Ada 9 Cara, Begini Ternyata Sebenernya Cara Mulai Pake Jasa SEO Website yang Bener

Salam #MasBro / #MbakBro

Pada tau ga sih, gimana caranya pake jasa SEO?

Suka bingung, gimana sih sebenernya mulai pake jasa SEO?

Nah, di artikel sebelumnya, kan, kita uda bahas tentang gimana supaya halaman website kita bisa ada di halaman pertama hasil pencarian Google. Nah, kali ini, kita mau bahas tentang gimana memulai pake Jasa SEO Jakarta!

Pemanasan sedikit, yah.

Sebelumnya, sempet disinggung bahwa melakukan riset keyword merupakan langkah penting sebelum menulis artikel untuk blog ataupun website. Riset keyword ini berfungsi untuk nentuin kata kunci mana yang cocok untuk dipake di blog atau website kita.

Milih kata kunci yang pas ini penting karna bakal ngaruh sama performa blog atau website kita di hasil pencarian. Setiap penulis blog maupun website kudu tau apa yang sering dicari oleh orang-orang di mesin pencari agar bisa nemuin kata kunci yang cocok untuk blog atau website-nya. 

Mau tau lebih rinci klik disini >> : Mau Website tampil di halaman 1 Google? Pake Jasa SEO Jakarta Aja

Ada 8 Cara, Begini Ternyata Sebenernya Cara Mulai Pake Jasa SEO Website yang Bener 1

 

Apa yang perlu kita perhatiin dalam riset keyword untuk blog dan website ini?

Sebelum lebih lanjut, kita harus tau dulu, umumnya terdapat 4 komponen penting yang harus diperhatikan dalam riset keyword, yaitu search volumekeyword difficultykeyword suggestion, dan search engince result page (SERP).

1. Search Volume (Volume Pencarian)

Search volume alias volume pencarian kata kunci adalah berapa banyak sebuah kata kunci dicari di Google dalam kurun waktu tertentu. Biasanya, sih, keyword tool bakal nampilin banyak pencarian keyword di satu bulan terakhir.

Misal nih, search volume kata kunci Jasa SEO Jakarta menunjukkan angka 100.000. Artinya, keyword itu dicari 100.000 kali di Google dalam kurun waktu satu bulan.

2. Keyword Difficulty (Tingkat Kesulitan Keyword)

Keyword difficulty nunjukkin tingkat kesulitan sebuah kata kunci untuk nongol di halaman pertama hasil pencarian. Biasanya, keyword tool pake skala 0-100. Makin besar angkanya, makin sulit kata kunci tersebut untuk nangkring pertama hasil pencarian.

Keyword difficulty juga biasanya memperlihatkan berapa backlink yang kita butuhin biar sebuah artikel bisa nangkring di halaman pertama hasil pencarian. Makin tinggi keyword difficulty, makin banyak backlink yang kita butuhin.

3. Keyword Suggestion (Saran Kata Kunci)

Keyword suggestion adalah saran kata kunci yang berkaitan dengan kata kunci yang kita cari. Misalnya, kita melakukan riset keyword untuk kata kunci “Jasa SEO”, keyword tool bakal ngasih saran kata kunci seperti “Jasa SEO murah”, “Jasa SEO profesional”, atau “Jasa SEO Jakarta Barat”.

Umumnya, layanan keyword tool akan ngasih kita saran long tail keyword.

Apa tuh?

Long tail keyword adalah kata kunci yang mengandung setidaknya 3 kata atau lebih, kayak contoh yang barusan disebutin.

Nah, lewat fitur keyword suggestion ini, kita bisa nemu lebih banyak long tail keyword yang cocok untuk blog atau website kita. Menggunakan long tail keyword disarankan biar bisa menarik lebih banyak pengunjung, karena 70 persen pencarian di Google terdiri dari long tail keyword.

Misal, dibanding hanya mencari kata kunci “SEO”, pengguna bisa dapetin info lebih lengkap dan jelas dengan mengetik kata kunci “Jasa SEO Jakarta” atau “Jasa SEO murah Jakarta”

4. Search Engine Result Page (SERP)

SERP menunjukkan laman-laman yang nangkring di peringkat teratas dalam hasil pencarian keyword yang kita riset. Fungsinya, untuk melihat gimana sih kualitas laman-laman yang bisa menduduki peringkat teratas hasil pencarian Google.

Cara riset keyword seperti apa yang bisa kita lakukan? Ada banyak banget perusahaan yang nyediain layanan riset keyword, dari yang bayar sampe yang geretongan

Berikut adalah beberapa cara riset keyword dengan bantuan keyword tool yang dapat kita gunakan secara gratis:

1. Ubersuggest

 

ubersuggest cara riset keyword

Ubersuggest adalah sebuah keyword tool yang dimiliki digital marketer kenamaan, Neil Patel. Kita bisa pake keyword tool ini tanpa perlu membayar sepeser pun.

Cara pake nya pun cukup mudah. Kita cuma perlu mengetik keyword apa yang mau digunakan dan wilayah yang mau ditargetkan.  

Ubersuggest bakal ngasih info mengenai berapa besar volume pencarian keyword tersebut, kadar kesulitan keyword, dan saran keyword terkait yang bisa digunakan.

Contoh, kita pake keyword “membuat blog” sebagai bahan percobaan. Hasilnya adalah seperti ini:

cara riset keyword suggestion

Keliatan kan, kalo volume pencarian kata kunci ini adalah 9900 pencarian per bulan. Terus,. nilai kompetisinya adalah 0.07. Angka ini nunjukkin tingkat kesulitan untuk berada di halaman pertama hasil pencarian Google. Makin besar angkanya, makin sulit untuk nangkring di posisi pertama di hasil pencarian Google.

Selain itu, Ubersuggest juga akan memberikan saran keyword yang masih berkaitan dengan keyword yang kita ketik di kolom search

Masih memakai contoh kata kunci “membuat blog”, Ubersuggest memberikan 941 saran keyword. Kita bisa ngurutin saran keyword tersebut berdasarkan volume pencarian (search volume), cost per click (CPC), atau nilai kompetisi (competition).

2. Google Trends

Ga cuma nyediain mesin pencarian, Google juga ngasih tool untuk melakukan riset keyword, yaitu Google Trends. Kabar baiknya, sama kayak Ubbersuggest, layanan keyword tool dari Google ini pun disediakan secara gratis kepada para penggunanya.

Kita bisa ngatur wilayah sesuai negara yang kita targetkan. Untuk percobaan ini, kita pake Google Trends Indonesia. Nah, ini hasil percobaan kami dengan kata kunci “membuat blog”:

google trends indonesia cara riset keyword

Kita akan dapet grafik pergerakan keyword yang kita cari. Google Trends nyediain grafik pergerakan keyword dari satu jam terakhir sampai lima tahun terakhir. Jadi, kita bisa liat deh, naik turunnya popularitas sebuah keyword dari waktu ke waktu.

Seperti cara riset keyword sebelumnya, Google Trends juga memberikan saran long tail keyword yang masih berkaitan dengan yang kita cari secara real time.

3. KWFinder

kwfinder cara riset keyword

 

Keyword tool ketiga adalah KWFinder. Cara kerjanya percis kayak Uberseuggest, KWFinder juga ngasih informasi volume pencarian (search volume), tingkat kesulitan (keyword difficulty), dan SERP dari sebuah keyword

Kita pake kata kunci yang sama untuk percobaan, yaitu “membuat blog”. Hasilnya keliatan seperti di atas, tapi saran kata kunci yang dapat diliat pada percobaan ini terbatas.

Soalnya, KWFinder ini ga sepenuhnya gratis. Kita cuma bisa nyari dua kata kunci secara gratis. Sisanya, kita kudu daftar dulu sebagai anggota dan kita bisa riset 5 keyword setiap 24 jam dengan 50 saran kata kunci per pencarian.

Kalo masih kurang, kita bisa beli paket premiumnya. KWFinder nyediain 3 paket premium dengan spesifikasi berbeda. Paket premium termurah memungkinkan kita untuk nge-riset keyword sampe 100 kali pencarian per 24 jam.

Paket termahalnya bisa buat kita nge-riset keyword hingga 1200 pencarian per 24 jam. Kalo masih kurang juga, yo wes, langsung aja minta paket khusus yang nantinya bakal disesuain sama kebutuhan kita.  

4. MOZ

Selanjutnya, kita juga bisa pake keyword tool MOZ. Untuk bisa pake fitur-fitur MOZ ini, kita harus daftar dulu sebagai anggota. Abis daftar, kita bakal dapet 10 riset keyword.

Setelah coba daftar akun gratis MOZ, masih pake kata kunci yang sama, kira-kira penampakannya begini, nih:

moz cara riset keyword

Dari gambar di atas, kita bisa liat kalo cara riset keyword pake akun gratis ga memberikan hasil maksimal. Hasil riset keyword ini ga ngasih tau informasi volume pencarian per bulan. SERP yang ditunjukkan juga cuma sampe 3 situs teratas. 

Kecuali kita mau bayar, rasanya, cara riset keyword seperti ini kurang maksimal untuk blog atau website kita. Kita dapat menggunakan kesempatan Free Trial selama 30 hari yang disediakan MOZ. Setelah 30 hari, kita akan ditagihkan 179 US Dollar per bulan.

5. SEMrush

semrush cara riset keyword

Keyword tool selanjutnya adalah SEMrush. Sebelum pake SEMrush, kita harus daftar dulu sebagai anggota yang tersedia secara gratis. Kalo punya akun gratis SEMrush, kita bakal dapet akses untuk riset keyword 10 kali pencarian dalam 24 jam.

Kita coba pake kata kunci “membuat blog” (lagi) dan hasilnya seperti yang dapat dilihat di atas. Kita bakal dapet saran long tail keyword. Selain itu, kita juga bisa ngeliat situs mana aja yang nangkring di halaman pertama hasil pencarian kata kunci tersebut.  

Sayangnya, akses akun gratis di SEMrush terbatas. Kita ga bisa liat semua saran kata kunci (keyword suggestion) yang dihasilkan. SEMrush, sih, nyediain versi trial selama 7 hari dan selanjutnya akan dikenai biaya per bulan mulai dari 99 US Dollar.

6. Answer The Public

Keyword tool satu ini ga tersedia dalam bahasa Indonesia, nih, #MasBro / #MbaBro. Answer The Public hanya nyediain beberapa pilihan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris. Begitu pun, cara riset keyword ini direkomendasikan karna saran keyword yang diberikan cukup lengkap dan komperehensif.

Kita bisa melakukan riset keyword yang akan kita pake di blog atau website melalui keyword tool ini. Answer The Public ngasih saran kata kunci dengan format 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How).

Misal, kita pake kata kunci “create blog” (membuat blog), hasil yang muncul kayak gini:

 

answer the public cara riset keywordKita bisa dapet ide-ide untuk konten blog atau website dari hasil riset keyword bahasa Inggris ini. Jadi, bisa aja kita nemuin keyword yang berpotensi populer kalo dibuat dalam bahasa Indonesia. Dan yang paling penting, tentu saja, kita bisa pake Answer The Public secara gratis.

7. Soovle

Keyword tool selanjutnya adalah Soovle.  Beda sama keyword tool sebelumnya, Soovle ga ngasih info volume pencarian (search volume), tingkat kesulitan (keyword difficulty), dan SERP.

Soovle cuma ngasih saran long tail keyword populer di beberapa situs gede kayak Google, Bing, Youtube, Yahoo, Amazon, Wikipedia, dan Answer.com. Masih pake kata kunci “membuat blog”, kita coba, yah. Hasilnya begini, nih:

soovle cara riset keyword

Hasil pencarian di Soovle memang ga seakurat hasil pencarian di Ubersuggest, SEMRush, KWFinder, Google Trends, dan MOZ. Liat aja gambar di atas, Soovle cuma ngasih saran kata kunci doang, tanpa detail berapa banyak volume pencarian tersebut terjadi atau tingkat kesulitan sebuah keyword.  

Fitur lain yang disediaiin sama Soovle adalah Daily Top Keyword (Top Kata Kunci Harian). Sayangnya, top keyword ini cuma berlaku untuk kata kunci bahasa Inggris. Soovle ga nyediain top keyword berdasarkan wilayah atau bahasa tertentu.

8. Google Related Search

Selain Google Trends, Google juga nyediain cara riset keyword lain, yaitu related search. Tiap kali nyari sesuatu lewat Google, hasil yang disediakan ga hanya mencakup artikel-artikel dengan kata kunci yang diketik. Google juga nyediain saran long tail keyword yang berhubungan dengan kata kunci yang dicari secara real time.

contohnya, kita coba dengan mencari kata kunci “membuat blog” dan hasil saran long tail keyword yang Google kasih adalah:

cara riset keyword google related

9. Keyword Shitter

Keyword tool gratis terakhir adalah Keyword Shitter. Cara riset keyword dengan Keyword Shitter cukup sederhana, loh. Kita tinggal perlu ngetik keyword yang kita mau dan Keyword Shitter langsung ngasih saran-saran long tail keyword untuk kata kunci tersebut.

Kita coba keyword tool ini pake kata kunci “membuat blog” dan berikut ini dia hasilnya.

keyword shitter cara riset keyword

Untuk kata kunci “membuat blog”, ada sekitar 1394 saran kata kunci yang diberikan. Kita bisa pake keyword tool ini untuk nemuin kata kunci yang berkaitan dengan blog dan website kita, sebanyak-banyaknya. Kabar baiknya, keyword tool ini juga geretong. Jadiaman deh, ga akan ngebebani kas.

Cara Riset Keyword Berbayar

Nah, kalo 9 layanan riset keyword gratis tadi ga bisa memenuhi kebutuhan riset keyword kita, atau kalo kita butuh fitur riset keyword yang lebih lengkap, dana yang dikeluarkan tentu lebih besar.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, dalam riset keyword ada 4 aspek yang perlu diperhatiin, yaitu Search Volume, Keyword Difficulty, Keyword Suggestion, dan SERP. Sebenarnya, ada satu lagi aspek yang perlu kita pertimbangin, yaitu Potential Traffic (potensi trafik). 

Potential traffic adalah potensi trafik atau kunjungan yang bisa didatengin dari sebuah kata kunci.

Biasanya, sih, kata kunci dengan search volume tinggi, punya potential traffic yang tinggi juga. Namun, dalam beberapa kasus, kata kunci yang search volume nya tinggi bisa jadi memiliki potential traffic rendah.

 

google bisnisku cara riset keyword

Misalnya, berdasarkan Ahrefs, kata kunci “Google Bisnisku” memiliki search volume sebesar 32.000 pencarian per bulan dengan potensi trafik sebesar 3.200. Aslinya, potensi trafik ini cukup besar, tapi, mayoritas trafik tersebut langsung mengarah ke situs Google Bisnisku. Sedangkan porsi trafik yang didapet situs lain yang ngebahas Google Bisnisku cuma mencapai puluhan.

Kata kunci dengan search volume kecil pun bisa punya potensi trafik cukup besar. Jadi, selain search volume dan keyword difficulty, kita juga perlu mempertimbangkan potensi trafik yang bakal didapetin.

Sayangnya, ga banyak layanan gratis yang punya fitur potential traffic dan Ahrefs merupakan salah satu layanan yang nyediain fitur ini.

Fitur ini berguna untuk mengetahui perkiraan potensi trafik yang bisa kita dapetin dari sebuah kata kunci. Seperti yang uda dijelasin sebelumnya, ga semua kata kunci dengan search volume besar memiliki potensi trafik yang besar juga. Di sisi lain, kata kunci dengan search volume kecil bisa memiliki potensi trafik cukup tinggi.

Kesimpulan

Semua hal punya keunggulan dan kelemahannya masing-masing, termasuk kesembilan situs riset keyword gratis di atas. Ada beberapa yang tersedia penuh secara gratis, ada pula beberapa yang mengharuskan kita untuk nge-daftar akun di situs tersebut.

Kita kudu paham betul kebutuhan riset keyword kita seperti apa. Kalo dengan cara riset keyword yang cuma ngasih saran long tail keyword aja uda cukup, kita bisa pake Soovle, Google Related Search, Answer the Public, atau Keyword Shitter.

Tapi kalo kita mau tau search volume, keyword difficulty, dan SERP sebuah keyword, kita bisa pake Ubersuggest, KWFinder, Google Trends, MOZ, atau SEMRush. Namun, ingat! Ga semuanya tersedia gratis.

Kalo tau keyword suggestion dan search volume masih belum cukup, kita bisa menggunakan Ahrefs yang bisa ngasih tau potensi trafik sebuah keyword. Namun, kita perlu ngeluarin dana cukup besar untuk dapetin fitur ini.

Nah, karena itu, kita juga kudu mempertimbangkan dari sisi keuangan. Kalo memang punya kebutuhan yang lebih, ga ada salahnya, sih, untuk ngeluarin dana buat beli akun premium di salah satu layanan tersebut. Setiap layanan riset keyword nyediain pilihan harga yang bervariatif, jadi kita bisa milih paket layanan yang sesuai dengan kantong, deh.

Bisa juga, gini. Kalo kita merasa layanan premium itu bisa buat kantong kita bolong, ga ada salahnya, loh, buat patungan. Jadi bisa disiasati dengan mengajak teman-teman yang juga membutuhkan fitur-fitur yang sama dengan kita. Bisa pake layanan premium dengan biaya kecil, deh.

#

Ga ada terlalu terlambat untuk segala sesuatu

Mulai aja dulu

#

Semoga bermanfaat.

Seneng bisa berbagi.

Ujan-ujan jangan ngegalau aja
Mending mikirin website dan SEO
Mau web nongol di halaman pertama
Maka harus tau konsep nge-beo

Sumber Tulisan
Pengalaman Penulis
niagahoster.co.id/blog/cara-riset-keyword/ dibuka pukul 13:00 WIB pada hari Selasa tanggal 02 April 2019

Trackbacks & Pings

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *