Di tengah banjir konten parenting yang penuh tips, checklist, dan solusi instan, sebuah unggahan dari akun Threads @defavorit_ justru viral karena melakukan hal sebaliknya: mengajak orang tua berhenti sejenak dan merenung.
Konten ini membahas kesadaran sederhana namun menohok: bisa jadi selama ini orang tua salah fokus dalam mendidik anak. Alih-alih memburu kurikulum terbaik dan les termahal, ada aspek yang jauh lebih penting namun sering terlewatkan.
Lantas, kenapa konten ini bisa viral dan menyentuh begitu banyak orang tua?
1. Mengangkat Konflik Batin Orang Tua Modern
Mayoritas orang tua masa kini hidup dalam tekanan:
- Takut anak tertinggal
- Takut salah pola asuh
- Takut menyesal di masa depan
Konten ini tidak menyerang dari luar, tapi masuk dari dalam. Kalimat pembuka seperti “aku baru paham sebagai ibu…” langsung memposisikan creator sebagai sesama pejuang, bukan pengamat atau pakar.
Inilah yang membuat audiens merasa aman untuk mendengarkan.
2. Menyentil Asumsi Tanpa Menghakimi
Alih-alih berkata “kamu salah”, konten ini berkata:
“Bisa jadi kita salah fokus.”
Perbedaan kecil, tapi dampaknya besar.
Pendekatan reflektif ini:
- Tidak memicu defensif
- Tidak terasa menggurui
- Justru mengundang empati
Orang tua tidak merasa diserang, tapi diajak berpikir bersama.
3. Kredibilitas Lewat Figur yang Relevan
Menyebut Mama Jerome Polin sebagai referensi bukan sekadar nama besar, tapi simbol orang tua yang:
- Dikenal membesarkan anak berprestasi
- Tidak identik dengan parenting keras
- Dipersepsikan “masuk akal”
Ini memberi bobot pada pesan tanpa perlu data panjang atau teori akademis.
4. Bahasa Sederhana, Emosi Dalam
Tidak ada istilah rumit.
Tidak ada teori panjang.
Hanya kata-kata seperti:
- Salah fokus
- Simpel tapi sering dilewatkan
- Telat menyadari
Justru kesederhanaan inilah yang membuat pesan lebih dalam dan personal. Banyak orang tua membaca dan langsung merasa:
“Ini gue.”
5. CTA Alami yang Lahir dari Emosi
Konten ini tidak pernah meminta:
- Like
- Komentar
- Pendapat
Namun kolom komentar hidup dengan:
- Curhat pengalaman pribadi
- Validasi antar orang tua
- Diskusi reflektif
Inilah CTA paling kuat di Threads: emosi yang relevan.
6. Selaras dengan Algoritma Threads
Threads mendorong konten yang:
- Memancing komentar panjang
- Menghasilkan cerita lanjutan
- Dibagikan ke circle kecil
Konten @defavorit_ memicu ketiganya sekaligus.
Algoritma hanya mengikuti apa yang manusia rasakan dan lakukan.
Kesimpulan
Konten ini viral bukan karena teknik canggih, tapi karena kejujuran emosional.
Tidak menggurui.
Tidak mencari simpati.
Tidak memaksakan solusi.
Di Threads, konten yang membuat orang diam, menarik napas, lalu berpikir sering kali lebih kuat daripada konten yang terlalu niat viral.
FAQ
1. Kenapa konten parenting reflektif lebih viral di Threads?
Karena Threads adalah platform diskusi dan refleksi. Konten yang memicu pengalaman pribadi dan empati cenderung mendapat komentar panjang dan distribusi luas.
2. Apakah konten tanpa solusi tetap efektif?
Ya. Dalam banyak kasus, audiens justru lebih terhubung dengan konten yang jujur dan membiarkan mereka menyimpulkan sendiri.
3. Apakah harus pakai figur terkenal agar viral?
Tidak wajib, tapi figur relevan bisa memperkuat kredibilitas jika digunakan secara natural, bukan pamer otoritas.
4. Apa pelajaran utama dari konten @defavorit_?
Bahwa refleksi personal sering lebih berdampak daripada edukasi satu arah, terutama di topik sensitif seperti parenting.