan ambil keputusannya. Di akhir tahap kedua nanti kita akan melakukan perhitungan dengan angka-angka untuk menghasilkan topik terbaik.

Sebelum itu, kalau kita punya banyak topik, ada baiknya kita saring dulu yang tidak terlalu bagus. Supaya nanti lebih mudah.

Silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut untuk setiap niche:

1. Apakah kita antusias dengan niche tersebut?

Minat itu tidak selalu membuat kita antusias dalam blogging.
Meskipun kita tertarik dengan suatu topik, tapi bisa jadi kita tidak akan suka kalau disuruh menulis tentang topik tersebut.

Misalnya begini:

Kita suka nonton movie dan sering ke bioskop untuk nonton. Kita mungkin banyak movie bajakan di hard disk, bahkan sampe langganan Netflix.

Tapi kalau nulis tentang movie? Kurang tertarik. Jadi, minat itu belum tentu membuat kita excited untuk menulis.

Coba dipikirkan seperti ini:

  • Apakah kita sanggup menulis artikel dalam niche tersebut selama bertahun-tahun?
  • Apakah kita sanggup kalau disuruh membaca buku 100 halaman tentang niche tersebut?

Kalau tidak sanggup, berarti topik tersebut kurang pas.

2. Apakah topik ini bisa jadi peluang bisnis?

Hampir semua orang yang memulai blog di zaman sekarang biasanya karena ingin mendapatkan penghasilan. Tapi tidak semua niche bisa menghasilkan.

Ngomong-ngomong tentang penghasilan, jangan samakan jumlah pengunjung blog dengan jumlah penghasilan.

Ada niche yang bisa mendapatkan banyak pengunjung dengan mudah tapi tapi potensi penghasilannya kecil.

Ada juga yang sebaliknya…

…pengunjungnya sedikit, tapi potensi penghasilannya besar.

Jadi, ingat, jumlah pengunjung bukan indikator bagus/tidaknya sebuah topik.

Yang harus kita perhatikan adalah hal-hal berikut:

  1. Apakah ada orang yang hidupnya terbantu kalau anda menulis artikel dalam topik atau niche tersebut?
  2. Apakah orang-orang mau mengeluarkan uangnya dalam topik tersebut?
  3. Apakah ada produk, jasa, atau event yang bisa dibuat terkait topik tersebut?
  4. Apakah ada yang sudah berhasil melakukan?

Banyak orang yang menganggap hanya karena suatu blog/bisnis tidak ada saingannya, maka mereka bisa sukses dengan mudah.

Justru sebaliknya.
Suatu bidang/topik/niche itu kalau tidak ada saingannya berarti tidak bisa menguntungkan. Makanya tidak ada orang yang bersaing.

3. Apakah ada banyak yang bisa dibahas?

Blog itu website yang di-update secara rutin dengan konten-konten baru.
Kalau hanya sedikit yang bisa dibahas, maka blog tersebut akan sulit berkembang. Sebaiknya dihindari.

Jadi, coba lakukan ini:
Untuk setiap niche yang tersisa saat ini, pikirkan lebih dari 10 judul artikel yang bisa dibahas dalam berbagai topik di niche tersebut.

Kalau tidak bisa, berarti ada 2 penyebabnya:

  1. Kita kurang paham/berminat dengan niche-nya
  2. Niche-nya terlalu sempit

Kalau niche-nya terlalu sempit, potensi penghasilannya akan jadi sangat kecil. Sehingga kita mungkin akan buang-buang waktu.

4. Gunakan ‘matriks pengambilan keputusan’ untuk menentukan niche terbaik

Inilah cara menentukan niche yang tepat untuk kita pribadi.

Saya pertama kali kenal metode ini sewaktu kuliah beberapa tahun yang lalu. Entah waktu itu sedang belajar apa, tapi metode ini sangat bagus untuk digunakan dalam mengambil keputusan.

Daripada saya jelaskan panjang lebar, lebih baik langsung contohnya:

Untuk ngedapetin template matriks seperti gambar di atas beserta penghitungan otomatisnya, klik di sini.

Baris pertama, horizontal, adalah kriteria dalam pengambilan keputusan beserta bobotnya masing-masing.
Semakin tinggi bobotnya berarti semakin penting kriteria tersebut.

Di dalam contoh di atas, saya sudah memasukkan bobot yang saya rekomendasikan. Kalau kita tidak setuju, silahkan ubah sendiri bobotnya. (tapi sebaiknya tidak diubah)

Sedangkan kolom paling kiri, vertikal, adalah niche kita.
Untuk setiap niche, kita berikan skor dari 1-10 terhadap setiap kriteria (baris berwarna abu-abu).

Sampai di sini masih paham?
Lanjut…

Setelah itu, masing-masing skor untuk setiap kriteria dikalikan dengan bobot dari kriteria tersebut. Ini adalah skor akhir per kriteria.
Terakhir, untuk setiap niche kita totalkan skor per kriterianya.

Misalnya:

  • Niche “presentasi” saya berikan skor 8 untuk kriteria “kemampuan”
  • Kriteria “kemampuan” punya bobot 10
  • Artinya skor akhir untuk kriteria “kemampuan” adalah 8×10 = 80
  • Ulangi seperti ini untuk kriteria lainnya
  • Kemudian totalkan semua skor per kriteria

Dari sini kita dapatkan skor total untuk setiap niche. Skor total ini kita bandingkan untuk semua niche.

Niche yang mendapatkan skor terbesar adalah niche terbaik untuk kita.

Mudah, kan?

Dengan matriks pengambilan keputusan ini, kita jadi tau dengan jelas niche mana yang paling cocok dengan kita berdasarkan minat, kemampuan, dan potensinya.

Jadi, kita sekarang sudah tahu niche apa yang tepat.

Tapi kita belum selesai.
Masih ada 1 tahapan lagi yang jauh lebih penting:

Melakukan Diferensiasi Niche

Saya mau buka-bukaan dulu:

Awalnya, subbab diferensiasi ini rencananya saya pisahkan di halaman lain. Supaya tidak terlalu panjang.
Tapi begini…
…tahapan ini sangat sering diabaikan.
Padahal justru diferensiasi itu mungkin jauh lebih penting daripada pemilihan niche-nya sendiri.
Pemilihan niche itu baru 50%, sisanya di sini.

Karena pentingnya tahapan diferensiasi, supaya kita semua tidak kelewatan, maka akhirnya saya gabung jadi satu di artikel ini.
Bagian ini saya buat sesingkat mungkin, inti-intinya saja supaya tidak kepanjangan.

Apa itu diferensiasi? Kenapa penting?

Singkat saja, untuk kita yang belum tau pengertian diferensiasi.

Diferensiasi adalah strategi untuk menjadi lebih menonjol daripada pesaing lain dengan cara menjadikan bisnis kita berbeda. Tujuannya supaya kustomer punya alasan yang kuat untuk memilih kita, bukan yang lain.

Karena blog itu juga bisnis, jadi prinsipnya berlaku.
Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, kompetisi itu pasti ada. Seperti kata pepatah, “Di mana ada gula, di situ ada semut”.

(justru kalau tidak ada kompetisi malah mencurigakan)

Hati-hati:
“Menjadi yang terbaik” itu bukan diferensiasi.
Semua bisnis dan blog juga pasti ingin jadi yang terbaik. Jadi, ini bukan diferensiasi karena tidak membedakan kitadari orang lain.

Setelah paham dengan pengertiannya, mari kita mulai.

Tahap #1: Deskripsikan niche kita dalam satu kalimat

Mulai dari yang paling dasar dulu.
Apa tujuan dari blog kita?

Sebagai contoh, saya akan menggunakan niche programming.

Ini kalimatnya:
“Blog ini memberikan panduan untuk belajar programming”.
Atau kalau misalnya blog ini isinya berita atau tren terbaru maka kalimatnya jadi kira-kira seperti ini:
“Memberikan informasi terkini seputar programming”.

Intinya, pikirkan tujuan dari blog anda lalu buat jadi sebuah kalimat.

Tahap #2: Tentukan siapa orang yang akan terbantu dengan blog kita

Tujuan orang-orang membaca blog atau membeli produk adalah karena mereka butuh bantuan kita. Mereka ingin hidupnya jadi lebih mudah.

Siapa yang akan terbantu dengan adanya blog kita?

Kita gunakan contoh yang sama seperti di tahap 1.

Ini untuk blog yang berisi panduan programming:
“Orang-orang yang ingin membuat aplikasi berbasis web”.
Ini yang isinya berita:
“Orang-orang yang antusias dengan programming dan ingin jadi yang pertama untuk mengetahui informasi terbaru”

Ingat…ini harus SPESIFIK.
Jangan cuma “orang yang ingin belajar programming”. Lihat lebih dalam lagi, apa tujuan mereka ingin mempelajari hal tersebut.

Tahap #3: Pikirkan kenapa mereka harus peduli dengan kita

Di tahap 2, kita sudah sedikit mempersempit niche-nya supaya lebih spesifik dan tepat sasaran.

Tapi itu saja belum cukup.
Karena ada banyak blog yang isinya belajar programming atau berita programming. Orang-orang tidak akan memilih blog kita.

Inilah yang kita bahas sekarang.
Apa yang akan membuat orang-orang ingin datang ke blog kita?

Contoh untuk blog panduan programming:
“Ada panduan tahap per tahap untuk membuat berbagai aplikasi yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka langsung bisa membangun aplikasi sendiri dari nol”.

Saya jelaskan sedikit lagi supaya lebih paham…
Bayangkan kita sedang ingin belajar programming.

Kalau ada sebuah blog berisi panduan programming yang bisa langsung membuat kita jadi bisa membangun aplikasi sendiri… enak, kan?

Apalagi kalau blog-blog yang ada sekarang hanya berisi panduan yang sepotong-sepotong.

Jadi, dalam tahap ini kita mencari apa yang membuat blog kita jadi berbeda dan lebih unggul dalam suatu hal daripada blog lain.

Luangin waktu 5-10 menit untuk tahap ini.

Tahap #4: Jelaskan kenapa kita orang yang tepat

Kredibilitas sebuah blog tergantung pada kredibilitas si pemiliknya.
Maka dari itu, kita kudu bisa jelasin alasan kenapa kita-lah orang yang tepat untuk mereka yang membutuhkan.

Contoh:

“Saya sudah membuat beberapa aplikasi berbasis web, salah satu di antaranya bahkan diakuisisi oleh perusahaan X dengan nilai Rp X milyar”.

Semakin “wah” pastinya semakin bagus…
…tapi, sekali lagi, kita tidak perlu jadi seorang pakar atau master.

Bisa juga seperti ini:

“Saat ini saya juga sedang dalam proses untuk belajar membuat aplikasi, saya bisa membagikan apa yang sudah saya pelajari kepada pemula sehingga panduannya jadi lebih mudah dipahami”.

Masuk akal juga, kan?

Tahap #5: Gabungkan semuanya dan pegang prinsip ini

Setelah tahap 1-4 selesai kita lakukan, gabungkan dalam satu kalimat.

Ini yang sudah kita buat tadi:

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar programming kepada orang-orang yang ingin membangun aplikasi berbasis web. Ada panduan tahap per tahap untuk membuat berbagai aplikasi yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka langsung bisa membangun aplikasi sendiri dari nol.”

Kalimat inilah yang mencerminkan blog kita.

Selalu pegang prinsip yang anda tulis dalam kalimat tersebut saat:

  1. Membuat konten baru
  2. Memperkenalkan dan mempromosikan blog kita
  3. Memperkenalkan diri sendiri (kalimat di tahap #4)

Jangan pernah keluar dari prinsip yang sudah kita buat. Misalnya, kalau blog kita isinya panduan, jangan justru membuat artikel berita atau hiburan.

Itulah cara melakukan diferensiasi.

Maka sekarang blog kita sudah bukan sekadar “blog belajar programming” lagi. Melainkan “blog di mana orang-orang bisa belajar membangun aplikasinya sendiri”.

Tugas terakhir:

Kalau kita saat ini sedang mencari niche, silahkan lakukan sampai di tahap matriks pengambilan keputusan.
Kemudian lakukan diferensiasi.
Lalu, tulis niche kita beserta diferensiasinya di kolom komentar di bawah.

Sedangkan kalau kita sudah punya blog, lakukan diferensiasinya saja kemudian tulis isinya di kolom komentar.

Saya akan bantu untuk menilai.

(Jangan khawatir, ngga akan ada yang bakal nyuri ide-mu)

Kesimpulan
1. Salah satu kunci sukses keberhasilan SEO adalah fokus pada satu niche, yaitu satu pokok pembahasan atau satu tema pembahasan. Namun, jangan juga lupakan faktor SEO On Page yang harus dipenuhi.
2. Jangan samakan website kita dengan marketplace, kecuali kita bisa mengimbangi cara optimasi yang dilakukan marketplace.

Hai #MasBro #MbakBro pelanggan kekitaan, Jasa SEO Jakarta Timur. Masih ada pertanyaan?

Silahkan hubungi #MinTa (#MiminKita) ya.

Ada juga yang nanya
niche adalah, niche dalam bisnis adalah, niche market adalah, niche instagram adalah, niche website adalah, niche wanita, niche market terbaik, micro niche adalah,

Seneng bisa berbagi.
Pasti bermanfaat.
Mauliate

Sumber tulisan
defriansyah.net dibaca 12:40 WIB pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2020
panduanim.com dibaca 12:40 WIB pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2020

5 tanggapan pada “#BelajarSEO Tingkat Menengah (1): Bener Harus Fokus 1 Niche Aja?”

  1. Pingback: #BelajarSEO Tingkat Menengah (2): Artikel SEO Harus 2.000 Kata?

  2. Pingback: Domain Authority adalah ... - Jasa SEO Jakarta Indonesia

  3. Pingback: #BelajarSEO Tingkat Menengah (3) : 19++ Cara Mempercepat Loading Website - Jasa SEO Jakarta Indonesia

  4. Pingback: 4++ Membuat Blog yang Menghasilkan Uang - Jasa SEO Jakarta Indonesia

  5. Pingback: 5++ Cara Membuat Karya SEO Berkualitas yang Dapat Backlink Berkualitas dan Masuk Halaman 1 Peringkat 1 - Jasa SEO Jakarta Indonesia

Tinggalkan Balasan