Pergaulan yang Buruk Merusak Kebiasaan Baik : #BelajarHidup

Karya Doug Linstedt

Kita Salah Mendidik dan Salah Didik Sejak Kecil
Apa Sekarang Pergaulan Kita Udah Bener?

Adeknya Abang panggil adik
Temen Abang namanya Andik
Kalo terlanjur udah salah dididik
Gimana mau bener mendidik?

Salam Mas Bro dan Mbak Bro

Apa kebiasaan baik mu?

Semua orang pasti punya kebiasaan baik. Sayangnya ga semua orang bisa mempengaruhi lain untuk mengikuti kebiasaan baiknya. Anehnya setiap orang punya kebiasaan buruk. Kenapa pengaruh buruk lebih mudah mempengaruhi?

Baca Juga : Kalo Mau Bebas Jangan Mau Diperbudak

Karya Kyle Glenn

Kita Salah Mendidik dan Salah Didik Sejak Kecil

Jawabannya ada 2.

Pertama dan menjadi alasan yang paling besar adalah salah mendidik.

Sebenernya bukan karna pengaruh hal buruk lebih kuat. Tapi karna ga semua orang punya pondasi prinsip hidup yang kuat. Terlalu umum?

Coba kita perhatiin sekeliling kita, banyak orang awalnya ga suka sama perokok, pemabuk, dan pemake. Apalagi merokok, minum minuman beralkohol, dan make narkoba itu udah kayak jadi kiamat buat mereka. Tapi banyak mereka menjadi orang munafik, buta. Saat ada masalah, rokok, alkohol, dan narkoba malah menjadi pelampiasannya.

Ga sepenuhnya salah mereka. Mana ada orang yang mau make itu karna niat sendiri. Pasti karna ada pengaruh dari orang lain. Bisa karna ditawarin ato dipaksa temen dan keadaan. Sampe akhirnya udah terlalu dalam dan terlanjur rusak. Mereka baru sadar.

Coba dalam keluarga setiap anak dikasih nilai-nilai yang bener. Seminimalnya, saat ada masalah kembalilah sama orangtua, kembali sama keluarga. Setiap keluarga harus mendidik anak dengan terbuka. Kesalahan jangan dibalas dengan hukuman. Karna ga sedikit anak yang milih kabur ke rokok, alkohol, dan narkoba daripada sama orangtuanya. Karna takut sama orangtua, karna merasa udah buat malu orangtua.

Sadar ato ga, itulah keadaan sosial yang ada disekitar kita sekarang. Meski ada 1-2 keluarga yang udah punya dasar nilai-nilai yang kuat.

Ini ga ada hubungannya sama agama ya. Karna banyak juga orangtua malah membuat agama jadi paksaan bukan pengertian bukan kasih. Sejak kecil anak harusnya diajari cara menyayangi bukan dilarang untuk melakukan kesalahan.

Saat siapapun tau siapa yang sayang sama dia, dia ga akan pergi kemana-mana. Seberat apapun masalahnya dia akan kembali.

Saat siapapun udah dikasih nilai-nilai yang baik dan bener sejak kecil. Segimanapun berartnya masalahnya, dia akan bisa hadapi. Saat dia ga mampu maka dia akan kembali sama orangtuanya bukan pelampiasannya.

Kedua, Udah terlanjur salah dididik. Parahnya lagi, lingkungan memperlakukan “mereka” dengan cara menolak. Mereka, orang-orang yang menyimpang secara sosial ditolak dari pergaulan. Coba ingat waktu kecil, bapa mama pasti suka larang kita bergaul sama orang-orang tertentu kan?

Katanya karna mereka sayang. Sayangnya cara sayang kayak gitu salah.

Ini udah jadi masalah besar. Karna masalah ini melahirkan 2 objek dan 2 masalah. Objek 1 adalah orang-orang yang “ga menyimpang”. Mereka menganggap diri baik dan bener. Mereka juga dianggap baik dan bener sama yang “menyimpang”. Biar gampang sebut aja orang baik ya. Objek 2 adalah orang-orang yang “menyimpang”. Mereka menganggap diri salah. Mereka juga dianggap salah sama yang “menyimpang”. Biar gampang sebut aja orang jahat ya.

Akhirnya orang baik dan jahat itu bertumbuh dengan caranya masing-masing. Tapi tau ga, baik orang baik maupun orang jahat sama-sama tumbuh dengan cara yang salah.

Sehingga siapa yang bisa benerin yang salah kalo yang merasa bener dan dianggap bener ga mau benerin yang salah?

#KataKita

Orang baik itu ga menyadari kalo mereka adalah orang jahatnya. Karna cuma peduli sama dirinya sendiri. Orang jahatnya itu ga menyadari kalo mereka adalah orang kasian. Karna mereka butuh dibantu. Keduanya butuh saling menerima satu sama lain. Biar bisa saling memperbaiki. Karna keduanya pulang sisi baik dan bener masing-masing.

Baca Juga : Ga Cukup Lakuin Kebiasaan Baik Kebiasan Buruk Juga Harus Keluar Dari Kita

Karya Kevin Gent

Apa Sekarang Pergaulan Kita Udah Bener?

Boleh bergaul sama siapa aja. Dulu pasti suka dilarang kan? Mama suka bilang “jangan temenan sama dia”. Alasannya macem-macem, bisa karna bapak mama temen suka berantem, bapaknya suka mabuk, mamanya kerja suka pulang malem, temen merokok, pake narkoba, pergaulannya ga benerlah. Apalagi?

Mas Bro dan Mbak Bro pasti punya pengalaman masing-masing.

Seperti udah kita bahas diatas, larangan itu ga memperbaiki. Kita saling butuh temen untuk saling memperbaiki kebiasaan. Tapi pastiin pengaruh kita lebih baik. Biar sama-sama ikut baik bukan malah ikut buruk. Paling parah lagi kalo sisi baik dan buruknya sama-sama tumbuh.

Baiklah, cukup dengen teorinya. Sekarang kembali perhatiin lingkungan kita. Apa sekarang pergaulan kita udah bener?

Kalo udah bagus.

Tapi coba perhatiin, kita termasuk orang baik ato orang jahatnya. Berarti sama-sama belum baik.

Udah tau kan harus ngapain?

Baca Juga : Pengorbanan Ngalahin Segalanya

Karya Erik Odiin

Pergaulan yang Buruk Merusak Kebiasaan Baik

Dari atas udah panjang lah teori kita. Barusan juga kita udah sedikit teknis. Sekarang adalah langkah terakhir.

Siapapun kita, seburuk apapun masa lalu kita. Seburuk apapun kita sekarang. Sebaik apapun kita sekarang. Itu semua bisa lebih baik.

Mulai hari ini bergaul sama siapa aja. Ambil sisi baiknya. Terus perkuat pondasi nilai-nilai hidup dan prinsip hidup kita. Terbuka untuk bilang mana yang baik dan mana yang buruk. Kita ga akan membuat orang lain tersinggung kalo disampein dengan cara yang baik. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik, itu benerTapi …

#

Pergaulan buruk yang merusak kebiasaan baik.
Bukan, orang buruk.

#

Senang bisa berbagi.

Semoga bermanfaat.

Meski pelan tapi kita terus naik
Usaha aja, berserah sama yang Esa
Ga ada yang namanya orang baik
Kalo bisanya cuma hanya merasa

#BelajarHidup
#TulisanKita
20180323 1627WIB Jumat
Rumah Binus Syahdan

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis

Sumber Gambar
unsplash.com dibuka pukul 17:27 WIB pada hari Jumat tanggal 23 Maret 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *