Siklus Hidup Produk

Hallooo….Welcome Back:v

Haii guys di pagi selasa ini kalian pada ngapain nih?ya.. pastinya belajar yah karna di bulan ramadhan ini sekolah gak libur juga. Gue sekarang mau bagi-bagi ilmu nih kekalian siapa tau nambah pengetahuan kalian dan semoga bermanfaat juga, disini kita sama-sama belajar yah.

Oke sebelumnya ada yang tau apa iti siklus hidup produk?

Siklus hidup produk

Siklus hidup produk atau dalam istilah asing biasa disebut dengan sebutan product life cycle adalah salah satu komponen penting yang wajib diketahui dan dipahami dengan benar oleh para produsen. Pada dasarnya, konsep nyata dari sebuah siklus hidup adalah merupakan suatu proses yang memberikan gambaran proses yang akan dipasarkan. Nantinya produk tersebut akan diedarkan ke masyarakat hingga mengalami suatu siklus tertentu.

Banyak yang perlu diketahui tentang siklus hidup suatu produk. Jadi harus benar-benar mengetahui pengertian tahapan dan contohnya. Jadi setelah mengetahui keseluruhannya, akan diajarkan tentang bagaimana konsep tersebut terbentuk.

Pengertian Siklus Hidup Produk

Product life cycle sendiri merupakan suatu siklus yang dialami seluruh produk yang ada di dunia, baik itu siklus hidup yang singkat maupun siklus hidup yang lama. Namun dengan adanya perbedaan siklus pada setiap produknya, tentu akan menambah beragam wawasan serta pengertian yang akan menjadi materi bagi setiap produsen.

Suatu siklus semacam ini juga dilihat dari berbagai produk, seperti makanan, barang barang elektronik lainnya. Untuk itu kewajiban seperti itu menjadi hal penting yang harus dipenuhi dalam melihat siklus suatu produk.

Dengan adanya pemahaman semacam hal tersebut maka dari itu produsen dapat melihat serta memasang strategi yang tepat saat memasarkan produksinya. Sehingga secara sederhana siklus hidup produk bisa digambarkan dengan diawali produk dibuat kemudian diperkenalkan kepada pasaran hingga pada akhirnya produk tersebut mulai hilang dari pasaran.

Tahapan Siklus Hidup Produk

Pada umumnya tahapan hidup suatu produk memiliki 4 tahapan umum. Ke 4 tahapan tersebut wajib diketahui oleh setiap produsen. Jika dilihat dengan seksama maka bisa dipastikan bahwa keempat produk tersebut adalah tahapan perkenalan (Introduction), tahapan perkembangan, tahapan kedewasaan, dan tahapan penurunan.

Untuk itu bisa dilihat bahwa tahapan tersebut memiliki pengertian pengertian strategi yang bisa dilihat sebagai berikut.

1.Tahap Perkenalan (Introduction)

Sesuai dengan namanya, tahapan ini merupakan tahapan perkenalan yang menjadi cikal bakal suatu siklus hidup. Awalnya melalui tahapan ini, produk akan diproduksi dan dipasarkan dalam jumlah yang lebih besar. Walaupun begitu, volume penjualannya tentu saja tidak sesuai dengan jumlahnya.

Jadi, barang yang dipasarkan merupakan barang yang benar-benar baru, hal tersebut juga dikarenakan pada tahapan ini acapkali disebut sebagai tahapan awal. Biasanya, pada tahap ini, ongkos serta biaya promosinya lebih mahal.

Strategi yang dilakukan :

  • trategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy)
    Peluncuran suatu produk baru pada harga tinggi dengan melalui tingkat promosi yang tinggi.
  • Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy)
    adalah suatu peluncuran produk baru dengan harga tinggi serta juga sedikit promosi.
  • Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy)
    adalah suatu peluncuran produk pada harga yang rendah yanag dengan biaya promosi yang besar.
  • Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy)
    adalah suatu peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah serta juga harga rendah.

2. Tahapan Pertumbuhan (Growth)

Tahapan kedua adalah pertumbuhan, tahapan yang satu ini sesuai dengan namanya merupakan tahap siklus hidup produk yang menentukan suatu produk menjadi lebih berkembang atau tidak.

Dalam tahapan ini, tentu saja laba akan meningkat dan prosesnya menjadi lebih menguntungkan. Tahapan ini, di pasaran, permintaan akan produk semakin meningkat dan minat masyarakat semakin bertambah.

Selama dalam tahap pertumbuhan perusahaan tersebut menggunakan beberapa strategi untuk dapat mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengan cara sebagai berikut:

  • Meningkatkan kualitas pada produk dan juga  menambahkan keistimewaan pada produk baru serta gaya yang lebih baik.
  • Perusahaan tersebut harus menambahkan model > model baru serta produk > produk penyerta (yakni, produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan lain-lain yang dapat melindungi produk utama)
  • Perusahaan itu harus memasuki segmen pasar baru.
  • Perusahaan itu harus meningkatkan cakupan distribusinya serta juga memasuki saluran distribusi yang baru.

3. Tahapan Kedewasaan (Maturity Process)

Selanjutnya adalah tahap pendewasaan, tahapan yang satu ini merupakan tahapan, dimana produsen serta semua pihak terkait dapat melihat serta mampu menetapkan bahwa penjualan yang dilakukan serta pemasaran yang dilakukan lebih meningkat jauh lebih banyak dari sebelumnya dan untuk kedepannya juga masih terlihat semakin tetap.

  • Perusahaan tersebut menghilangkan produk yang kurang kuat serta juga lebih berkonsentrasi kepada sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan serta juga pada produk baru.
  • Dengan Memodifikasi pasar yang mana perusahaan tersebut berusaha untuk dapat memperluas pasar untuk merek yang sudah mapan.
  • Perusahaan tersebut mencoba menarik konsumen yang merupakan ialah sebagai pemakai produknya.
  • Dengan Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yakni yang memiliki tujuan untuk dapat menambah keistimewaan baru dan yang memperluas keanekagunaan, keamanan maupun kenyaman dalam produk.
  • Dengan Strategi defensif yang mana untuk mempertahankan produk pasar yang mana hasil dari strategi tersebut akan memodifikasi bauran dalam pemasaran.
  • Dengan Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan untuk dapat meningkatkan kemampuan suatu produk, misalnya daya tahan, kecepetan, serta jugakinerja produk.
  • Dengan Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk dapat menambah daya tarik estetika dalam produk seperti model, warna, kemasan dan lain sebagainya.
  • Dengan Menggunakan take-off strategy dimana merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk dapat mencapai fase penerimaan konsumen yanag baru, strategi ini bisa  memperbaharui pertumbuhan disaat produk masuk dalam proses kematangan.

4. Tahap Kemunduran (Decline)

Dalam tahapan yang satu ini, pasti setiap siklus hidup produk akan memiliki tahapan dimana produk yang dipasarkan mengalami penurunan agresivitas atau biasa yang disebut sebagai tahapan kuno suatu produk. Untuk itu setiap produsen harus memiliki strategi baru yang tentu saja wajib diberikan dalam mengembangkan produk baru yang diminati oleh masyarakat.

  • Manambah investasi supaya dapat mendominasi atau juga  menempati posisi persaingan yang baik.
  • Mengubah produk tersebut atau juga mencari penggunaan atau manfaat baru dalam produk
  • Mencari pasar yang baru
  • Tetap ditingkat investasi perusahaan saat ini sampai dengan ketidakpastian didalam industri dapat diatasi
  • Mengurangi investasi pada perusahaan dengan secara selesktif dengan cara meninggalkan konsumenyang kurang menguntungkan.
  • Dengan Harvesting strategy untuk dapat mewujudkan pengembalian uang tunai dengan secara cepat
  • Dengan Meninggalkan bisnis tersebut serta juga menjual aset perusahaan.

Contoh Siklus Hidup Produk

Salah satu contoh yang dapat diambil adalah produk ternama, yaitu Coca-cola. Pada tahapan perkenalan, produk ini mulai dikenal masyarakat pada tahun 1886, sebagai salah satu minuman berkarbonasi.

Tentu saja di tahap perkenalan mulai banyak yang mengenal produk yang satu ini. Dengan strategi pemasaran yang tepat, akhirnya coca cola menjadi salah satu produk minuman unggulan.

Selanjutnya adalah tahapan pertumbuhan, tahapan yang satu ini coca-cola mulai mendirikan sebuah perusahaan ternama untuk semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Untuk meminimalisir terjadinya penurunan minat masyarakat, pihak coca cola Kembali mempromosikan minumannya dengan teknik yang lebih agresif dari sebelumnya.

Dalam tahapan ini perusahaan ternama ini sempat mengalami kesulitan dalam segi finansial yang menjadi masalah. Hal tersebut dikarenakan kurang tepatnya penentuan harga yang dipatok.

Lalu pada tahap pendewasaan, coca-cola mengalami kestabilan dalam produksi serta laba yang didapatkan. Namun akhirnya terdapat pesaing-pesaing baru yang memproduksi minuman berkarbonasi dengan label berbeda dan juga lebih menyempurnakannya.

Anggapan bahwa minuman coca-cola menyebabkan dampak yang tidak bagus membuat minat konsumen menjadi  bimbang. Pesaing serta harga yang mulai bervariasi tentu membuat produk ini mendapatkan persaingan yang cukup ketat.

Lalu pada tahap kemunduran, perusahaan mengalami penurunan laba hingga mencapai 15%. Hal tersebut tentu menjadikan perusahaan untuk Kembali mengoptimalkan strategi pemasaran dengan berbagai cara yang lebih efektif dari sebelumnya.

sekian guys yang bisa gue jelasin tentang siklus produk yang gue pelajarin. Semoga Bermanfaat yah bagi kalian Thanks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *