Pendahuluan
Di tengah banjir konten estetik dan flexing produktivitas, sebuah postingan sederhana dari akun Threads @__tgarma justru berhasil menarik perhatian puluhan ribu pengguna. Tanpa editan berlebihan, tanpa copywriting bombastis, dan tanpa CTA jualan, konten ini viral secara organik.
Lalu pertanyaannya: kenapa bisa viral?
Artikel ini akan membedah secara lengkap faktor emosional, psikologis, dan algoritmik di balik viralnya konten tersebut.
Sekilas Tentang Konten yang Viral
Konten Threads @__tgarma berisi cerita singkat tentang rutinitas kerja sebagai manager content creator yang dikerjakan dari kos. Ia membagikan proses nyata seperti:
- Brainstorming ide
- Scripting konten
- Editing video
- Negosiasi dengan brand
Di akhir postingan, ia menutup dengan pertanyaan terbuka:
“Disini ada yang kerja sebagai manager content creator juga gak?”
Sederhana, tapi justru sangat kuat.
Penyebab Utama Konten Ini Viral
1. Autentik dan Jujur
Konten ini tidak mencoba terlihat sukses atau sibuk. Tidak ada klaim penghasilan, pencapaian, atau gaya hidup mewah. Yang ditampilkan adalah realita kerja kreator digital yang sering tidak terlihat.
Kejujuran seperti ini menciptakan kepercayaan dan empati.
2. Relatable untuk Banyak Profesi
Narasi “kerja full di kos” langsung menyentuh:
- Content creator
- Social media manager
- Freelancer
- Remote worker
- Anak kos produktif
Audiens merasa: “Ini gue banget.”
3. Fokus pada Proses, Bukan Hasil
Alih-alih memamerkan hasil kerja, konten ini menunjukkan “dapur kerja”.
Threads secara algoritmik menyukai konten yang:
- Memicu diskusi
- Mengundang cerita lanjutan
- Membuat orang ingin ikut berbagi pengalaman
Kenapa Orang Mau Klik dan Berinteraksi?
Emosi utama yang dimainkan:
- Validasi diri
- Kebanggaan diam-diam
- Rasa tidak sendirian
Kalimat pembuka yang rendah hati membuat audiens merasa aman untuk berkomentar, bukan terintimidasi.
📌 Otak berhenti scroll, hati mengambil alih.
Peran Visual dalam Viralitas
Foto yang digunakan bukan foto estetik, melainkan:
- Layar laptop
- Chat kerja
- Timeline editing
- Dokumen negosiasi
Visual ini berfungsi sebagai bukti kerja nyata, bukan hiasan.
Justru karena terlihat “biasa”, konten terasa lebih manusiawi.
Formula Hook dan CTA Natural
Hook:
“Aku bekerja full di kos aja…”
➡️ Rendah hati
➡️ Tidak menggurui
➡️ Tidak mengklaim sukses
CTA:
Pertanyaan diskusi, bukan ajakan follow atau jualan.
Ini adalah CTA berbasis human instinct, yang membuat orang otomatis ingin merespons.
Psikologi Algoritma Threads
Threads mendorong konten yang:
- Memicu komentar panjang
- Diskusi horizontal antar pengguna
- Share ke lingkaran kecil (teman seprofesi)
Konten @__tgarma memicu semua itu secara alami, sehingga distribusinya terus meluas tanpa iklan.
Insight Penting untuk Kreator
Viral di Threads tidak selalu soal teknik.
Justru seringkali tentang:
- Kejujuran
- Relevansi
- Identitas yang konsisten
Di platform ini, ketulusan mengalahkan estetika.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah konten seperti ini bisa ditiru?
Bisa, selama tetap jujur dan sesuai pengalaman pribadi. Jangan dibuat-buat.
2. Apakah harus pakai foto estetik agar viral di Threads?
Tidak. Bukti kerja nyata seringkali lebih kuat dari visual estetik.
3. Apakah perlu CTA yang agresif?
Tidak. CTA berbentuk pertanyaan diskusi justru lebih efektif.
4. Cocok untuk niche apa saja?
Cocok untuk niche kerja, personal branding, creator economy, freelancer, hingga digital product.
5. Apakah strategi ini cocok untuk jualan?
Cocok untuk soft selling, bukan hard selling. Bangun koneksi dulu, konversi belakangan.