6 Tahap Menyusun Strategi Content Marketing yang Mampu Meningkatkan Pengunjung dan Penjualan

Hai #MasBro & #MbakBro

Di bab pendahuluan, udah paham dong bahwa content marketing sangat ampuh untuk 2 hal ini:

  • Datengin pengunjung
  • Mendorong mereka untuk membeli

Tapi konten yang mampu hasilin kedua manfaat itu bukan konten yang dibuat sembarangan. Bukan seperti konten-konten yang #MasBro & #MbakBro lihat di situs berita atau di sebagian besar blog.

Intinya, ga semua konten bisa disebut sebagai strategi content marketing.

Itulah 1 kesalahan yang paling umum.

Dalam bab panduan ini #MasBro & #MbakBro akan belajar gimana rencanain strategi content marketing yang sempurna untuk bisnis #MasBro & #MbakBro sendiri.

Ini alasan mengapa #MasBro & #MbakBro harus luangin waktu untuk menyusun strategi

Biasanya, waktu bicara tentang content marketing orang-orang akan berpikir “Ah gampang, berarti saya tinggal bikin blog lalu diisi tulisan. Selesai.”

Tapi kenyataannya ga segampang itu.

Masih ingat cerita Budi di pendahuluan tadi? Singkatnya seperti ini:

  1. Budi punya permasalahan
  2. Budi mencari solusinya di internet
  3. Budi nemuin konten #MasBro & #MbakBro sebagai solusinya
  4. ______
  5. Budi membeli dari #MasBro & #MbakBro

Nomor 4 saya kosongin dulu.

Tujuan kita adalah yang nomor 5, dapetin penjualan.

Untuk bisa dapetin penjualan, maka kita harus mengikuti dari nomor 1. Kita harus tahu permasalahan apa yang dihadapi oleh Budi.

Itulah yang kita rencanakan.

Kita harus mengetahui permasalahan apa yang dihadapi oleh Budi. Kemudian kita membuat konten yang nyelesaiin permasalahan tersebut.

Sehingga orang-orang seperti Budi akan datang ke situs / blog #MasBro & #MbakBro.

Tapi belum selesai di situ.

Konten yang kita buat harus mampu jembatanin dari nomor 3 sampai 5. Dari mereka cuma mengunjungi konten #MasBro & #MbakBro, sampai akhirnya membeli.

Kalo, kita ga punya strategi content marketing:

  • Budi ga akan nemuin situs / blog #MasBro & #MbakBro, atau
  • Budi nemuin situs / blog #MasBro & #MbakBro, tapi ga membeli

Sedangkan kalo kita udah punya strategi, maka:

  • Kita mampu memancing Budi untuk datang
  • Kita mampu jadiin Budi sebagai pembeli

Membuat strategi content marketing

Secara umum, ada 3 tahapan dalam content marketing.

3 tahap konten marketing

Saat ini udah semakin banyak bisnis yang ngandalin content marketing. Tapi sebagian besar dari mereka cuma fokus di tahap 2: membuat konten.

Padahal tahap perencanaan dan promosi justru lebih penting.

Silahkan ikuti tahap 1-6 berikut ini untuk mengetahui gimana cara membuat strategi content marketing #MasBro & #MbakBro sendiri.

1. Memahami 3 tujuan dari konten

Tujuan dari konten bukan (hanya) untuk datangin visitor.

Lebih dari itu.

Misalkan #MasBro & #MbakBro memiliki situs / blog yang menjual tiket pesawat.

Maka pastinya #MasBro & #MbakBro ga puas kalo pengunjung hanya datang membaca konten, lalu langsung pergi…

…tanpa membeli tiket satupun.

Sama seperti prinsip content marketing, konten bertujuan untuk:

  1. Datangin visitor
  2. Ningkatin  kepercayaan
  3. Penjualan

Ada satu tambahan, ningkatin kepercayaan.

Ingat ini:

Sebuah konten ga bisa digunain untuk 3 tujuan tersebut sekaligus.

Konten untuk datengin visitor berbeda dengan konten untuk dapetin penjualan.

Khusus yang nomor 3, #MasBro & #MbakBro harus berhati-hati…

…ini yang biasanya banyak dibuat, karna kita terlalu bernafsu dapetin pembeli.

Padahal kalo situs / blog #MasBro & #MbakBro hanya dipenuhi dengan konten-konten yang tujuannya mendorong mereka untuk membeli, hasilnya lebih buruk daripada kalo ga ada konten sama sekali.

Ini serius.

Bayangin kalo #MasBro & #MbakBro mampir ke sebuah situs / blog, lalu semua tulisan di sana isinya menyuruh #MasBro & #MbakBro untuk membeli produk mereka.

Pasti justru kalo ga mau membeli.

2. Mengenali audiens atau target pasar #MasBro & #MbakBro

Kalo kita pikir sekilas, memang agak aneh…

…mau bisa menjual, tapi kita justru buat konten yang ga menjual.

Ini alasannya:

Coba ingat terakhir kali #MasBro & #MbakBro gunain Google Search.

Apa yang #MasBro & #MbakBro cari?

Biasanya yang paling sering yaitu informasi, atau panduan untuk nyelesaiin masalah, ada juga yang memang mau membeli sesuatu.

Tapi yang berniat membeli barang itu cuma sedikit.

Jaman sekarang informasi udah dimana-mana, sebelum membeli sesuatu kita biasanya mencari informasinya dulu lewat internet. Supaya tahu mana yang terbaik.

Kalo fokus kita adalah membantu mereka nyelesaiin masalah.

 

Dari sini mereka akan mengenal kita, percaya dengan kita, dan akhirnya gunain produk kita.

Masuk akal kan?

Berarti sekarang kita harus nyediain konten yang nyelesaiin masalah (yang berhubungan dengan apa yang kita jual). Supaya tahu masalahnya, kita harus “kenal” dengan mereka.

Cara mengenalnya?

Dengan membuat buyer persona.

Buyer persona adalah representasi semi-fiktif yang gambarin kustomer ideal berdasarkan riset pasar dan data dari kustomer #MasBro & #MbakBro.

Ribet ya?

Sederhananya begini:

Misalkan saya menjual susu bayi. Saya mau membuat konten yang tepat untuk para pembeli.

Untuk itu saya perlu tahu siapa sih orang-orang yang biasanya membeli produk ini? Umurnya kira-kira berapa, perilaku sehari-harinya gimana, apa permasalahan mereka?

Kita kumpulin semua informasi tersebut, jadiin sebuah karakter.

Itulah buyer persona.

Lebih lengkapnya mengenai data yang diperlukan:

  1. Pekerjaan: jabatan dan deskripsi pekerjaan
  2. Biodata: umur, perkiraan penghasilan, pendidikan, keluarga
  3. Hobi, rutinitas, ketertarikan, perilaku ber-internet
  4. Ambisi (tujuan) dan halangan/tantangan
  5. Apa yang bisa #MasBro & #MbakBro bantu untuk mencapai tujuan

Dengan cara kayak gitu kita bisa membuat konten yang pas buat mereka.

Untuk mempergampang, data-data tadi kita tuangin dalam sebuah tabel, seperti ini:

Buyer Persona

Sekarang kita kalo tahu konten apa yang harus kita sediakan.

Bandingin dengan kalo #MasBro & #MbakBro ga punya bayangan sama sekali siapa yang akan #MasBro & #MbakBro pancing. Konten yang kita buat akan kalo ngawur dan ga menarik bagi target pasar kita.

Maka dari itu, sekarang silahkan buat buyer persona #MasBro & #MbakBro.

3. Buat perencanaan & pemetaan konten

Sampai sejauh ini, kita udah tahu hal berikut:

  • Ada 3 tujuan konten
  • Satu konten ga bisa memenuhi ketiganya sekaligus
  • Apa yang bisa kita lakuin untuk membantu si buyer persona.

Sekarang, kita gabungin semuanya.

Ini sekilas konsepnya:

Ada 2 jenis konten yang sering banget kita temui di internet. Saya suka ngibaratin konten ini kayak nasi putih dan nasi merah.

Nasi putih itu “ringan”, dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Sedangkan nasi merah itu lebih berat, nutrisinya lebih banyak, tapi hanya orang-orang di kalangan tertentu yang suka mengkonsumsi nasi merah.

Konten juga seperti itu.

  1. Konten nasi putih: isinya ringan, gampang gampang dicerna bisa dinikmati oleh banyak orang, bahkan bisa berpotensi menjadi viral
  2. Konten nasi merah: isinya lebih mendalam, tentang industri bisnis anda, ga bisa dinikmati oleh banyak orang, tapi orang-orang yang memang butuh bakal cinta dengan konten ini

Strategi content marketing #MasBro & #MbakBro harus mengandung kedua jenis nasi.

Konten nasi putih berfungsi untuk menarik pengunjung agar mendatangi situs / blog anda. Konten seperti ini akan membuat banyak orang kenal dengan situs / blog anda.

Sementara konten nasi merah bisa membuat mereka yakin dan percaya dengan kualitas #MasBro & #MbakBro.

Supaya lebih formal, kita pisahin jenis konten tersebut menjadi 3:

  1. Konten pengenalan
  2. Konten branding
  3. Konten penjualan

Dalam tahap perencanaan konten, tugas #MasBro & #MbakBro adalah lakuin pemetaan ide konten ke dalam masing-masing tipenya untuk tiap persona.

Seperti gambar berikut:

Content Mapping

Supaya jelas, kita lihat beberapa contoh…

…misalkan saya punya bisnis menjual tiket pesawat:

  • Pengenalan: “50 tujuan wisata terpopuler di Asia Tenggara”
  • Pengenalan: “Berlibur ke Singapur biaya dibawah 1 juta”
  • Branding: “Persiapan berlibur ke luar negeri”
  • Branding: “Perencanaan budget berlibur ke Singapura”
  • Penjualan: “Panduan nemuin tiket pesawat murah”

Lihat bedanya.

Konten pengenalan  bisa dinikmati oleh banyak orang, meskipun saat ini mereka ga sedang mau membeli tiket liburan. Siapapun, kapanpun bisa menikmati.

Sedangkan konten branding udah lebih fokus.

Konten branding hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mau berlibur. Tapi dalam tahap ini kita belum juga lakuin penjualan.

Fungsinya adalah supaya mereka ingat dengan kita.

Saat mereka butuh, mereka akan cari konten itu.

Kemudian dari sana kita arahin ke konten penjualan yang mengandung penawaran kepada mereka untuk membeli dari kita atau gunain layanan kita.

Ketiga jenis konten ini erat ikatannya.

Kalo #MasBro & #MbakBro lewatin salah satunya, maka bisa-bisa ga ada pengunjung yang datang ke situs / blog #MasBro & #MbakBro dan/atau pengunjung yang datang ga membeli.

4. Memahami strategi pembuatan konten

Selamat! #MasBro & #MbakBro udah melewati proses perencanaan konten.

Sekarang saatnya eksekusi.

Dalam tahap perencanaan di atas, #MasBro & #MbakBro udah ngumpulin banyak ide konten berdasarkan tipenya.

Masalahnya, konten mana yang kita dahulukan?

Pembuatan konten itu bukan urusan gampang, apalagi kalo sumber daya (uang dan tenaga manusia) #MasBro & #MbakBro terbatas.

Maka dari itulah ini perlu diperhatikan.

Lihat segitiga ini:

Piramida strategi konten

Dilihat dari proses pembuatannya, konten pengenalan ga terlalu sulit sedangkan konten penjualan memiliki tingkat kesulitan tertinggi.

Maka dari itu jumlahnya nyesuaiin tingkat kesulitan.

Selain itu, seperti yang tadi udah di jelasin, konten pengenalan dan branding memang mesti lebih banyak daripada penjualan.

Ini karna sesuai dengan prinsip content marketing dimana kita harus lebih banyak lakuin edukasi dan nyelesaiin permasalahan dibandingin menjual.

Yang perlu #MasBro & #MbakBro perhatikan:

Konten branding dan penjualan berdampak secara langsung pada penjualan. Kualitasnya HARUS tinggi.

Sedangkan konten pengenalan harus dibuat supaya bisa kalo populer.

Satu hal lagi…

…kita mau supaya beberapa orang yang datang ke konten penjualan akhirnya mau membeli (entah langsung atau ga langsung).

Kalo, dari konten pengenalan sebaiknya ada link seperti ini:

Strategi Internal Link

Di dalam konten pengenalan #MasBro & #MbakBro terdapat link menuju konten branding. Tujuannya supaya mereka tahu bahwa #MasBro & #MbakBro punya sesuatu untuk mereka.

Kalo tidak, maka sebagian besar akan langsung pergi tanpa menyadari bahwa #MasBro & #MbakBro menjual sesuatu.

Mengenal tipe-tipe konten

Sejak awal tulisan ini saya berbicara mengenai konten, tapi mungkin beberapa dari #MasBro & #MbakBro masih menganggap konten = tulisan.

Tulisan itu salah satu jenis konten, dan konten bukan cuma tulisan.

Ini tipe-tipe konten:

  • eBook
  • Action list/lembar kerja
  • Tool (biasanya berupa program/app)
  • Template
  • Studi kasus/analisa
  • Infografis
  • Slide presentasi
  • Video
  • Webinar
  • Tulisan blog
  • Post di social media

Umumnya, konten pengenalan itu tulisan, video, dan social media.

Tipe konten seperti eBook, studi kasus, infografis, dan yang lainnya memang lebih sulit dibuat daripada tulisan biasa tapi sangat efektif kalo #MasBro & #MbakBro manfaatin sebagai konten branding.

Beberapa panduan terkait pembuatan konten

Karna pembuatan konten memiliki bidangnya sendiri, akan kalo sangat panjang kalo dibahas dalam satu tulisan ini. Maka #MasBro & #MbakBro sebaiknya membaca beberapa panduan berikut.

Panduan-panduan ini bermanfaat untuk ciptain konten yang menarik dan teroptimasi.

5. Lakuin distribusi konten

Banyak orang yang menganggap langkah 4 udah selesai.

Kalo kita sekarang masih di tahun 2008 sih wajar, karna pada waktu itu hanya ada sedikit konten di internet.

Tapi sekarang, ada lebih dari 2 juta konten baru per hari yang diterbitkan.

Mustahil konten #MasBro & #MbakBro bisa ditemuin kalo bukan #MasBro & #MbakBro yang keluar untuk distribusiin konten itu.

 

Ini tahapan mendistribusikan konten:

  1. Pastikan #MasBro & #MbakBro udah memiliki konten yang luar biasa. Mempromosikan konten yang ga berkualitas justru akan merusak reputasi anda
  2. Install alat bantu analisa seperti Google Analytics
  3. Sediain metode untuk “menangkap” pembaca, lakuin email list building
  4. Terakhir, ini nih intinya: pelajarin metode promosi konten yang benar

6. Ukur dan analisa hasil kerja

Belum selesai. Satu lagi, ini langkah terakhir.

Gimana cara supaya #MasBro & #MbakBro bisa mengetahui performa konten #MasBro & #MbakBro? Gimana #MasBro & #MbakBro bisa memperbaiki performa yang kurang baik?

Dengan gunain alat ukur untuk dapatin angka-angka yang berpengaruh.

Segala hal yang kita lakuin dalam pemasaran online harus terukur. Begitu pula dengan pemasaran konten.

kalo #MasBro & #MbakBro belum menginstall alat ukur, segera lakukan.

Yang tergampang dan gratis yaitu Google Analytics.

Apa yang kita ukur?

Tergantung tipe kontennya. Karna tiap konten memiliki tujuan yang berbeda-beda, maka hasil yang #MasBro & #MbakBro harapin juga berbeda-beda.

Tolak ukur keberhasilan untuk konten pengenalan:

  1. Jumlah visitor
  2. Jumlah share ke social media
  3. Jumlah backlink

Tolak ukur keberhasilan untuk konten branding:

  1. Jumlah subscriber
  2. Tingkat konversi pelanggan
  3. Jumlah follower di akun jejaring social

Tolak ukur keberhasilan untuk konten penjualan:

  1. CTR menuju landing page/halaman penjualan
  2. Pendapatan
  3. Tingkat konversi penjualan
  4. ROI, perbandingan antara biaya yang dikeluarin untuk konten dengan pemasukan yang didapatin dari konten

Inilah beberapa contoh yang harus #MasBro & #MbakBro ukur, dan hampir semuanya bisa diketahui dengan Google Analytics.

Tanpa mengetahui ini artinya #MasBro & #MbakBro buta dengan bisnis #MasBro & #MbakBro sendiri.

Silahkan baca panduan ini untuk melakukan analisa konten.

Itulah semua yang perlu #MasBro & #MbakBro ketahui untuk menyusun strategi content marketing. Sekarang, mulai aja dari tahap yang pertama yaitu membuat buyer persona.

#

Tulisan yang bermanfaat
Tulisan yang mampu diberikan pengaruh

#

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.

 

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis
panduanim.com/artikel-seo/ dibuka pukul 10:00 WIB pada hari Sabtu tanggal 04 Januari 2019
penasehatcintae.blogspot.com/2011/01/pengertian-skimming-dan-scanning.html ..

Sumber Gambar
unsplash.com dibuka pukul 10:00 WIB pada hari Jumat tanggal 04 Januari 2019

1 tanggapan pada “6 Tahap Menyusun Strategi Content Marketing yang Mampu Meningkatkan Pengunjung dan Penjualan”

  1. Pingback: Content Marketing adalah Menjual Sesuatu Dengan Ga Jualan - kekitaan

Tinggalkan Balasan