Kebebasan Berpendapat Berlaku Juga Bagi yang Sependapat Denganmu

karya Alexandru Zdrobău

Salam #MasBro #MbakBro

“Semua orang bebas berpendapat”

Setuju? Setuju dong! Setuju aja atau setuju banget? (halah)

Tapi gimana kalo ada yang ga sependapat denganmu? Bahkan membuatmu tersinggung? hmm

Foto oleh Gradikaa Aggi di Unsplash

Kebebasan Berpendapat Berlaku Juga Bagi yang Sependapat Denganmu

Banyak yang gembar-gembor bilang kalo semua orang boleh berpendapat. Semua orang senang pendapatnya didukung. Tapi banyak juga yang bete kalo ada yang ga sependapat dengannya. Topik ini muncul diberbagai kalangan dan media. Dan dari sekian banyak yang ada, kami tertarik untuk nonton video yang diunggah oleh mas Deddy Corbuzier di Youtube. 

Dalam video tersebut mas Deddy ngobrol santai dengan mas Pandji Pragiwaksono membahas soal kebebasan berpendapat. Mereka bercerita kalo mereka kudu pintar dan bijaksana dalam berbicara dan mengutarakan pendapat mereka, khususnya lewat media sosial. Walaupun itu adalah pendapat mereka, mereka harus siap dibantah oleh pendapat orang lain. Dan kadang bisa aja yang mereka omongin dianggap menyinggung oleh orang lain. Karena kebebasan berpendapat juga berlaku bagi yang sependapat atau ngga sependapat sama kita.

Jadi setuju ga sama kebebasan berpendapat?

Sebelum jawab setuju dan ga nya. Sadari ya kalo setuju berarti kita siap diomongin ‘apa aja’ sama orang lain.

Ghibah Asik Jos

Saat pendapat #Masbro dan #Mbakbro dibantah, mungkin yang ngebantah bakal ngomong ketemen arisan atau tongkrongan kopinya. Tapi jangan mikir negatif dulu ah. Ya memang kita gatau dia bakal ngomongin hal yang negatif atau positif. Tapi jangan langung ngecap kalo si pembantah bakal gosipin kita. Bisa aja disana dia berdiskusi panjang dan dapat ilham baru yang akan berguna bagi bangsa dan negara (Merdeka!)

Ada yang pernah bilang kalo kita ga bisa mengontrol pendapat orang lain terhadap kita, tapi kita bisa mengontrol pendapat kita tentang diri kita, dan juga terhadap orang lain. Ya.. mikir positif aja. Dengan punya pola pikir positif, hidup jadi lebih mudah dan tenang. Energi yang ada bisa disalurkan untuk hal bermanfaat lainnya.

Ketika Orang Tersayang Dibantah, Akankah Abang bertindak?

Atau dukun yang bertindak? Waduh kok ngeri! Hmmm, mungkin ada yang mikir; ‘Kalo aku yang dibuat tersinggung sih gapapa, selow ah’. Lha kalo yang dibuat tersinggung adalah orang tersayang? Oops.., gimana hayo? Bisa-bisa berantem nih.

Eits tunggu dulu.. (sambil ngasi jari telunjuk diayun-ayun). Sabar, nafas dulu. Doi bisa aja dibantah dan kita pasti pengen langsung membela. Tapi sebelumnya, ambil waktu untuk diam dan mikir matang-matang. Lihat dan pahami dulu sisi ke dua belah pihak. Ditimbang-timbang, diurutkan kronologinya. Dicek mananya yang merugikan dan mananya yang bermanfaat. Mungkin bantahan itu bukan sembarang bantahan, mungkin itu tujuannya baik. Kita tidak pernah tau, Ferguso.

Jadi jangan main labrak aja loh. Kan bebas berpendapat itu milik siapapun. Apakah yang ngebantah salah? Apakah pendapat doi udah pasti bener? Apakah Son Goku berhasil merebut Dragonball??? Kalo semuanya udah jelas, baru deh bertindak. Kan belum tentu doi beneran merasa dibantah (jangan-jangan kita aja yang merasa demikian). Demi terwujudnya kesejahteraan semua umat dan netizen (tsah..).

Bebas pun Ada Aturannya

Apalagi ini? Bagaikan kue lapis, tak habis-habis, diriku miris. Ribet yeu.

Kebebasan bukan berarti bisa ngelakuin apapun yang kita mau tanpa mikirin orang lain, karena kita ga hidup sendirian. Sama dengan perihal kebebasan berpendapat ini. Ada loh undang-undang yang mengatur tentang hal ini, yaitu UU ITE. Wow apa nih bawa-bawa UU?

Kalem, UU ini berisi tentang aturan kebebasan berpendapat dan hak memperoleh informasi lewat penggunaan dan pemanfaatan teknologi. Banyak poin yang dijabarkan dalam UU ini. Ada etika berpendapat, hal-hal yang dianggap salah dan benar. Intinya selama informasi tersebut digunakan untuk hal yang positif dan tidak mencemarkan nama baik akan dianggap sah-sah aja.

Bijak berpendapat dan Siap Dibantah

Karena ga semua orang akan suka dengan kita, dan ga semua orang akan sependapat dengan kita (kalo doi yang ga suka terima aja). Jadi sadari kebebasan berpendapat berlaku juga bagi yang sependapat sama kita. Hah gimana? Kok bingung? Simak penjelasan berikut.

Budi berpendapat kalo buah apel itu enak karena dia suka buah apel, dia unggah Instastory gambar buah apel. Ani setuju kalo buah apel itu enak tapi Ani ga suka makan buah apel; Ani suka makan buah jeruk. Ani balas Instastory Budi dan bilang ke Budi kalo buah Jeruk lebih enak.

Dari ilustrasi diatas, mungkin aja Budi merasa dibantah. Tapi sebenarnya itu semua hanyalah pendapat masing-masing. Ga ada yang perlu dipermasalahkan. Dibantah? Yaudah, dia bisa saja benar. Yuk bijak dan saling menghargai pendapat masing-masing. Sekian dari mimin, semoga #Masbro dan #Mbakbro mendapat pencerahan ya.

Seneng bisa berbagi.

Pasti bermanfaat.

Mauliate

1 tanggapan pada “Kebebasan Berpendapat Berlaku Juga Bagi yang Sependapat Denganmu”

  1. Pingback: Gimana Cari Uang di Internet, Jadi #TukangSunting - Jasa SEO Jakarta Indonesia

Tinggalkan Balasan