Konten viral di Threads sering kali disangka menang karena drama, sensasi, atau flexing berlebihan. Namun unggahan dari akun @feniiamyar justru membuktikan sebaliknya.
Dengan hanya satu kalimat pendek dan satu bukti visual, konten bertema “60k di tangan wanita yang tepat” berhasil menembus ratusan ribu views dan ribuan interaksi. Lalu, apa sebenarnya alasan konten ini viral?
Artikel ini akan membedahnya secara mendalam dari sisi psikologi audiens, pola algoritma Threads, hingga framework konten yang bisa direplikasi.
1. Memanfaatkan Tren, Tapi Dinaikkan Levelnya
Awalnya, Threads diramaikan oleh tren “10k di tangan wanita yang tepat”. Banyak kreator menggunakannya sebagai konten afirmasi atau candaan ringan.
Namun @feniiamyar melakukan upgrade narasi:
- Bukan 10k, tapi 60k
- Bukan klaim, tapi hasil nyata
- Bukan cerita panjang, tapi bukti visual
Strategi ini membuat konten:
- Tetap relevan dengan tren
- Tapi terasa lebih bernilai dan kredibel
Audiens langsung berhenti scroll karena melihat sesuatu yang familiar, namun berbeda.
2. Bukti Visual yang Mengalahkan 1.000 Kata
Konten ini tidak menjelaskan panjang lebar soal strategi keuangan atau investasi.
Cukup satu screenshot berisi:
- Modal: Rp60.000
- Return: +Rp2.376.000
- Persentase: +3.960%
Di Threads, angka konkret = kepercayaan instan.
Otak audiens langsung memproses:
“Kalau hasilnya nyata, berarti ini bukan gimmick.”
Tidak perlu storytelling berlebihan. Data berbicara sendiri.
3. Nada Rendah Hati, Bukan Pamer
Hook yang digunakan sangat sederhana dan tidak provokatif:
“Mau ikutan trend 10k di tangan wanita yg tepat
tapi ini 60k di tangan wanita yg tepat”
Tidak ada:
- Klaim sok jago
- Ajakan menggurui
- Nada menghakimi
Nada ini menurunkan defense mechanism netizen, sehingga:
- Orang lebih terbuka
- Lebih mau bertanya
- Lebih nyaman berdiskusi
4. Emosi yang Dimainkan: Validasi & Harapan
Konten ini menyentuh banyak segmen sekaligus:
- Perempuan → validasi bahwa perempuan bisa mengelola uang dengan baik
- Laki-laki → refleksi soal trust dan partnership finansial
- Pejuang finansial → harapan bahwa uang kecil pun bisa bertumbuh
Inilah kunci viralnya:
aspirational, tapi tetap terasa realistis.
5. CTA Tidak Diucapkan, Tapi Muncul Sendiri
Tidak ada CTA eksplisit seperti:
- “Menurut kamu?”
- “Komen dong”
- “Like & share”
Namun kolom komentar tetap hidup karena audiens terdorong secara natural untuk bertanya:
- “Pakai platform apa?”
- “Ini investasi apa?”
- “Caranya gimana?”
Di Threads, CTA terbaik sering kali adalah rasa penasaran.
6. Pola Algoritma Threads yang Terpenuhi
Konten ini memenuhi sinyal positif algoritma Threads:
- Komentar berbentuk pertanyaan
- Diskusi horizontal (bukan debat panas)
- Cerita lanjutan di kolom komentar
- Share ke circle kecil (“eh liat ini deh”)
Algoritma tidak “memilih” konten viral.
Ia hanya mengikuti reaksi manusia.
7. Framework Konten yang Bisa Direplikasi
Formula konten @feniiamyar:
- Ambil tren populer
- Naikkan levelnya (angka, bukti, sudut pandang)
- Sajikan dengan nada rendah hati
- Biarkan audiens menyimpulkan sendiri
Tidak perlu:
- Menutup dengan kesimpulan panjang
- Mengarahkan opini
- Menggurui audiens
Kolom komentar adalah kelanjutan cerita.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Q: Apakah konten ini viral karena flexing?
A: Tidak. Justru karena tampil sederhana, jujur, dan berbasis bukti nyata, bukan pamer berlebihan.
Q: Kenapa angka kecil justru lebih dipercaya?
A: Karena terasa realistis dan mudah direplikasi. Audiens merasa “ini mungkin gue lakuin juga”.
Q: Apakah format ini cocok untuk niche lain?
A: Sangat cocok. Prinsipnya bisa dipakai untuk edukasi, personal branding, bisnis, hingga karier.
Q: Apakah harus selalu pakai screenshot hasil?
A: Tidak wajib, tapi bukti konkret (visual/data) sangat membantu meningkatkan trust di Threads.